5 Kesalahpahaman yang Mesti Diluruskan Demi Mencegah Darah Tinggi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tekanan darah tinggi bisa berakibat fatal jika terus dibiarkan. Terlebih, hipertensi umumnya tidak menunjukkan gejala sama sekali sehingga banyak yang terlambat mendapat pengobatan. Tidak sedikit pula mitos-mitos dan kabar burung menyesatkan seliweran di tengah masyarakat soal hipertensi, yang semakin membuat berbagai langkah pencegahan hipertensi jadi sia-sia.

Mengenal lebih jauh tentang kondisi ini bisa membantu Anda mendeteksi lebih dini setiap gejala yang mungkin timbul serta merancang cara mencegah hipertensi terjadi pada Anda atau orang terdekat Anda. Anda dapat memulai dengan mempelajari fakta yang benar dan yang salah tentang tekanan darah tinggi di artikel ini.

1. Tidak ada cara pencegahan hipertensi

Salah. Hipertensi bisa dihindari dengan cara yang tepat. Justru ketika Anda sudah terlanjur kena hipertensi, kondisi ini tidak bisa disembuhkan — hanya bisa dan harus dikendalikan seumur hidup agar tidak mengembangkan komplikasi hipertensi.

Ada banyak langkah pencegahan hipertensi yang bisa Anda Anda lakukan, seperti:

  • Jaga berat badan tetap sehat di ambang normal. Kombinasi pola makan sehat serta olahraga yang rutin adalah cara yang tepat untuk jaga berat badan ideal.
  • Pilih makanan yang bernutrisi dan rendah lemak, gula, dan garam.
  • Batasi konsumsi garam. Garam mengandung banyak natrium yang bisa bikin tekanan darah melonjak.
  • Batasi konsumsi alkohol.
  • Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
  • Berolahraga rutin. Berolahragalah setidaknya 30 menit sehari, 5 hari dalam seminggu. Berolahraga dapat meringankan stress dan menjaga berat badan Anda.
  • Hindari stress. Zat kimia yang diproduksi tubuh akibat stress dapat menyebabkan jantung berdebar lebih cepat dan kencang sehingga pembuluh darah menyempit.

Tanyakan pada dokter untuk saran dan bagaimana mencegah darah tinggi sesuai dengan kondisi kesehatan Anda saat ini.

2. Hipertensi tidak berbahaya

Salah. Hipertensi mendapat pamornya sebagai the silent killer alias diam-diam mematikan karena meski tidak menunjukkan gejala berarti, dalam jangka panjang tekanan darah tinggi dapat membunuh Anda.

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, jantung, ginjal, dan organ lainnya pada tubuh. Penyakit jantung dan stroke yang disebabkan oleh darah tinggi merupakan penyebab kematian utama di banyak negara dunia, termasuk Indonesia.

Maka, cepat-cepatlah menerapkan cara mencegah hipertensi sebelum mengalaminya agar tak berisiko kena penyakit kronis.

3. Asalkan salah satu angka bacaan tensi darah di rentang norma, tidak jadi masalah

Hasil bacaan pengukuran tekanan darah akan menampilkan dua angka yang dipisah dengan tanda pembagian (/). Contohnya: 120/80 mmHg. Angka yang disebut duluan disebut sebagai angka atas alias tekanan sistolik, merujuk pada jumlah tekanan di pembuluh arteri Anda selama otot jantung berkontraksi untuk memompa darah.

  • 119 ke bawah: normal
  • 120-129: prehipertensi
  • 130 ke atas: hipertensi

Sementara, angka di bawah disebut tekanan diastolik, yang merujuk pada tekanan darah saat otot sedang tidak bekerja,

  • 79 ke bawah: normal
  • 80 ke atas: hipertensi

Angka normal tekanan darah adalah di bawah 120/80 mmHg. Namun banyak orang lebih mementingkan angka sistolik dibanding diastolik. Padahal menurut para ahli, jantung dapat lebih mentolerir angka sistolik yang tinggi dibandingkan dengan angka diastolik yang tinggi.

Tekanan darah dapat berubah-ubah dalam sehari, tergantung pada banyak hal seperti aktivitas Anda, usia, dan waktu cek tensinya. Tekanan darah sistolik cenderung meningkat dan diastolik menurun seiring bertambahnya usia.

Namun jika salah satu angka pada tekanan darah Anda secara konsisten di atas normal, Anda perlu waspada. Anda dan dokter dapat merencanakan pengobatan tekanan darah tinggi atau prehipertensi sebelum terjadi sesuatu pada organ Anda.

Perbedaan tekanan darah

4. Sudah punya hipertensi pasti harus minum obat seumur hidup

Tidak selalu. Tidak semua orang pasti butuh minum obat hipertensi. Sebelum meresepkan obat untuk Anda, dokter harus benar-benar memastikan dulu apa yang jadi penyebab darah tinggi dan seberapa parah gejalanya.

Jika dokter menilai bahwa kondisi Anda masih bisa ditangani dengan perubahan gaya hidup sehat, misalnya dengan diet DASH dan rencana olahraga khusus hipertensi, maka Anda tidak akan dianjurkan minum obat. Dokter mungkin juga akan menyarankan Anda untuk berhenti merokok dan membatasi minum minuman keras.

5. Hipertensi tidak bisa sembuh

Benar. Hipertensi adalah kondisi permanen di mana tekanan darah terus-menerus tinggi. Meski sudah minum obat dan menjalani gaya hidup sehat, tekanan darah turun tak berarti hipertensi Anda sudah sembuh. Ini karena hipertensi bukanlah penyakit, namun suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit di dalam tubuh.

Meski begitu, pencegahan hipertensi bisa dilakukan untuk menjaga angka tekanan darah tetap normal supaya mencegah kondisinya kambuh makin parah. Justru jika Anda tidak disiplin menjalani pengobatan yang dianjurkan dokter, maka tekanan darah Anda akan semakin naik.

Faktanya, jika Anda bekerja sama dengan dokter untuk mendapat program yang komprehensif dalam menangani tekanan darah tinggi Anda, program dapat bekerja dengan efektif. Untuk memaksimalkan hasil, Anda dapat:

  • Memeriksa tekanan darah sesuai rekomendasi dokter
  • Mengikuti rencana pengobatan secara konsisten. Segera beri tahu dokter jika Anda mengalami masalah dengan rencana tersebut.
  • Menemui dokter secara rutin. Bawalah catatan tekanan darah Anda agar dokter dapat melihat perkembangan.
  • Mintalah informasi mengenai efek samping pengobatan pada dokter atau apoteker. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami masalah.

Mengenali tekanan darah dan bagaimana dampaknya pada kesehatan merupakan langkah pertama dalam pencegahan hipertensi, supaya Anda bisa tetap selalu sehat.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca