5 Perubahan Mungkin Terjadi Selama Menjalani Pengobatan Kanker Payudara

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Setelah didiagnosis kanker payudara, hidup Anda mungkin memang tidak akan lagi sama. Tapi, dengan mengetahui apa saja perubahan yang terjadi selama pengobatan kanker payudara, paling tidak hal tersebut akan membantu Anda menghadapi berbagai efek sampingnya. Apa saja perubahan yang mungkin dirasakan? Simak ulasannya dalam artikel ini.

Berbagai perubahan yang terjadi selama pengobatan kanker payudara

1. Perasaan jadi campur aduk 

Anda pasti akan mengalami beberapa tahap perubahan emosional setelah didiagnosis kanker payudara. Anda mungkin merasa kaget, sedih, marah, kecewa, bahkan hancur. Anda mungkin juga merasa takut akan masa depan karena Anda tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kehidupan Anda. Memiliki perasaan dan reaksi yang bercampur aduk ini sangatlah normal.

Anda memang membutuhkan waktu untuk memahami dan menerima kenyataan ini. Namun, jangan terlalu lama tenggelam dalam kesedihan Anda. Bangkitlah dan tetaplah berpikir positif. Jika Anda termasuk orang yang optimis, Anda pasti bisa melewati segala perubahan yang terjadi selama proses pengobatan.

Jangan sungkan untuk meminta bantuan orang-orang di sekitar Anda, terutama orangtua, pasangan, kerabat terdekat, dan para sahabat. Dukungan dari orang terdekat di sekitar Anda akan memberikan banyak stimulus yang positif selama pengobatan kanker payudara berlangsung.

2. Perubahan fisik

Efek samping pengobatan kanker payudara seperti kemoterapi dan radioterapi dapat menyebabkan beberapa perubahan fisik yang umumnya bersifat sementara dan bisa memudar seiring berjalannya waktu. Beberapa efek samping pengobatan kanker payudara yang paling sering muncul di antaranya:

  • Merasa mual
  • Kelelahan
  • Muncul sariawan atau sensasi perih dalam mulut
  • Pembengkakan di area yang terkena sinar radiasi
  • Perubahan warna kulit dan kuku menjadi lebih gelap
  • Rambut rontok
  • Kehilangan nafsu makan, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan berat badan secara drastis
  • Perubahan dalam mengartikan rasa dan bau
  • Gangguan siklus menstuasi
  • Mengalami gangguan tidur

3. Perubahan bentuk payudara

Payudara merupakan bagian penting dari identitas wanita. Tapi, operasi payudara akan menimbulkan beberapa perubahan dalam penampilan Anda. Tidak hanya menyebabkan bekas luka, operasi payudara juga akan membuat Anda kehilangan salah satu atau bahkan kedua payudara Anda, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada perubahan bentuk payudara Anda.

Bagi beberapa pasien, operasi lumpektomi menyebabkan meningkatknya rasa takut akan kekambuhan dan risiko depresi yang lebih besar, karena merasa tidak percaya diri dengan bentuk payudara setelah operasi. Tapi, Anda bisa mempertimbangkan melakukan rekonstruksi payudara dan prostesis payudara untuk membantu mengatasi perubahan bentuk payudara Anda selama pengobatan kanker payudara berlangsung. Konsultasikan ke dokter mengenai metode ini.

4. Masalah kesuburan

Pengobatan kanker payudara, terutama kemoterapi dan terapi hormonal juga bisa memberikan dampak pada kesuburan Anda. Banyak obat kemoterapi bisa mengurangi kadar estrogen dan menyebabkan menopause dini. Hal ini akan membuat Anda tidak subur selama sementara waktu atau bahkan permanen.

Itu sebabnya, bagi Anda yang mungkin belum menikah, yang sudah menikah dan ingin memiliki anak, atau yang sudah memiliki anak tapi masih harus menyusui, diskusikan masalah ini kepada dokter sebelum memulai pengobatan kanker payudara. Tanyakan tentang pilihan lain untuk menjaga kesuburan Anda.

Bagi wanita yang sudah melakukan tindakan pengangkatan satu payudara (mastektomi), Anda masih bisa menyusui dengan satu payudara lainnya. Namun, jika Anda menjalani mastektomi ganda, Anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk menggunakan alat pelengkap perawatan khusus untuk menyusui.

5. Perubahan kehidupan seks

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kanker payudara akan memengaruhi setiap aspek kehidupan Anda. Tidak terkecuali dalam kehidupan seksual. Mungkin nantinya Anda akan sulit untuk membangun romantisme dengan pasangan atau hubungan intim jangka panjang yang dilakukan selama perawatan kanker payudara.

Anda mungkin menginginkan keintiman dan kasih sayang bersama pasangan. Akan tetapi, perubahan hormon secara signifikan akan membuat Anda mengalami mood swing atau perubahan suasana hati yang tidak menentu, penurunan gairah seksual, kekeringan vagina, dan kelelahan. Sehingga, seks bersama pasangan mungkin akan menjadi tantangan yang lebih berat.

Bicarakan perubahan ini secara gambalang dan terbuka dengan pasangan terkait segala hal yang terjadi pada diri Anda. Selain itu, jangan sungkan untuk meminta bantuan ke dokter spesialis ginekologi atau para terapis dan konselor. Terkadang akan sulit bagi pasangan untuk berkomunikasi sendiri. Nah, terapis atau konselor akan membantu Anda untuk memulai percakapan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Perubahan Gairah Seksual yang Terjadi di Usia Paruh Baya

Faktor usia memang lazim memengaruhi perubahan gairah seksual seseorang sehingga berpotensi mengganggu keintiman bercinta.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020