5 Pilihan Pengobatan Kanker Payudara yang Biasa Direkomendasikan Dokter

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Cara mengobati kanker payudara akan ditentukan dokter setelah mempertimbangkan banyak hal, dari jenis kanker, keparahan stadiumnya, riwayat kesehatan Anda sebagai pasien, hingga hasil diagnosis serangkaian tes skrining. Berikut pilihan pengobatan kanker payudara yang biasa direkomendasikan dokter jika Anda telah didiagnosis kanker.

Pilihan cara dokter mengobati kanker payudara

proses kemoterapi kanker

Sebelum merekomendasikan pengobatan untuk kanker payudara, dokter biasanya akan lebih dulu mempertimbangkan:

  • Jenis kanker payudara yang dimiliki
  • Ukuran benjolan dan seberapa jauh kanker telah menyebar di dalam tubuh
  • Status protein HER2, estrogen, dan progesteron
  • Usia, apakah sudah menopause atau belum
  • Keinginan diri sendiri

Setelahnya, berikut berbagai pilihan cara medis untuk mengobati kanker payudara:

1. Operasi

Operasi biasa menjadi cara utama yang dipilih untuk mengobati kanker payudara.

Operasi akan mengangkat benjolan kanker yang ada di jaringan payudara maupun area sekitarnya untuk membantu meringankan gejala kanker stadium lanjut.

Operasi payudara terdiri dari dua jenis, yaitu:

Operasi konservasi payudara

Prosedur ini memiliki banyak nama lain mulai dari lumpektomi, kuadranektomi, mastektomi parsial, atau mastektomi segmental. Operasi ini dilakukan dengan mengangkat bagian payudara yang terkena kanker beserta sebagian kecil jaringan sehat di sekitarnya.

Lumpektomi biasanya disarankan untuk menghilangkan tumor kecil. Melalui operasi ini, kanker dapat diangkat tanpa mengambil terlalu banyak jaringan di sekitarnya. Seberapa banyak jaringan payudara yang diangkat tergantung pada ukuran, lokasi tumor, dan faktor lainnya.

Keuntungan utama dari prosedur ini yaitu jaringan payudara tidak hilang sepenuhnya. Namun, terkadang memang masih dibutuhkan radiasi tambahan untuk memastikan sel kanker tak lagi tersisa.

Mastektomi

Ada dua jenis mastektomi yaitu sederhana dan radikal. Mastektomi sederhana atau disebut juga parsial adalah pengangkatan semua jaringan payudara termasuk kulit, jaringan lemak, lobulus, dan pembuluh.

Sedangkan mastektomi radikal atau total adalah prosedur yang dilakukan dengan mengangkat otot dinding dada dan sekeliling kelenjar getah bening di ketiak.

2. Radiasi

Terapi radiasi dilakukan menggunakan sinar-X bertenaga tinggi yang ditargetkan membunuh sel-sel kanker.

Terapi radiasi (radioterapi) dapat diberikan dalam dua bentuk. Pertama, external beam radiation dengan mesin X-ray. Kedua, internal seed radiation yang ditanam di sebelah lokasi tumor menggunakan jarum atau kateter.

Radiasi kerap digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker yang lolos atau tidak terangkat saat operasi. Maka selain mengobati kanker yang sedang diderita, terapi ini bisa juga mengurangi risiko kekambuhan penyakit di masa depan.

Terapi radiasi akan teratur diberikan pada wanita yang masih berisiko tinggi setelah menjalani mastektomi. Radiasi juga digunakan jika:

  • Ukuran tumor lebih dari 5 cm
  • Kanker menyebar ke kelenjar getah bening
  • Tumor menyerang otot dada

Dengan catatan, radioterapi baru boleh dimulai sekitar satu bulan setelah operasi. Selanjutnya, terapi radiasi akan diberikan secara rutin setiap sehari selama dua bulan.

Terapi radiasi biasanya juga akan ditunda sementara jika kemoterapi merupakan bagian dari rencana pengobatan kanker payudara Anda. Terapi radiasi baru akan boleh dimulai saat kemoterapi selesai dan Anda sudah benar-benar pulih dari efek samping kemo.

Di luar itu, terapi radiasi akan terus dilakukan dan tidak ditunda jika Anda menggunakan terapi hormon sebagai pengganti kemoterapi.

Terapi radiasi memiliki efek samping jangka pendek seperti payudara bengkak dan kelelahan. Kulit di area yang disinari juga rentan terbakar matahari (kemerahan, mengelupas, dan menggelap). Oleh karena itu, dokter biasanya meminta Anda untuk menghindari paparan sinar matahari sementara waktu agar tidak memperburuk kondisi kulit.

Perubahan sensitivitas kulit biasanya akan membaik dalam beberapa bulan setelah terapi. Sementara perubahan pada jaringan payudara umumnya akan hilang dalam 6-12 bulan atau lebih lama.

3. Kemoterapi

Kemoterapi mungkin adalah cara mengobati kanker payudara yang paling banyak dikenal.

Kemoterapi adalah metode pengobatan kanker payudara menggunakan obat-obatan yang diracik khusus untuk membunuh sel kanker. Hingga saat ini ada ratusan obat kemoterapi yang telah disetujui oleh FDA dan aman digunakan sebagai pengobatan kanker payudara.

Obat-obatan kanker biasanya akan disuntikkan langsung ke pembuluh darah (intravena) atau diminum dengan air. Terkadang, obat juga disuntikkan langsung ke dalam cairan sumsum yang mengelilingi otak dan tulang belakang. Obat-obatan ini akan masuk dan menyebar melalui aliran darah untuk mencapai sel kanker yang ada di tubuh.

Bagi penderita kanker payudara dini, kemoterapi mampu mengurangi risiko kekambuhan serta memperpanjang kelangsungan hidup.

Kemoterapi tidak hanya efektif menghancurkan sel-sel kanker pada payudara, tapi juga yang ada di darah atau bagian tubuh lainnya. Kemoterapi yang dilakukan setelah operasi biasanya juga dapat menurunkan risiko kanker payudara muncul kembali.

Kemoterapi akan membantu membunuh sel kanker yang tertinggal atau menyebar tetapi tidak terlihat pada tes pencitraan. Sebab jika sel ini dibiarkan tumbuh, tumor baru akan terbentuk di tempat lain.

Selain itu, kemoterapi juga kerap digunakan sebagai cara untuk mengobati kanker payudara yang terlalu besar dan tidak bisa langsung diangkat dengan operasi. Ketika diberikan sebelum operasi, kemoterapi dapat mengecilkan ukuran tumor yang terlalu besar sehingga membuat operasi berjalan lebih mudah.

Namun demikian, ada banyak kelemahan kemoterapi, dari mulai risiko jangka pendek, efek samping yang parah, hingga kemungkinan adanya komplikasi jangka panjang dan kemunculan penyakit lain. Berbagai efek samping yang biasanya muncul dari pengobatan kanker payudara ini yaitu:

  • Rambut rontok
  • Kuku lebih rapuh
  • Luka pada mulut
  • Nafsu makan menghilang sehingga berat badan turun drastis
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Lebih mudah infeksi karena sel darah putih rendah
  • Lebih mudah memar atau mengalami perdarahan karena trombosit rendah
  • Kelelahan karena sel darah merah rendah

Meski efek sampingnya banyak, sebagian besar pasien dan dokter mengaku manfaat jangka panjang dari kemoterapi biasanya lebih besar daripada risikonya. Efek samping kemo biasanya juga akan hilang setelah perawatan selesai.

4. Terapi target

Dokter akan menganjurkan terapi target jika sel-sel kanker payudara menunjukkan HER2/neu (perubahan genetik yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker).

Terapi target adalah cara mengobati kanker payudara dengan membunuh sel kanker tanpa merusak sel sehat di sekitarnya. Inilah yang membedakan terapi target dengan kemoterapi. Obat-obatan kemoterapi bisa mengenai sel sehat di sekitar sel kanker, sementara terapi target tidak.

Obat-obatan terapi target dirancang khusus untuk memblokir pertumbuhan dan penyebaran sel kanker yang terlokalisir.

Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk terapi target, yaitu:

Trastuzumab (Herceptin)

Trastuzumab adalah antibodi monoklonal untuk mengobati kanker payudara stadium awal dan akhir.  Obat biasanya diberikan selama 6 bulan hingga setahun, sebelum atau sesudah operasi. Obat biasanya disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah.

Pertuzumab (Perjeta)

Pertuzumab adalah antibodi monoklonal yang bisa dikombinasikan dengan trastuzumab dan kemo. Pemberian obat ini bisa sebelum operasi untuk mengobati kanker payudara stadium awal atau untuk mengobati kanker payudara stadium lanjut. Obat ini juga biasanya langsung disuntikkan ke dalam pembuluh vena.

Ado-trastuzumab emtansine (Kadcyla atau TDM-1)

Obat ini digunakan sebagai pengobatan kanker payudara stadium lanjut pada wanita yang telah diberikan obat trastuzumab dan kemoterapi. Sama dengan yang lain, obat ini langsung disuntikkan ke dalam vena.

Lapatinib (Tykerb)

Berbeda dengan obat sebelumnya, Lapatinib adalah pil yang diminum setiap hari sebagai cara mengobati kanker payudara stadium lanjut. Obat biasanya dapat digunakan bersama obat kemoterapi tertentu, yaitu trastuzumab atau obat terapi hormon.

Neratinib (Nerlynx)

Sama seperti lapatinib, obat ini biasanya diminum setiap hari. Neratinib digunakan untuk mengobati kanker payudara stadium awal setelah wanita menyelesaikan satu tahun dosis trastuzumab. Ya. Obat ini memang biasanya diresepkan selama satu tahun.

Baik itu lapatinib, neratinib, dan pertuzumab bisa menyebabkan diare. Selain itu, lapatinib dan neratinib juga bisa menyebabkan kulit tangan dan kaki menjadi sakit, merah, melepuh, dan mengelupas. Efek samping terapi target untuk kanker payudara HER2-positif sering kali masih bisa ditolerir.

Namun jika Anda sedang hamil, ada baiknya untuk tidak menggunakan obat ini. Obat-obatan ini cukup berbahaya karena bisa menyebabkan kematian janin di dalam kandungan. Maka, selalu konsultasikan ke dokter saat Anda diresepkan obat baru.

5. Terapi hormon

Beberapa jenis kanker payudara dipengaruhi oleh kadar hormon dalam darah. Sel-sel kanker payudara ER-positif dan PR-positif memiliki reseptor (protein) yang menempel pada estrogen untuk membantunya tumbuh. Untuk kanker payudara jenis ini, terapi hormon menjadi cara mengobati yang paling tepat.

Terapi hormon adalah bentuk terapi sistemik. Dengan kata lain, obat bisa masuk ke dalam sel kanker di semua bagian tubuh termasuk payudara.

Terapi hormon biasanya sering digunakan setelah operasi sebagai prosedur pengobatan tambahan untuk kanker payudara. Terapi ini membantu mengurangi risiko kembalinya kanker setelah dioperasi. Namun, terapi hormon juga umum diberikan sebelum operasi dimulai.

Biasanya terapi ini akan berlangsung paling tidak selama 5 tahun sebagai cara mengobati kanker payudara. Terapi hormon kerap digunakan untuk mengobati kanker yang muncul kembali setelah perawatan atau menyebar ke bagian tubuh lain.

Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menjaga estrogen agar tidak membantu sel kanker untuk tumbuh dan berkembang. Terapi ini punya efek samping yang berbeda-beda sesuai dengan jenis obat yang diberikan. Secara umum, efek samping yang biasanya muncul yaitu:

  • Mood atau suasana hati yang mudah berubah
  • Hot flashes atau sensasi panas dari dalam tubuh
  • Vagina kering dan sering mengalami keputihan
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Sakit atau ngilu pada tulang
  • Nyeri di area bekas suntikan

6. Imunoterapi

Imunoterapi adalah cara mengobati kanker payudara menggunakan obat yang merangsang sistem imun mengenali dan menghancurkan sel kanker.

Normalnya sistem imun bekerja melawan mikroorganisme asing penyebab penyakit. Namun, sel kanker dapat menipu sistem kekebalan tubuh agar tidak menyerangnya.

Nah, obat imunoterapi membantu mengembalikan respon sistem kekebalan tubuh terhadap sel kanker payudara. Dengan begitu, sel kanker akan tetap dianggap sebagai zat asing yang berbahaya dan perlu diberantas.

Contoh obat untuk imunoterapi kanker payudara adalah atezolizumab (Tecentriq) yang menargetkan PD-L1. PDL-L1 adalah protein yang ditemukan pada beberapa sel tumor dan sel imun. Memblokir protein ini membantu meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh terhadap sel kanker payudara. Nantinya, tumor akan mengecil dan pertumbuhannya  semakin melambat.

Obat ini biasanya dapat digunakan sebagai bagian dari perawatan pertama pada sebagian wanita. Atezolizumab diberikan lewat infus di pembuluh darah setiap 2 minggu. Selain itu, atezolizumab dapat digunakan bersama dengan Abraxane (paclitaxel terikat-albumin) untuk pengidap kanker payudara triple negative stadium lanjut yang tumornya menghasilkan protein PD-L1.

Meski efektif, atezolizumab memiliki efek samping seperti kelelahan, batuk, mual, hilang nafsu makan, sembelit, dan diare. Kadang juga, obat ini justru menghapus kendali sistem kekebalan tubuh sehingga imun justru mulai menyerang bagian tubuh yang sehat. Efek samping yang ini dapat memicu masalah serius dan mengancam jiwa.

Maka jika saat mengonsumsi atezolizumab Anda merasakan berbagai efek samping baru, segera konsultasi ke dokter. Jika efek sampingnya ternyata membahayakan tubuh, dokter akan mengubah pengobatan dengan mencarikan alternatifnya. Kortikosteroid dosis tinggi biasanya diberikan untuk menekan sistem kekebalan tubuh Anda.

Berapa lama Anda butuh menjalani pengobatan kanker payudara?

efek samping jangka panjang pengobatan kemoterapi

Lamanya pengobatan untuk kanker payudara sangat bervariasi pada tiap orang. Pasalnya, kondisi tubuh, toleransi obat, dan keparahan kondisi masing-masing orang berbeda. Oleh karena itu, berapa lama pastinya pengobatan akan berlangsung tidak bisa ditentukan di awal.

Hal yang perlu diingat yaitu selalu ikuti anjuran, saran, perintah, dan rekomendasi dokter selama menjalani pengobatan kanker payudara. Jangan mengurangi atau melewatkan obat yang seharusnya di minum setiap hari.

Jika dokter memberikan pantangan tertentu, Anda perlu menurutinya. Tidak menuruti apa kata dokter bisa menghambat proses penyembuhan. Akibatnya, pengobatan bisa semakin lama dan kondisi Anda pun bisa menurun.

Periksakan diri secara rutin ke dokter sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Jangan sungkan untuk menceritakan perkembangan kondisi Anda selama menjalani pengobatan yang dipilihkan dokter.

Misal, jika Anda merasa efek samping obat tertentu terlalu berat sehingga mengganggu aktivitas, mintalah saran dokter mengenai alternatifnya. Hal ini juga membantu dokter untuk bisa memantau kondisi Anda secara berkala dan melihat kemajuan pengobatan kanker payudara.

Kadang satu cara mengobati kanker payudara belum tentu cocok dan langsung manjur untuk beda orang. Oleh karena itu, masukan atau feedback dari Anda sangat dibutuhkan untuk kelancaran pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca