Kanker serviks merupakan salah satu kanker paling mematikan yang menyerang kaum wanita. Namun, kabar gembiranya, kanker ini bisa decegah sedini mungkin sejak seseorang masih remaja. Anda dapat melindungi anak Anda dari serangan kanker serviks dengan memberikannya vaksin HPV.

Seberapa penting vaksin HPV untuk anak-anak?

Kanker serviks hampir sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus HPV yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Namun, virus HPV juga bisa ditularkan melalui kontak dari kulit ke kulit (skin to skin). Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa vaksin ini justru dibutuhkan anak-anak dan efektif menghindarkan mereka dari infeksi HPV di kemudian hari.

Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan pada anak dan remaja karena respon antibodi yang dihasilkan adalah paling baik pada kelompok usia mereka. Dan juga  faktanya, vaksin ini justru akan bekerja lebih baik jika  diberikan ketika seseorang belum aktif berhubungan seksual. Pasalnya, bila seseorang sudah pernah melakukan hubungan seksual, maka risiko untuk terkena HPV sudah ada.

Para ahli menyatakan bahwa vaksin tersebut efektif untuk  mencegah infeksi HPV dengan membentuk antibodi (sistem kekebalan) yang cukup dalam tubuh untuk melawan infeksi virus HPV, sehingga aman untuk diterapkan pada anak.

Kapan anak perlu diberikan vaksin HPV?

Badan Kesehatan Dunia menganjurkan untuk memberikan vaksin HPV pertama kali pada anak ketika ia berusia 9 tahun. Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan hingga usia 55 tahun.

Khusus untuk usia anak 9 hingga 13 atau 14 tahun, vaksin ini cukup  diberikan 2 kali dalam periode waktu selama 6-12 bulan. Vaksin ini dapat diberikan pada anak perempuan dan laki-laki.

Apakah vaksin HPV ini aman untuk diberikan pada anak?

Wajar jika Anda cemas dan takut untuk memberikan vaksin ini pada anak. Ya, telah ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa vaksin HPV aman untuk diberikan pada anak dan tidak menimbulkan efek samping jangka pendek maupun jangka panjang. Efek samping yang mungkin si kecil rasakan hanyalah rasa sakit ketika ia disuntik dan kulit bekas suntikan mungkin akan sedikit memerah. Tapi selebihnya, vaksin bekerja dengan baik dalam mencegah HPV dan tidak memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan.

Dalam uji klinis dan pembuktian setelah digunakan di dunia nyata, vaksin HPV dinilai sangat aman. Lebih dari 205 juta dosis vaksin sudah terdistribusi di seluruh dunia), sejak disetujui pada tahun 2006 oleh Food and Drug Administration Amerika Serikat.

Organisasi kesehatan internasional terkemuka di seluruh dunia termasuk World Health Organization (WHO), US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Health Canada, European Medicines Agency (EMEA), Australia Therapeutic Goods Administration (TGA) dan yang lainnya juga terus merekomendasikan penggunaan Vaksin HPV.

Penelitian yang memberikan vaksin HPV pada 11 ribu wanita yang berusia 9-26 tahun, membuktikan bahwa tidak ada efek samping yang membahayakan kesehatan pada peserta penelitian tersebut. Jadi, Anda tidak perlu khawatir akan keamanannya. Jika Anda masih ragu, Anda dapat mendiskusikan hal ini pada dokter anak Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca