9 Makanan Penyebab Jerawat yang Sebaiknya Anda Hindari

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Jerawat merupakan salah satu masalah kulit wajah yang dihadapi hampir seluruh orang di dunia. Sayang, tidak banyak yang sadar bahwa makanan dan minuman yang kita makan setiap hari ikut menjadi dalang di balik timbulnya jerawat. Cari tahu berbagai makanan penyebab jerawat di sini!

Apakah betul makanan dapat menyebabkan jerawat?

cara menghilangkan mengatasi jerawat

Jerawat umumnya berkembang ketika pori-pori di kulit tersumbat akibat sel kulit mati, bakteri, atau keduanya. Penyumbatan ini terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak minyak sehingga kulit mati dan kotoran mudah menempel. Pori-pori yang tersumbat dan meradang inilah yang kemudian tumbuh sebagai jerawat.

Sebenarnya, hubungan antara makanan dan jerawat itu sendiri belum dapat dipastikan. Bukti sejauh ini melaporkan beberapa makanan tertentu dapat memengaruhi hormon yang memicu peningkatan produksi sebum atau minyak.

Selama pubertas tubuh memproduksi lebih banyak hormon yang disebut insulin-like growth factor 1 (IGF-1). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa IGF-1 bisa meningkatkan produksi minyak dan memperburuk gejala jerawat.

Selain itu, makanan tertentu juga bisa meningkatkan kadar IGF-1. Oleh karenanya, sebagian makanan bisa jadi penyebab jerawat saat dikonsumsi. Untuk menghindarinya, Anda perlu mengenali terlebih dahulu makanan apa saja yang paling sering menyebabkan jerawat.

Berbagai makanan yang bisa jadi penyebab jerawat

cokelat menyebabkan jerawat

Beberapa jenis makanan di bawah ini mungkin favorit Anda, tapi diam-diam ternyata dapat menjadi penyebab jerawat.

1. Makanan dan minuman tinggi karbohidrat olahan serta gula

Orang yang berjerawat cenderung banyak makan makanan yang mengandung karbohidrat olahan dan gula. Makan makanan yang mengandung karbohidrat olahan dan gula dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin. Ini karena makanan kaya gula dan karbohidrat cenderung masuk ke dalam darah dengan sangat cepat.

Artinya makanan ini punya indeks glikemik yang tinggi. Makanan dengan indeks glikemik yang tinggi bisa membuat tubuh memproduksi lebih banyak insulin untuk menurunkan gula darah.

Proses ini kemudian memengaruhi hormon lain yang bisa meningkatkan produksi minyak di kulit. Ketika produksi minyak di kulit berlebihan, jerawat pun bisa muncul dengan mudahnya.

Adapun berbagai makanan dan minuman yang kaya gula dan karbohidrat yaitu:

  • Nasi putih
  • Minuman kemasan
  • Pasta yang terbuat dri tepung terigu
  • Roti putih
  • Sereal instan
  • Kue
  • Permen
  • Soda

Makanan olahahan juga termasuk makanan yang cenderung tinggi gula sehingga memiliki indeks glikemik yang tinggi. Oleh karena itu, batasi konsumsinya.

2. Susu

Beberapa penelitian telah menemukan bahwasusu adalah salah satu makanan penyebab jerawat khususnya pada remaja.

Penelitian yang terdapat dalam Journal of The European Academy Of Dermatology And Venereology menemukan buktinya. Orang dewasa yang rutin mengonsumsi susu atau es krim empat kali lebih berisiko mengalami jerawat. Sayangnya, penelitian ini belum menyeluruh dan masih difokuskan pada remaja dan dewasa. 

Selain itu, penelitian juga hanya menunjukkan hubungan di antara keduanya, bukan alasan mengapa susu bisa menyebabkan jerawat.

Meski belum ada penelitian khusus yang membahas mengapa susu bisa menyebabkan jerawat, ada beberapa teori yang diajukan.

Susu dianggap dapat meningkatkan kadar insulin yang memperburuk keparahan jerawat. Susu sapi juga mengandung asam amino. Asam amino ini dapat merangsang hati untuk menghasilkan lebih banyak IGF-1, yaitu hormon yang terkait dengan pembentukan jerawat.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah ada jumlah atau jenis susu tertentu yang dapat memperburuk jerawat.

3. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji, seperti burger, nugget, hot dog, kentang goreng, soda, dan milkshake adalah makanan yang dapat meningkatkan risiko jerawat.

Dalam penelitian yang terbit di Journal Of The European Academy Of Dermatology And Venereology, analisis dilakukan pada lebih dari 5.000 remaja dan orang dewasa di  Cina.

Hasil penelitian menemukan bahwa makan makanan yang mengandung lemak tinggi berisiko menimbulkan jerawat sebesar 43 persen. Sementara rutin makan makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko membuat wajah berjerawat sebesar 17 persen.

Penelitian lainnya yang juga terdapat dalam Journal Of The European Academy Of Dermatology And Venereology menemukan bukti serupa. Studi yang dilakukan pada  2.300 pria Turki menemukan bahwa sering makan burger atau sosis dapat meningkatkan risiko terkena jerawat sebesar 24 persen.

Belum diketahui secara pasti mengapa makanan cepat saji bisa menyebabkan jerawat. Akan tetapi beberapa peneliti berasumsi bahwa makan makanan cepat saji mempengaruhi perubahan kadar hormon yang bisa memicu kemunculan jerawat.

Namun, penting untuk dicatat bahwa sebagian besar penelitian tentang makanan cepat saji hanya menunjukkan pola kebiasaan makan dan risiko jerawat. Bukan berarti makanan cepat saji adalah penyebab jerawat yang pasti setiap memakannya. Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak penelitian.

4. Makanan tinggi lemak omega-6

Makanan yang kaya omega-6 diduga jadi penyebab jerawat. Jagung dan minyak kedelai termasuk makanan yang kaya lemak omega-6.

Di negara barat, diet yang umumnya dilakukan terdiri dari lebih banyak omega 6 dan lebih sedikit omega 3. Sayangnya, ketidakseimbangan asam lemak omega-6 dan omega-3 ini mendorong tubuh mengalami peradangan. Akibatnya, kondisi ini dapat memperburuk keparahan jerawat .

Sebaliknya, suplemen dengan asam lemak omega-3 dapat mengurangi peradangan dan telah terbukti mengurangi keparahan jerawat. Namun, tentu saja diperlukan penelitian lanjutan untuk membuktikan hal ini.

5. Cokelat

Cokelat diduga kuat jadi salah satu makanan penyebab jerawat. Beberapa survei menemukan bahwa makan cokelat dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat. Akan tetapi hal ini tidak cukup untuk membuktikan bahwa cokelat menyebabkan jerawat.

Sebuah penelitian yang terbit dalam International Journal of Dermatology menemukan bahwa mengonsumsi dark chocholate 99 persen setiap hari rentan berjerawat. Jerawat tumbuh semakin banyak setelah dua minggu mengonsumsinya.

Penelitian lain juga menemukan bahwa laki-laki yang yang mengonsumsi bubuk kakao setiap hari memiliki jerawat lebih banyak setelah satu minggu mengonsumsinya. Perbandingan ini dilihat dari mereka yang hanya diberikan plasebo.

Namun, masih belum diketahui secara pasti mengapa makanan yang satu ini bisa menyebabkan jerawat. Akan tetapi dugaan kuatnya yaitu karena cokelat bisa meningkatkan reaktivitas sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri jerawat.

6. Whey protein

Whey protein adalah salah satu jenis protein yang banyak digunakan dalam makanan dan suplemen olahraga. Whey protein merupakan sumber yang kaya akan asam leusin dan glutamin.

Selain membantu meningkatkan massa otot pada atlet, whey protein ternyata juga bisa membuat sel-sel kulit tumbuh dan membelah dengan cepat. Akibatnya, proses ini bisa memicu tumbuhnya jerawat di wajah.

Selain itu, dilansir dari penelitian yang terbit dalam Milk And Milk Products In Human Nutrition, whey protein juga jadi salah satu makanan penyebab jerawat.

Ini karena whey protein dapat merangsang tubuh untuk menghasilkan insulin yang lebih tinggi. Kadar insulin yang terlalu tinggi inilah yang kemudian membuat jerawat jadi mudah berkembang.

Beberapa penelitian menemukan fakta ada hubungan antara konsumsi whey protein dan jerawat pada atlet pria yang mengonsumsinya. Selain itu, penelitian lain dalam jurnal Anais Brasileiros De Dermatologia  juga menemukan hubungan antara keparahan jerawat dan konsumsi suplemen whey protein.

Namun, tetap diperlukan penelitian lanjutan apakah whey protein memang jadi salah satu makanan yang pasti menyebabkan jerawat.

7. Lemak trans

Lemak trans biasanya berasal dari minyak sayur yang terhidrogenasi parsial. Lemak trans umumnya terdapat dalam makanan olahan mulai dari kue, keripik, biskuit, dan mentega.

Selain menyumbat pembuluh arteri di jantung, lemak trans juga bisa menyumbat pembuluh darah kecil di kulit. Selain itu, lemak trans juga bisa memicu peradangan yang bisa menumbuhkan jerawat di wajah.

Oleh karena itu, kurangi makan makanan olahan dan kemasan karena merupakan sumber lemak trans yang cukup kaya. Sebaiknya, konsumsilah berbagai sumber lemak sehat seperti yang terdapat dalam minyak zaitun, alpukat, atau kacang kenari.

8. Makanan tertentu di mana tubuh sensitif terhadapnya

Meski ada beberapa makanan yang terbukti menyebabkan jerawat, ternyata ada makanan tertentu yang mungkin tubuh sensitif terhadapnya, Sensitivitas ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali makanan sebagai ancaman. Akibatnya, sistem imun justru melancarkan serangan kekebalan terhadapnya.

Ketika hal ini terjadi, tubuh menghasilkan molekul pemicu peradangan yang cukup banyak dan beredar di seluruh tubuh. Hal ini membuat kondisi jerawat yang sudah ada semakin buruk dan bermunculan.

Makanan ini mungkin tidak memicu masalah pada orang lain tetapi pada tubuh Anda yang cenderung sensitif, makanan tersebut bisa jadi penyebab jerawat.

Untuk mengetahui makanan apa yang jadi pemicunya tentu tidaklah mudah. Cara terbaik untuk mengetahui makanan penyebab jerawat yaitu dengan melakukan diet eliminasi di bawah pengawas ahli diet atau spesialis gizi.

Diet eliminasi bekerja dengan membatasi sementara jumlah makanan dalam diet untuk menghilangkan pemicu dan mengurangi gejala. Kemudian secara perlahan dokter akan menambahkan kembali makanan sambil melihat gejala dan mencari polanya.

Pengujian sensitivitas makanan melalui mediator release testing (MRT) juga bisa membantu menentukan makanan mana yang menyebabkan peradangan. Hasil tes ini nantinya menjadi acuan untuk program diet selanjutnya.

Jeli dalam memilih makanan

makanan tidak sehat

Makanan tertentu bisa memicu jerawat, maka Anda perlu lebih jeli dalam memilih panganan yang akan dikonsumsi. Namun, bukan berarti Anda tak boleh sama sekali makan makanan ini.

Anda tentu saja boleh memakan makanan yang ada di daftar ini. Akan tetapi, perhatikan porsinya. Juga jangan terlalu banyak dan terlalu sering, terlebih jika Anda termasuk yang sensitif terhadapnya.

Agar jerawat tak terus bermunculan, ada baiknya untuk memperbanyak makan makanan sehat seperti  buah dan sayuran. Selain itu, coba ganti nasi putih dengan nasi merah yang punya indeks glikemik lebih rendah.

Anda juga bisa mulai mengurangi lemak jahat dengan mengonsumsi makanan minim proses. Ketimbang membeli makanan cepat saji, usahakan untuk memasak sendiri di rumah agar lebih sehat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca