6 Pilihan Pengobatan Kanker Payudara yang Biasa Direkomendasikan Dokter

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Terdapat beberapa cara mengobati kanker payudara. Pilihannya akan ditentukan dengan mempertimbangkan banyak hal, seperti jenis kanker payudara yang diderita, stadium perkembangan kanker, penyebarannya, riwayat kesehatan, hingga hasil serangkaian tes skrining. Berikut ini adalah pilihan pengobatan kanker payudara yang umum diberikan.

Cara mengobati kanker payudara

proses kemoterapi kanker

Sebelum merekomendasikan jenis pengobatan yang tepat untuk kanker payudara, dokter biasanya akan lebih dulu mempertimbangkan:

  • Jenis kanker payudara yang dimiliki
  • Ukuran benjolan dan seberapa jauh kanker telah menyebar di dalam tubuh
  • Status protein HER2, estrogen, dan progesteron
  • Usia, apakah sudah menopause atau belum
  • Keinginan diri sendiri

Beberapa cara mengobati kanker payudara yang bisa direkomendasikan dokter, antara lain:

1. Operasi

Operasi biasa menjadi cara utama yang dipilih untuk pengobatan kanker payudara.

Dalam mengobati kanker payudara, operasi dilakukan dengan cara mengangkat benjolan yang ada di jaringan payudara maupun area sekitarnya untuk membantu meringankan gejala kanker stadium lanjut.

Operasi sebagai cara mengobati kanker payudara terdiri atas dua jenis, yaitu:

Operasi konservasi payudara

Cara mengobati kanker payudara jenis ini ini memiliki banyak nama lain, mulai dari lumpektomi, kuadranektomi, mastektomi parsial, atau mastektomi segmental.

Pengobatan kanker payudara yang satu ini dilakukan dengan mengangkat bagian payudara yang terkena kanker beserta sebagian kecil jaringan sehat di sekitarnya.

Lumpektomi biasanya disarankan untuk menghilangkan tumor kecil. Melalui cara mengobati ini, kanker payudara dapat diangkat tanpa mengambil terlalu banyak jaringan di sekitarnya.

Seberapa banyak jaringan payudara yang diangkat biasanya juga akan tergantung pada ukuran, lokasi tumor, dan faktor lainnya.

Keuntungan utama dari pengobatan kanker payudara ini, yaitu jaringan payudara tidak hilang sepenuhnya.

Terkadang, radiasi tambahan juga diperlukan untuk memastikan sel kanker tak lagi tersisa.

Mastektomi

Mastektomi juga menjadi salah satu cara mengobati kanker payudara yang kerap direkomendasikan. Prosedur ini terdiri atas 2 cara, yaitu sederhana dan radikal.

Mastektomi sederhana (parsial) adalah cara mengobati kanker payudara dengan mengangkat semua jaringan payudara termasuk kulit, jaringan lemak, lobulus, dan pembuluh.

Sementara itu, cara mengobati kanker payudara dengan mastektomi radikal atau total adalah prosedur yang dilakukan dengan mengangkat otot dinding dada dan sekeliling kelenjar getah bening di ketiak.

2. Radiasi

pengobatan kanker dengan radiasi

Terapi radiasi dilakukan menggunakan sinar-X bertenaga tinggi yang ditargetkan membunuh sel-sel kanker.

Mengobati kanker payudara dengan cara terapi radiasi (radioterapi) dapat diberikan dalam dua bentuk. Pertama, external beam radiation dengan mesin X-ray. Kedua, internal seed radiation yang ditanam di sebelah lokasi tumor menggunakan jarum atau kateter.

Radiasi kerap digunakan sebagai cara mengobati dengan menghancurkan sel-sel kanker payudara yang lolos atau tidak terangkat saat operasi. Maka, selain mengobati kanker yang sedang diderita, cara ini bisa juga mengurangi risiko kekambuhan penyakit di masa depan.

Cara mengobati kanker payudara dengan terapi radiasi akan teratur diberikan pada wanita yang masih berisiko tinggi setelah menjalani mastektomi.

Dokter juga akan merekomendasikan radiasi, jika:

  • Ukuran tumor lebih dari 5 cm
  • Kanker menyebar ke kelenjar getah bening
  • Tumor menyerang otot dada

Radioterapi baru boleh dimulai sekitar satu bulan setelah operasi. Selanjutnya, terapi radiasi akan diberikan rutin setiap sehari selama dua bulan.

Cara mengobati kanker payudara dengan terapi radiasi biasanya akan ditunda jika Anda juga berencana menjalani kemoterapi.

Pengobatan kanker payudara dengan radiasi baru boleh dimulai saat kemoterapi selesai dan Anda sudah benar-benar pulih dari efek samping kemoterapi.

Efek samping yang mungkin muncul dari cara mengobati kanker payudara dengan radiasi, antara lain payudara bengkak dan kelelahan. Kulit di area yang disinari juga rentan terbakar matahari (kemerahan, mengelupas, dan menggelap). Oleh karena itu, dokter biasanya meminta Anda untuk menghindari paparan sinar matahari sementara waktu agar tidak memperburuk kondisi kulit.

Perubahan sensitivitas kulit biasanya akan membaik dalam beberapa bulan setelah Anda melalui cara mengobati kanker payudara ini. Sementara, perubahan pada jaringan payudara umumnya akan hilang dalam 6-12 bulan atau lebih lama.

3. Kemoterapi

Kemoterapi obat batuk berdarah

Kemoterapi mungkin adalah cara mengobati kanker payudara yang paling banyak dikenal.

Cara mengobati kanker payudara yang satu ini menggunakan obat-obatan yang diracik khusus untuk membunuh sel kanker. Hingga kini, ada ratusan obat kemoterapi kanker payudara yang telah disetujui oleh FDA dan aman digunakan sebagai pengobatan kanker payudara.

Dikutip dari Cancer Research UK, cara mengobati kanker payudara dengan kemoterapi dilakukan dengan menyuntikkan obat langsung ke pembuluh darah (intravena) atau diminum dengan air.

Terkadang, obat juga disuntikkan langsung ke dalam cairan sumsum yang mengelilingi otak dan tulang belakang. Obat-obatan ini akan masuk dan menyebar melalui aliran darah untuk mencapai sel kanker yang ada di tubuh.

Bagi penderita kanker payudara dini, cara mengobati dengan kemoterapi mampu mengurangi risiko kekambuhan serta memperpanjang kelangsungan hidup.

Cara mengobati kanker payudara dengan kemoterapi juga bisa membawa efek samping, antara lain:

  • Rambut rontok
  • Kuku lebih rapuh
  • Luka pada mulut
  • Nafsu makan menghilang sehingga berat badan turun drastis
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Lebih mudah infeksi karena sel darah putih rendah
  • Lebih mudah memar atau mengalami perdarahan karena trombosit rendah
  • Kelelahan karena sel darah merah rendah

Meski efek sampingnya banyak, sebagian besar pasien dan dokter mengaku manfaat jangka panjang dari kemoterapi biasanya lebih besar daripada risikonya. Efek samping kemo sebagai pengobatan kanker payudara biasanya juga akan hilang setelah perawatan selesai.

4. Terapi target

obat arv retroviral untuk hiv aids

Dokter akan menganjurkan terapi target jika sel-sel kanker payudara menunjukkan HER2/neu (perubahan genetik yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker).

Terapi target adalah cara mengobati kanker payudara dengan membunuh sel kanker tanpa merusak sel sehat di sekitarnya. Inilah yang membedakan terapi target dengan kemoterapi. Obat-obatan kemoterapi bisa mengenai sel sehat di sekitar sel kanker, sementara terapi target tidak.

Obat-obatan dalam cara mengobati kanker ini dirancang khusus untuk memblokir pertumbuhan dan penyebaran sel kanker yang terlokalisir.

Obat-obatan yang biasanya digunakan sebagai cara mengobati kanker payudara dengan terapi target, yaitu:

  • Trastuzumab (Herceptin) – disuntikkan ke pembuluh vena, untuk stadium awal dan lanjut
  • Pertuzumab (Perjeta) – disuntikkan ke pembuluh vena, untuk stadium awal dan lanjut
  • Ado-trastuzumab emtansine (Kadcyla atau TDM-1) – disuntikkan ke pembuluh vena, untuk stadium lanjut
  • Lapatinib (Tykerb) – obat oral, untuk stadium lanjut
  • Neratinib (Nerlynx) – obat oral, untuk stadium awal setelah pengobatan kanker payudara dengan dosis trastuzumab

Cara mengobati kanker payudara dengan lapatinib, neratinib, dan pertuzumab bisa menyebabkan diare. Selain itu, lapatinib dan neratinib juga bisa menyebabkan kulit tangan dan kaki menjadi sakit, merah, melepuh, dan mengelupas. Efek samping terapi target untuk kanker payudara HER2-positif sering kali masih bisa ditolerir.

Namun jika Anda sedang hamil, ada baiknya untuk tidak menggunakan obat ini. Obat-obatan ini cukup berbahaya karena bisa menyebabkan kematian janin di dalam kandungan. Maka, selalu konsultasikan ke dokter saat Anda menentukan cara mengobati kanker payudara.

5. Terapi hormon

terapi hormon untuk pria

Beberapa jenis kanker payudara dipengaruhi oleh kadar hormon dalam darah. Sel-sel kanker payudara ER-positif dan PR-positif memiliki reseptor (protein) yang menempel pada estrogen untuk membantunya tumbuh. Untuk kanker payudara jenis ini, terapi hormon menjadi cara mengobati yang paling tepat.

Terapi hormon untuk kanker payudara adalah bentuk terapi sistemik. Dengan kata lain, obat bisa masuk ke dalam sel kanker di semua bagian tubuh termasuk payudara.

Terapi hormon biasanya sering digunakan setelah operasi sebagai prosedur pengobatan tambahan untuk kanker payudara.

Terapi ini membantu mengurangi risiko kembalinya kanker setelah dioperasi. Namun, terapi hormon juga umum diberikan sebelum operasi dimulai.

Cara mengobati kanker payudara yang satu ini bisa berlangsung paling tidak selama 5 tahun. Terapi hormon kerap digunakan untuk mengobati kanker yang muncul kembali setelah perawatan atau menyebar ke bagian tubuh lain.

Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menjaga estrogen agar tidak memicu pertumbuhan sel kanker.

Efek samping yang mungkin muncul akibat terapi hormon untuk pengobatan kanker payudara, yaitu:

  • Suasana hati yang berubah-ubah
  • Hot flashes atau sensasi panas dari dalam tubuh
  • Vagina kering dan sering mengalami keputihan
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Sakit atau ngilu pada tulang
  • Nyeri di area bekas suntikan

6. Imunoterapi

imunoterapi untuk kanker

Imunoterapi adalah cara mengobati kanker payudara menggunakan obat yang merangsang sistem imun untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker.

Normalnya, sistem imun bekerja melawan mikroorganisme asing penyebab penyakit. Namun, sel kanker dapat menipu sistem kekebalan tubuh agar tidak menyerangnya.

Nah, obat imunoterapi membantu mengembalikan respons sistem kekebalan tubuh terhadap sel kanker payudara. Dengan begitu, sel kanker akan tetap dianggap sebagai zat asing yang berbahaya dan perlu diberantas.

Contoh obat untuk imunoterapi kanker payudara adalah atezolizumab (Tecentriq) yang menargetkan PD-L1. PDL-L1 adalah protein yang ditemukan pada beberapa sel tumor dan sel imun.

Memblokir protein ini membantu meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh terhadap sel kanker payudara. Nantinya, tumor akan mengecil dan pertumbuhannya  semakin melambat.

Atezolizumab diberikan lewat infus di pembuluh darah setiap 2 minggu. Selain itu, atezolizumab dapat digunakan bersama dengan Abraxane (paclitaxel terikat-albumin) untuk pengidap kanker payudara triple negative stadium lanjut yang tumornya menghasilkan protein PD-L1.

Meski efektif, atezolizumab memiliki efek samping seperti kelelahan, batuk, mual, hilang nafsu makan, sembelit, dan diare. Kadang juga, obat ini justru menghapus kendali sistem kekebalan tubuh sehingga imun justru mulai menyerang bagian tubuh yang sehat. Efek samping yang ini dapat memicu masalah serius dan mengancam jiwa.

Maka jika saat mengonsumsi atezolizumab Anda merasakan berbagai efek samping baru, segera konsultasi ke dokter. Jika efek sampingnya ternyata membahayakan tubuh, dokter akan mengubah pengobatan kanker payudara dengan mencarikan alternatifnya. Kortikosteroid dosis tinggi biasanya diberikan untuk menekan sistem kekebalan tubuh Anda sebagai cara mengobati kanker payudara.

Pengobatan kanker payudara berdasarkan stadiumnya

gejala awal kanker payudara

Pengobatan kanker payudara dilakukan berdasarkan jenis dan stadiumnya. Hal ini dilakukan agar pengobatan tepat sasaran. Berikut penjelasan soal stadium kanker payudara dan tujuan pengobatannya.

Kanker payudara stadium 0

Jika sel-sel prakanker ditemukan dalam saluran susu, hal itu disebut kanker payudara non-invasif atau karsinoma duktal in situ (DCIS). Kanker payudara stadium 0 dapat menyebar ke luar saluran.

Pengobatan kanker payudara pada stadium ini dirancang untuk menghindarkan Anda dari kanker payudara invasif. Lumpektomi ditambah terapi radiasi cukup sebagai cara mengobati kanker payudara dalam banyak kasus.

Kanker payudara stadium 1

Stadium kanker payudara 1A berarti ada tumor primer berukuran 2 cm atau kurang di payudara dan kelenjar getah bening tidak terpengaruh. Pada stadium 1B, tidak ada tumor di payudara, atau lebih kecil dari 2 cm dan kanker ditemukan pada kelenjar getah bening aksila.

Keduanya dianggap stadium awal kanker payudara invasif. Cara mengobati kanker payudara ini mungkin adalah operasi atau terapi adjuvant.

Kanker payudara stadium 2

Kanker payudara stadium 2 juga terbagi jadi 2A dan 2B. Stadium 2A ditandai dengan tumor lebih kecil dari 2 cm dan telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya. Bisa juga ukuran tumor antara 2 dan 5 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening.

Stadium 2B berarti tumor adalah antara 2 dan 5 cm dan sudah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya, atau lebih besar dari 5 cm dan belum menyebar di luar payudara.

Anda mungkin akan memerlukan kombinasi cara mengobati kanker payudara dengan pembedahan, radiasi, kemoterapi, dan/atau terapi hormon.

Kanker payudara stadium 3

Kanker payudara stadium 3 dibagi menjadi tiga, yakni 3A, 3B, dan 3C.

Stadium kanker  payudara 3A berarti kanker telah menyebar hingga keempat sampai sembilan kelenjar getah bening aksila (ketiak), atau adanya pembesaran kelenjar getah bening mamaria interna. Tumor primer bisa berukuran apa saja.

Hal ini juga bisa berarti tumor lebih besar dari 5 cm, dan kelompok-kelompok kecil sel kanker ditemukan di kelenjar getah bening. Stadium 3A juga dapat mencakup ukuran tumor lebih besar dari 5 cm dengan keterlibatan 1-3 kelenjar getah bening aksila atau node dada.

Stadium 3B berarti tumor payudara telah menyerang dinding dada atau kulit. Bisa juga telah menyerang sampai sembilan kelenjar getah bening.

Stadium 3C berarti kanker ditemukan dalam 10 atau lebih kelenjar getah bening aksila, kelenjar getah bening di dekat tulang selangka, atau kelenjar mammary internal.

Pengobatan untuk stadium 3 kanker payudara mirip dengan stadium 2. Jika Anda memiliki tumor primer besar, dokter Anda dapat merekomendasikan kemoterapi untuk mengecilkannya sebelum operasi. Jika tidak, cara kemoterapi akan dilanjutkan setelah operasi untuk mengobati kanker payudara.

Terapi hormon akan diresepkan jika diperlukan. Pengobatan terapi radiasi mungkin akan diperlukan sebelum dimulai rekonstruksi untuk mengobati kanker payudara stadium 3.

Kanker payudara stadium 4

Stadium 4 menunjukkan bahwa kanker payudara telah menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh. Kanker payudara paling sering menyebar ke paru-paru, otak, hati, atau tulang.

Terapi sistemik agresif adalah salah satu pilihan cara mengobati kanker payudara.

Tergantung pada jenis kanker payudara, Anda mungkin akan melewati pengobatan dengan cara kemoterapi dan satu atau lebih terapi target untuk mengobati kanker payudara.

Jumlah dan lokasi dari tumor menentukan pilihan bedah Anda.

Berapa lama pengobatan kanker payudara?

efek samping jangka panjang pengobatan kemoterapi

Lama pengobatan kanker payudara sangat bervariasi pada tiap orang. Pasalnya, kondisi tubuh, toleransi obat, dan keparahan kondisi masing-masing orang berbeda.

Agar setiap cara mengobati kanker payudara yang diupayakan optimal, ingatlah untuk selalu mengikuti anjuran, saran, perintah, dan rekomendasi dokter selama menjalani pengobatan kanker payudara.

Jangan mengurangi atau melewatkan obat yang seharusnya di minum setiap hari.

Jika dokter memberikan pantangan tertentu sebagai cara mengobati kanker payudara, Anda perlu menurutinya. Tidak menuruti apa kata dokter soal cara mengobati kanker payudara bisa menghambat proses penyembuhan. Akibatnya, pengobatan kanker payudara bisa semakin lama dan kondisi Anda pun bisa menurun.

Periksakan diri secara rutin ke dokter sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Jangan sungkan untuk menceritakan perkembangan kondisi Anda selama menjalani pengobatan kanker payudara yang dipilihkan dokter, termasuk efek samping yang Anda rasakan.

Hal tersebut membantu dokter untuk bisa memantau kondisi Anda secara berkala dan melihat kemajuan pengobatan kanker payudara.

Kadang satu cara mengobati kanker payudara belum tentu cocok dan langsung manjur untuk beda orang. Oleh karena itu, masukan Anda sangat dibutuhkan untuk kelancaran pengobatan kanker payudara.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Januari 30, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca