9 Penyebab Buang Air Besar (BAB) Berdarah, dari yang Umum Sampai Kondisi Serius

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/05/2020
Bagikan sekarang

Melihat feses yang berdarah saat BAB tentu membuat Anda merasa cemas dan khawatir. Cukup banyak pula orang yang berasumsi bahwa penyebab dari buang air besar berdarah pasti adalah masalah kesehatan serius. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Yuk, cari tahu apa saja kemungkinan penyebabnya di sini!

Penyebab buang air besar (BAB) berdarah

diare berhari hari

BAB berdarah adalah salah satu pertanda saluran pencernaan Anda sedang bermasalah. Anda mungkin menyadarinya ketika melihat tisu toilet yang bernoda merah setelah dipakai bersih-bersih, atau aliran air yang berwarna merah ketika membilas area bokong setelah beres BAB. Namun kadang, darah yang keluar pun tidak banyak sehingga Anda tidak menyadarinya.

Penting mengetahui apa penyebab buang air besar Anda karena dengan begitu dokter dapat menemukan pengobatan yang tepat sasaran. Anda juga bisa mengetahui BAB berdarah atau tidak dari tes darah feses okultisme alias fecal occult test.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang kemungkinan besar jadi penyebab buang air besar berdarah:

1. Wasir (ambeien)

Wasir adalah penyebab buang air besar berdarah yang paling umum. Penyakit yang disebut juga dengan ambeien ini terjadi akibat adanya pembengkakan dan peradangan akibat pelebaran pembuluh darah vena di daerah anus.

Salah satu gejala wasir, yakni sembelit yang menandakan feses padat dan keras dapat menggesek pembuluh yang membengkak. Akibatnya, akan ada darah pada feses.

Darah pada feses akibat wasir disebabkan oleh pola makan yang buruk, sering duduk dalam waktu lama, konsumsi alkohol berlebihan, dan kurang minum air putih juga bisa jadi penyebabnya.

2. Penyakit divertikulitis

Divertikula adalah tonjolan berbentuk kantung kecil pada lapisan usus bawah. Biasanya divertikula ini jarang menimbulkan masalah, namun ada kalanya terjadi perdarahan atau terinfeksi.

Selain menyebabkan feses berdarah, divertikulitis juga menimbulkan gejala lain, seperti demam, mual, muntah, dan sakit perut. Gejalanya akan semakin memburuk seiring waktu bila tidak segera diobati.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, penyebab buang air besar berdarah ini terjadi akibat kurang makanan berserat, genetik, kebiasaan merokok, dan kurang olahraga.

3. Anal fissure

Annal fissure adalah penyebab buang air besar berdarah karena sebuah robekan pada kulit anus, hal ini bisa menyakitkan karena kulit tersebut sangat sensitif. Biasanya darah yang keluar akan berwarna merah terang, tapi Anda tidak perlu khawatir karena perdarahan akan cepat berhenti dan sembuh sendiri dalam beberapa minggu saja.

Anda mungkin juga akan mengalami rasa ingin terus buang air besar, meski usus Anda sudah kosong. Penyebab BAB berdarah ini bisa terjadi akibat sembelit kronis yang tidak diobati dengan tepat.

4. Kolitis

Kolitis merupakan peradangan pada lapisan usus besar hingga rektum. Penyebab buang air besar berdarah yang paling umum terjadi adalah yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, bahkan sistem imun yang tidak bekerja secara normal.

Meskipun tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyebab BAB berdarah ini, beberapa obat-obatan dapat meringankan gejala sekaligus komplikasi.



5. Angiodysplasia

Angiodysplasia adalah penyebab buang air besar berdarah yang umum terjadi pada lansia. Penyebab BAB berdarah ini terjadi akibat penuaan dan kerusakan di pembuluh darah di sekitar usus yang membengkak.

Tanpa perawatan yang tepat, penyebab BAB berdarah ini bisa menyebabkan anemia, bahkan kematian karena tubuh kekurangan darah. Perawatan angiodysplasia biasanya mengharuskan pasien diopname dan menjalani proses pembedahan.

6. Tukak lambung

Tukak lambung adalah luka yang ada pada lapisan lambung atau duodenum – ujung atas usus kecil yang menyebabkan BAB berdarah. Kondisi ini bisa terjadi akibat infeksi yang disebarkan oleh bakteri Helicobacter pylori (H. pylori).

Selain itu, tukak lambung juga terjadi pada orang yang menggunakan obat antiperadangan dosis tinggi dalam jangka panjang, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen.

7. Polip usus yang berubah menjadi kanker

Polip merupakan penyebab BAB berdarah yang ditandai dengan adanya kutil jinak yang tumbuh dan berkembang menjadi kanker. Sebelum menjadi kanker, kondisi ini kadang tidak disadari.

Saat kutil sudah membesar dan menyebar barulah gejala bermunculan, salah satunya BAB berdarah. Gejala lain yang menyertai antara lain berat badan menurun, sakit perut tanpa penyebab yang jelas, dan sering mengalami diare atau sembelit.

8. Fistula ani

Fistula ani merupakan penyakit di mana terbentuknya saluran kecil antara akhiran usus (disebut juga lubang anus) sampai kulit di sekitarnya. Saluran kecil ini terbentuk ketika infeksi di dekat anus menimbulkan kumpulan nanah (abses).

Selain menyebabkan BAB berdarah, fistula ani juga menyebabkan kulit di sekitar anus terasa sakit saat Anda bergerak, disertai adanya cairan berbau.

9. Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual, seperti klamidia, gonorrhea, dan sifilis dapat menjadi penyebab BAB berdarah. Kemungkinan besar penyakit ini menyerang setelah Anda melakukan hubungan seks dengan orang yang terinfeksi lewat anus.

Selain BAB berdarah, gejala lain yang mungkin terjadi meliputi demam, rasa perih pada anus disertai munculnya lenting, dan ketidaknyamanan pada perut.

Gejala lain yang muncul selain BAB berdarah

diare dehidrasi berat

Ketika mengalami BAB berdarah, biasanya orang tidak menyadarinya dan tidak menunjukkan gejala apa-apa. Ada juga beberapa yang mengalami gejala lain, seperti muntah, sakit pada lambung, lemah, sulit bernapas, diare, palpitasi, pingsan, dan kehilangan berat badan.

Adanya gejala ini dapat menjadi petunjuk untuk diagnosis dokter mengenai penyebab BAB berdarah. Perlu digarisbawahi juga bahwa gejala yang muncul juga bergantung dengan seberapa berapa berat perdarahan yang terjadi.

Warna darah yang keluar pada feses juga berbeda-beda. Misalnya, darah warna merah terang atau cokelat yang keluar ketika buang air besar mengindikasikan adanya masalah pada saluran pencernaan seperti divertikulitis. Tingkat perdarahan yang tinggi pada saluran pencernaan dapat membuat tinja berwarna hitam.

Cara mendiagnosis penyebab BAB berdarah

Banyaknya penyebab buang air besar berdarah tentu membuat dokter perlu memeriksa kondisi Anda lebih lanjut. Selain menanyakan gejala yang Anda rasakan dan melihat riwayat kesehatan, dokter juga akan meminta Anda melakukan tes kesehatan.

Tes kesehatan yang direkomendasikan untuk menegakkan diagnosis penyebab buang air besar berdarah, antara lain:

Nasogastric lavage

Tes ini akan memberi tahu dokter apakah perdarahan ada di bagian atas atau bawah saluran pencernaan. Prosedurnya adalah mengambil isi lambung melalui tabung yang dimasukkan ke dalam lambung melalui hidung.

Esophagogastroduodenoscopy (EGD)

Prosedur yang dilakukan adalah dengan memasukkan endoskopi (atau tabung dengan kamera kecil). Cara ini dilakukan melalui mulut ke kerongkongan sampai pada lambung dan duodenum.

Kolonoskopi 

Prosedurnya hampir sama dengan EGD, namun tabung dimasukkan melalui rektum untuk melihat usus besar. Kolonoskopi dilakukan untuk mengumpulkan sampel jaringan untuk biopsi.

Enteroscopy

Hampir sama seperti kolonoskopi, hanya yang diuji adalah usus kecil. Pada beberapa kasus, endoskopi akan dimasukkan ke tubuh untuk melihat kondisi saluran pencernaan yang menjadi penyebab BAB berdarah.

Cara mengobati BAB berdarah

Ivermectin adalah obat

Ada beberapa teknik yang akan dokter gunakan dalam menghentikan BAB berdarah. Sering kali endoskopi dipakai untuk menginjeksikan bahan kimia pada titik perdarahan.

Pengobatan kemudian disesuaikan dengan penyebab BAB  berdarah untuk menghentikan kambuhnya pendarahan, tidak hanya menghentikan perdarahan saja.

Anda juga akan diberi antibiotik atau obat antiperadangan untuk mengatasi kolitis. Operasi mungkin juga dibutuhkan jika penyebab perdarahan adalah adanya polip pada usus yang berkembang menjadi kanker.

Guna menghindari BAB berdarah, Anda bisa mengonsumsi makanan kaya serat untuk mengatasi sembelit yang dapat memicu robeknya anus. Selain itu, penerapan gaya hidup yang sehat juga perlu dilakukan seperti berhenti merokok, olahraga rutin, dan menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020