Kelebihan dan Kekurangan Operasi Rekonstruksi Payudara

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Rekonstruksi payudara menjadi salah satu cara yang ditempuh wanita penderita kanker payudara setelah melakukan operasi. Hal ini lantaran tak jarang wanita merasa khawatir dan cemas akan bentuk payudaranya. Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan prosedur yang satu ini, ketahui dulu kekurangan dan kelebihannya.

Apa itu rekonstruksi payudara?

Banyak wanita yang menjalani operasi payudara dan akhirnya kehilangan bentuk payudara akibat kanker yang menggerogoti. Nah, untuk mengembalikan bentuk payudara seperti semula, penderita kanker memiliki pilihan untuk menjalani rekonstruksi payudara.

Rekonstruksi payudara adalah prosedur medis yang bertujuan untuk memperbaiki bentuk payudara setelah seseorang mengalami mastektomi atau lumpektomi. Sederhananya, tindakan ini bertujuan untuk membentuk dan membuat payudara baru bagi pasien kanker payudara.

Meskipun termasuk ke dalam rencana pengobatan kanker payudara, sebagai pasien Anda dapat memutuskan apakah Anda ingin melakukan rekonstruksi payudara atau tidak.

Ada dua jenis rekonstruksi payudara yang bisa Anda pilih, yaitu:

  • Rekonstruksi payudara menggunakan implan. Tindakan ini menggunakan implan yang terbuat dari silikon yang akan dijadikan pengganti jaringan payudara.
  • Rekonstruksi payudara autologous atau operasi ‘flap’, yaitu jaringan payudara baru didapatkan dari jaringan tubuh lainnya, seperti bagian paha atau perut.

Tak hanya payudara, Anda juga bisa memilih apakah ingin melakukan rekonstruksi pada puting atau tidak.

Pada beberapa kasus, mastektomi nipple-sparing mungkin dilakukan, yang berarti bahwa puting dan kulit payudara di sekitarnya terlindungi.

Apa saja manfaat dan risiko dari rekonstruksi payudara?

kapan rekonstruksi payudara yang terbaik

Sebelum Anda memutuskan membentuk payudara kembali, sebaiknya ketahui dulu kelebihan dan kekurangan dari rekonstruksi payudara. 

Manfaat rekonstruksi payudara

  • Mengembalikan kepercayaan diri, karena bentuk kedua payudara tidak terlalu berbeda dan terlihat normal.
  • Merasa lebih ‘seimbang’ karena kedua payudara memiliki bentuk dan berat yang sama.
  • Anda bisa dengan leluasa menggunakan baju jenis apa pun.

Risiko rekonstruksi payudara

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut risiko kedua jenis tindakan rekonstruksi payudara berdasarkan.

Implan payudara

Prosedur implan payudara dapat mengakibatkan sejumlah komplikasi, yaitu:

  • Payudara tidak cocok satu sama lain dalam ukuran dan penampilan (asimetris)
  • Sakit pada payudara
  • Implan pecah atau deflasi
  • Penyembuhan sayatan yang buruk
  • Meningkatkan risiko operasi payudara di kemudian hari untuk mengganti atau menyingkirkan implan payudara
  • Perubahan dalam sensasi di payudara
  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Jaringan parut yang membentuk dan menekan implan ke payudara menjadi keras dan tidak alami
  • Risiko yang berhubungan dengan anestesi

Meski jarang terjadi, salah satu ririko yang mungkin terjadi adalah prosedur ini dapat meningkatkan risiko kanker sistem imun. Kondisi ini disebut dengan anaplastic large cell lymphoma (ALCL) yang berhubungan dengan tekstur implan. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut soal ini.

Operasi tambahan perlu dilakukan untuk mengatasi apa pun risiko yang dihasilkan dari implan payudara.

Jika Anda membutuhkan terapi radiasi adjuvant untuk kulit dada setelah mastektomi, Anda mungkin memiliki lebih banyak risiko untuk melakukan rekonstruksi implan payudara.

Prosedur implan payudara juga dapat menyulitkan terapi radiasi. Implan mungkin perlu dikempiskan. Risiko komplikasi juga akan semakin tinggi. Kulit dan jaringan di bawahnya bisa menjadi lebih kencang, berubah warna dan bengkak karena terapi radiasi.

Rekonstruksi autologous atau operasi ‘flap’

Rekonstruksi autologus adalah prosedur besar dan membawa sejumlah kemungkinan komplikasi, seperti:

  • Perubahan sensasi di payudara
  • Membutuhkan operasi dan pengaruh anestesi yang lama
  • Membutuhkan waktu pemulihan yang lama
  • Penyembuhan luka yang buruk
  • Pengumpulan cairan (seroma)
  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Kematian jaringan (nekrosis) karena pasokan darah yang tidak mencukupi
  • Mati rasa pada jaringan pendonor
  • Hernia atau pelemahan dinding perut

Terapi radiasi yang dikirim ke kulit dan dinding dada dapat menimbulkan komplikasi selama penyembuhan jika diberikan setelah operasi rekonstruksi. Dokter dapat meminta Anda menunggu hingga terapi radiasi selesai sebelum melanjutkan ke rekonstruksi tahap kedua.

Bagaimana proses rekonstruksi payudara?

cara mencegah kanker payudara

Berikut merupakan proses rekonstruksi payudara menurut jenisnya:

Implan payudara

Prosedur ini dimulai dengan meletakkan implan saat mastektomi (rekonstruksi segera) atau setelah mastektomi (rekonstroksi tertunda). Prosedur ini sering kali membutuhkan beberapa kali operasi, sekalipun Anda memilih rekonstruksi segera.

Implan payudara merupakan cangkang silikon bundar atau berbentuk tetesan air mata yang diisi dengan air garam (saline). Sempat tidak dianjurkan karena masalah keamanan, implan gel silikon kini sudah dianggap aman.

Dokter bedah plastik menempatkan implan di belakang atau di depan otot dada Anda, Impan yang diletakkan di depan otot ditahan menggunakan jaringan khusus yang disebut matriks dermal acellular. Tubuh Anda mengganti jaringan ini dengan kolagen, seiring dengan berjalannya waktu.

Beberapa wanita dapat memasang implan payudara permanen pada saat prosedur mastektomi dilakukan. Namun, kebanyakan wanita membutuhkan proses dua tahap, yaitu menggunakan perluasan jaringan sebelum penempatan implan.

Rekonstruksi autologous atau operasi ‘flap’

Rekonstruksi payudara jenis ini menggunakan satu dari dua metode pembedahan di bawah ini:

Pedicled flap surgery

Dalam prosedur rekonstruksi payudara ini, dokter bedah memotong beberapa pembuluh darah ke jaringan untuk ditransfer, tetapi tetap menjaga pembuluh darah lainnya tetap utuh. Dokter kemudian akan menyalurkan jaringan di bawah kulit ke area dada. Setelahnya, dokter akan membuat gundukan di dada sebagai payudara baru atau saku untuk implan.

Free ‘flap’ surgery

Dalam prosedur ini, dokter bedah memutuskan jaringan sepenuhnya dari pembuluh darah dan menempelkannya kembali ke pembuluh darah di dekat dada Anda. Prosedur ini biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan pedicled flap surgery.

Apakah saya harus melakukan rekonstruksi payudara?

Keputusan ini sepenuhnya tergantung pada Anda. Diskusikanlah terlebih dahulu pada tim medis yang menangani Anda mengenai risiko tindakan ini.

Selain itu, Anda juga dapat berdiskusi dan meminta pendapat orang terdekat terkait pro dan kontra dalam rekonstruksi pada payudara.

Kapan saya harus melakukan rekonstruksi payudara?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ini adalah keputusan Anda. Anda bisa langsung melakukan rekonstruksi saat mastektomi (rekonstruksi segera) ataupun menundanya.

Namun, apabila Anda masih harus menjalani radiasi dan kemoterapi, biasanya rekonstruksi payudara akan ditunda sampai pengobatan yang Anda jalani tuntas.

Bahkan, pasien yang mengalami kanker payudara stadium tiga atau tumor pada payudaranya lebih dari 5 cm, dianjurkan untuk menunggu sedikitnya enam bulan atau satu tahun.

Apa yang terjadi jika saya tidak melakukan rekonstruksi payudara?

Melakukan rekonstruksi payudara atau tidak itu benar-benar tergantung individu masing-masing. Bila Anda lebih nyaman dan memilih untuk tidak melakukannya, tak ada masalah akan hal itu.

Anda tidak sendiri, ada banyak wanita yang merasa bahwa rekonstruksi pada payudara tidak perlu. Beberapa di antaranya beralasan bahwa mereka tak ingin kembali merasakan sakit akibat operasi pada payudaranya.

Jika Anda tidak ingin melakukan rekonstruksi payudara, jangan khawatir, Anda akan tetap bisa mendapatkan bentuk payudara yang indah dan tidak berbeda dengan wanita normal lainnya.

Anda dapat menggunakan protesa payudara, atau semacam payudara palsu yang terbuat dari silikon yang bisa dipasang pada bra Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 19, 2017 | Terakhir Diedit: Januari 31, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca