Mengobati Kanker Payudara Dengan Bantuan Kacang Kedelai

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Pada tahun 2011, kanker payudara bertanggung jawab atas kematian lebih dari 508 ribu wanita di dunia. Namun sekarang ini, dengan penanganan medis yang tepat serta dukungan makanan yang sehat, telah banyak pasien kanker payudara yang berhasil disembuhkan. Salah satu fakta yang baru-baru ini terungkap adalah ternyata kacang kedelai mampu mencegah serta mengobati kanker payudara.

Apa yang menyebabkan kacang kedelai mampu membantu pengobatan kanker payudara?

Kacang kedelai meningkatkan angka harapan hidup pasien kanker payudara

Kacang kedelai adalah sumber protein nabati yang biasanya diolah menjadi susu kedelai, tahu, atau tempe. Tidak sekadar sumber protein yang baik untuk membangun sel tubuh saja, tetapi kacang kedelai bisa digunakan untuk menunjang pengobatan pasien kanker payudara. Hal tersebut telah dibuktikan dalam penelitian yang dimuat dalam jurnal American Cancer Society, yang menyatakan bahwa kacang kedelai bisa mencegah bahkan meningkatkan angka harapan hidup dari pasien kanker payudara.

Penelitian ini melibatkan sebanyak 6.235 wanita yang didiagnosis mengalami kanker payudara dan diikuti perkembangannya selama 9 tahun. Selama masa penelitian, peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang pola makan mereka sehari-hari dan seberapa banyak makanan olahan kacang kedelai yang dimakannya.

Di akhir penelitian, ditemukan bahwa pasien kanker payudara yang mengonsumsi lebih banyak kacang kedelai dalam makanannya sehari-hari angka harapan hidupnya meningkat hingga 21%.

Kandungan dalam kacang kedelai yang bisa mengobati kanker payudara

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa zat isoflavon – zat yang terkandung di dalam kacang kedelai – berguna untuk mencegah kanker payudara memburuk. Zat isoflavon ini mampu untuk menghambat perkembangan sel kanker payudara dengan cara merangsang peningkatan hormon estrogen di dalam tubuh. Estrogen sendiri telah terbukti dalam berbagai studi ilmiah berperan penting dalam pengobatan kanker payudara.

Selain itu, isolfavon juga termasuk ke dalam kelompok antioksidan dan zat anti peradangan, sehingga sangat berguna untuk membantu mengobati kanker payudara. Antioksidan adalah zat yang mampu mencegah pembentukan radikal bebas yang bisa menyebabkan sel tubuh berkembang menjadi sel kanker.

Berapa banyak kacang kedelai yang harus dikonsumsi untuk bantu mengobati kanker payudara?

American Institute for Cancer Research menganjurkan untuk mengonsumsi setidaknya 1-2 porsi kacang kedelai per hari. Satu porsi kacang kedelai dan makanan olahannya setara dengan:

  • Sepertiga gelas kacang kedelai
  • Setengah kacang edamame
  • Satu gelas susu kedelai
  • Satu potong sedang tahu atau tempe

Beberapa studi lain juga mengungkapkan jika kacang kedelai dan semua makanan olahannnya mampu mencegah kanker payudara terjadi pada wanita yang berada di masa premenopause. Kacang kedelai dapat menjadi pilihan sumber protein yang baik, apabila Anda sedang membatasi protein hewani. Bentuk rantai protein yang dimiliki kedelai juga hampir sama seperti daging merah, yang merupakan sumber paling baik sebab mudah dicerna dan diserap untuk tubuh.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020