Efek Samping Jangka Panjang Terapi Hormon untuk Kanker Payudara

Oleh

Terapi hormon berguna untuk mengurangi jumlah estrogen dalam tubuh. Beberapa terapi bahkan mampu mengubah hormon tingkat progesteron.

Efek samping dari terapi hormon tergantung pada obat yang digunakan selama pengobatan. Pasien akan mendapatkan efek samping dari terapi hormon karena terapi hormon dapat menurunkan kadar hormon dalam tubuh atau mampu menghentikan tubuh menggunakan hormon. Manfaat dan risiko dari terapi hormon yang diambil harus hati-hati dipertimbangkan terlebih dahulu karea meskipun jarang terjadi, efek jangka panjang terapi hormon dapat penyebabkan:

    • Pembekuan darah
    • Penipisan tulang
    • Perubahan pada penglihatan
    • Kanker rahim

Risiko pembekuan darah

Peningkatan risiko pembekuan darah dapat terjadi pada kaki ataupun paru-paru. Gejala umum dari pembekuan darah adalah nyeri, pembengkakan di sekitar area pembekuan, ditandai dengan adanya gumpalan yang hangat. Pasien akan mulai merasa sesak napas dan mengalami nyeri pada dada atau punggung. Jika pembekuan telah pindah ke paru-paru kemungkinan pasien akan mengalami batuk darah.

Penipisan tulang

Pasien akan lebih rentan terkena penipisan tulang atau osteoporosis jika memilih obat yang berfungsi menghalangi tubuh memproduksi estrogen. Biasanya ini merupakan efek jangka panjang dari penggunaan inhibitor aromatase. Sebelum memulai atau setelah melakukan pengobatan, kepadatan tulang harus diperiksa untuk mengetahui sejauh mana tingkat kekuatan tulang. Dokter akan menyarankan untuk tidak memilih inhibitor aromatase jika sudah ada tanda osteoporosis pada tubuh pasien.

Pasien mungkin akan diberikan resep kalsium dan vitamin D untuk membantu mengurangi efek  buruk pada tulang saat melakukan pengobatan inhibitor aromatase. Olahraga dapat membantu menurunkan risiko masalah tulang seperti jalan kaki ataupun berlari.

Penelitian telah menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi tamoxifen setelah menopause kemungkinan kecil akan memiliki masalah tulang dibandingkan wanita yang tidak memilih pengobatan tamoxifen. Tamoxifen dapat membantu mempertahankan kekuatan tulang sehingga dapat mencegah masalah tulang pada saat pengobatan kanker payudara.

Perubahan pada penglihatan

Meskipun sangat jarang terjadi, pengobatan tamoxifen dapat menyebabkan perubahan penglihatan. Beri tahu dokter jika adanya perubahan pada penglihatan dan jika diperlukan pemeriksaan mata harus dilakukan.

Kanker rahim

Tamoxifen hanya memberikan kemungkinan kecil pada risiko munculnya kanker rahim. Temui dokter jika Anda mengalami perdarahan yang abnormal. Jenis kanker rahim yang disebabkan oleh tamoxifen hampir selalu dapat disembuhkan.  Hormon yang digunakan dalam pengobatan kanker payudara tidak meningkatkan risiko kanker rahim. Manfaat tamoxifen yaitu pada kecilnya kemungkinan kanker datang kembali.

Jika pasien mengalami ketidaknyamanan dengan pengobatan yang dilakukan, maka konsultasikanlah pada dokter karena dokter akan menyarankan cara mengatasi ketidaknyamanan yang terjadi selama pengobatan. Pemberitahuan pada dokter akan membantu wanita untuk mengubah jenis pengobatan yang dilakukan.

Cobalah untuk terbuka dan berbicara dengan pasangan tentang perasaan dialami selama pengobatan. Meskipun sulit namun mengungkapkan perasaan yang dialami, ini tetap akan sangat membantu. Jika mengalami perasaan sedih ataupun tertekan, konseling dapat membantu meringankan perasaan tersebut. Kemungkinan dokter juga akan memberikan pengobatan untuk mengatasi kelelahan ataupun depresi.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca