Kunci Mengatasi Masalah Sulit Tidur Pada Anak Dengan Autisme

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anak dengan autisme lebih sulit untuk tidur nyenyak ketimbang anak-anak lainnya. Bahkan, insomnia dialami oleh 40-80 persen anak yang memiliki autisme. Apa yang menyebabkan anak autisme susah tidur, dan apa yang harus dilakukan orangtua untuk membantu anak supaya bisa tidur lelap? Simak info lengkapnya di artikel ini.

Apa yang menyebabkan anak autisme susah tidur?

Ada banyak faktor yang berperan menyebabkan anak dengan autisme susah tidur nyenyak. Yang paling umum adalah gangguan produksi hormon melatonin yang memicu ngantuk.

Normalnya, kadar hormon melatonin meningkat pada malam hari dan turun pada siang hari. Namun pada anak dengan autisme yang terjadi justru sebaliknya. Produksi hormon melatonin dipengaruhi oleh asam amino tertentu dalam tubuh. Pada anak dengan autisme, kadar asam amino ini tidak seimbang sehingga produksi melatonin jadi lebih tinggi di siang hari dan turun drastis di malam hari. Akibatnya, siklus tidur mereka jadi berbeda dari kebanyakan anak.

Kekacauan jam biologis anak ini juga dapat diakibatkan oleh efek samping obat-obatan yang ia gunakan selama terapi autismenya. Beberapa obat untuk menangani autisme, ADHD, antidepresan, kortikosteroid, dan antikejang dapat menyebabkan anak insomnia.

Atau, hal ini bisa juga berasal dari rangsangan berlebihan yang anak terima tepat sebelum waktu tidur. Misalnya dari terlalu lama bermain, atau gejala restless leg syndrome atau sleep apnea yang bisa dialami oleh beberapa anak dengan autisme. Terlebih, anak-anak dengan autisme juga lebih sensitif terhadap rangsangan dari lingkungan sekitarnya, seperti suara atau sentuhan. Maka suara sekecil apapun atau sentuhan seringan apapun mudah membuat anak terbangun saat tidur dan sulit untuk kembali tidur.

Selain itu, anak dengan autisme juga lebih mudah merasa stres dan cemas dibandingkan anak-anak lainnya. Stres dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh yang membuat anak lebih waspada dan gelisah. Stimulasi yang berlebihan ini membuat anak merasa tidak ingin tidur.

Apa yang bisa orangtua lakukan untuk membantu anak dengan autisme tidur lebih nyenyak?

Setiap anak memerlukan waktu tidur yang berbeda-beda. Anak usia 1-3 tahun biasanya memerlukan tidur selama setidaknya 12-14 jam setiap harinya. Anak usia 4-6 tahun biasanya memerlukan tidur selama 10-12 jam setiap harinya. Anak usia 7-12 tahun biasanya memerlukan tidur selama 10-11 jam setiap harinya.

Untuk anak bisa memenuhi waktu tidur ini setiap malam, Anda harus menetapkan rutinitas tidur yang disiplin untuk anak. Anak dengan autisme cenderung suka dengan hal-hal yang sudah tertata, mereka suka dengan ketertiban, dan tidak suka jika rutinitas mereka tiba-tiba berubah.

Jadi, buatkan jam tidur dan bangun yang disiplin untuk anak setiap malam, misalnya pergi tidur pukul 8 malam dan bangun pukul 6 pagi. Teruslah berlakukan waktu ini bahkan di akhir pekan dan hari libur sekolah. Rutinitas ini membantu tubuh dan pikiran anak terbiasa untuk tidur dan bangun pada waktu yang ditentukan. Sebaiknya anak sudah bersiap-siap untuk tidur 30-60 menit sebelum waktunya tidur. Ini artinya, jika waktu tidur anak adalah pukul 8 malam, ia harus sudah selesai makan malam, mandi dan gosok gigi, minum susu, dibacakan dongeng, atau rutinitas tidur lainnya setidaknya pukul 7.45 malam.

Ciptakan suasana kamar tidur yang sejuk, gelap, dan sepi terbebas dari gangguan dan kekacauan (termasuk mainan, tv, dan gadget elektronik). Pastikan Anda menutup jendela dengan rapat, begitu juga dengan tirainya, agar ia tidak terbangun ketika ada cahaya yang masuk dari jendela atau hal lain yang bisa mengganggunya tidur. Anda juga bisa memasang karpet di lantai kamar tidurnya untuk meminimalisir suara langkah kaki ketika Anda berjalan masuk. Pastikan juga pintu kamarnya tidak ada deritan ketika dibuka atau ditutup.

Terakhir, jangan berikan anak Anda minuman manis, yang mengandung kafein, atau makanan yang mengandung gula sebelum tidur. Pastikan juga anak-anak mendapatkan cukup aktivitas fisik di siang hari sehingga mereka tidak memiliki energi yang berlebihan di malam hari.

Anak masih susah tidur juga, apa yang harus dilakukan?

Obat tidur amat sangat jarang, dan sebenarnya tidak direkomendasikan, untuk dijadikan solusi pertama jika anak autisme susah tidur. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika si kecil masih saja sulit tidur nyenyak.

Anda bisa mencatat pola tidur anak Anda selama seminggu untuk mengetahui sudah berapa jam ia tidur dan kapan tepatnya anak Anda tidur. Catat juga apa yang terjadi saat ia tidur termasuk mendengkur, perubahan pola pernapasan, gerakan yang tidak biasa, atau kesulitan bernapas. Hal ini dapat membantu Anda untuk memahami pola tidur anak. Catatan ini juga bisa Anda bawa ketika Anda pergi mengonsultasikan hal ini dengan dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

Lansia sering memiliki masalah tidur, terlihat mengantuk dan banyak tidur di siang hari. Kalaupun tidak tertidur, lansia sering menguap dan terlihat lesu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Membantu Anak Mengatasi Night Terror?

Night terror adalah gangguan tidur yang dialami oleh anak-anak. Lantas, bagaimana peran orangtua membantu anak mengatasi night terror?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Tips Membantu Anak dengan Autisme Menghadapi Karantina COVID-19

Karantina selama pandemi COVID-19 dapat menimbulkan stres dan rasa cemas, terutama pada anak dengan autisme. Ini cara membantu mereka.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 16/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sleep texting adalah

Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit
somniphobia

Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . Waktu baca 5 menit
bahan kimia kosmetik autisme

Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 3 menit