Hati-hati, Suncreen Juga Bisa Sebabkan Alergi! Ini 4 Gejala yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seiring dengan meningkatnya risiko kanker kulit akibat paparan sinar UV, sunscreen (tabir surya) menjadi salah satu rangkaian perawatan kulit yang wajib digunakan setiap hari. Sayangnya, tak semua orang bisa pakai sunscreen dengan aman. Ya, bagi sejumlah orang, bahan kimia yang terkandung dalam sunscreen justru dapat memicu reaksi alergi. Gejala alergi yang ditimbulkan dari tabir surya bisa berkisar dari ringan hingga parah.

Penyebab alergi sunscreen

Sama seperti alergi lainnya, alergi sunscreen bisa terjadi ketika Anda memiliki sensitivitas terhadap salah satu dari banyak bahan yang terkandung dalam tabir surya. Ya, beberapa orang mungkin memiliki reaksi terhadap pewangi, pengawet, penyerap UV, atau komponen lain yang terkandung dalam susncreen.

Menurut American College of Allergy, Asthma, dan Immunology, beberapa bahan kimia yang sering menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang di antaranya:

  • Oxybenzone
  • 4-isopropyl-dibenzoylmethane
  • PABA (para-aminobenzoic acid)
  • Ester
  • Avobenzone
  • Cinnamates

Gejala alergi sunscreen

cara mengecilkan pori pori wajah

Gejala alergi sunscreen dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa orang bisa memunculkan gejala alergi segera setelah menggunakan tabir surya. Sementara yang lain dapat mengalami reaksi beberapa hari atau bahkan bertahun-tahun setelah menggunakan produk sunscreen yang sama.

Secara umum, berikut gejala alergi tabir surya yang perlu Anda waspadai.

  • Ruam kemerahan di kulit
  • Kulit terasa gatal dan nyeri
  • Terjadi pembengkakan
  • Muncul lepuhan yang terisi cairan

Kadang-kadang, seseorang mungkin tidak akan mengalami reaksi alergi sampai tabir surya yang sudah dioleskan di kulitnya terkena sinar matahari. Jenis reaksi ini dalam istilah medis disebut dermatitis kontak fotoalergi.

Faktor risiko alergi sunscreen

alergi benzoil peroksida kulit kering gatal

Pada dasarnya, siapa saja bisa mengalami alergi sunscreen. Namun, ada sejumlah orang yang paling berisiko terkena alergi sunscreen, di antaranya:

  • Wanita, karena berbagai produk skin care atau kosmetik lebih banyak digunakan oleh wanita ketimbang pria.
  • Memiliki riwayat keluarga yang juga mengalami alergi sunscreen
  • Memiliki jenis kulit sensitif.
  • Memiliki riwayat penyakit dermatitis atopik.
  • Menerapkan sunscreen di kulit yang rusak atau terdapat luka terbuka.
  • Orang-orang yang bekerja di luar ruangan, seperti pekerja konstruksi dan petugas kebersihan jalan.

Cara mengatasi alergi sunscreen

salep obat bisul

Cara meredakan gejala alergi tabir surya sebenarnya sama dengan alergi kulit lainnya. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah segera hentikan pemakaian jika Anda memunculkan gejala alergi seperti yang sudah disebutkan di atas.

Dalam kasus yang ringan, ruam kemerahan di kulit bisa mereda dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Sementara dalam kasus sedang hingga berat, Anda mungkin memerlukan obat steroid oles atau oral untuk mengurangi peradangan dan reaksi lainnya. Obat antihistamin oral juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa gatal dan gejala alergi.

Akan tetapi, sebelum menggunakan berbagai obat-obatan tersebut, pastikan Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Jika Anda membeli obat obat bebas tanpa resep dokter, baca petunjuk pemakaian obat dengan teliti supaya risiko efek samping bisa dihindari.

Selain minum obat, Anda juga sebaiknya menghindari paparan sinar matahari untuk sementara waktu atau sampai kulit Anda benar-benar sembuh. Tergantung pada tingkat keparahannya, Anda mungkin membutuhkan beberapa hari untuk bisa pulih sepenuhnya.

Jangan ragu konsultasi ke dokter kulit

menghilangkan bekas jerawat

Alergi sunscreen jarang terjadi, namun jika Anda khawatir akan mengalaminya, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter kulit. Dokter mungkin akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan ada tidaknya reaksi alergi yang Anda munculkan terhadap bahan tertentu dalam produk sunscreen.

Jika setelah pemeriksaan ditemukan Anda positif mengalami alergi sunscreen, dokter akan memberikan rekomendasi produk sunscreen lain dengan bahan-bahan yang lebih aman digunakan untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Gatal-gatal dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan kapan obat oles atau salep berguna untuk mengatasi gatal-gatal karena jamur kulit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ternyata, masalah jerawat juga bisa muncul gara-gara kacamata yang Anda gunakan setiap hari. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/05/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Obat kudis tradisional dengan bahan-bahan alami dapat melengkapi pengobatan medis yang dilakukan sehingga penyakit kulit ini teratasi lebih cepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 21/05/2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . Waktu baca 6 menit
skin fasting adalah

Menilik Skin Fasting, Tren ‘Puasa’ Skincare agar Kulit Lebih Cantik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28/06/2020 . Waktu baca 5 menit
obat untuk infeksi jamur kulit

Cara Memilih Obat untuk Kulit yang Gatal Karena Infeksi Jamur Kulit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit