home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Melena

Definisi|Tanda dan gejala|Penyebab|Faktor Risiko|Pengobatan|Pengobatan di rumah
Melena

Definisi

Apa itu penyakit melena (feses hitam)?

Melena adalah kondisi perdarahan saluran cerna atas atau di usus besar yang mengakibatkan warna feses menjadi kehitaman. Feses Anda kemungkinan juga akan mempunyai tekstur lengket, kering mengkilap, dan mengeluarkan bau busuk.

Seberapa umum penyakit ini?

Melena adalah kondisi yang umum dan dapat terjadi pada semua usia. Namun kebanyakan penyakit ini terjadi pada usia dewasa. Penyakit ini dapat dicegah dengan menurunkan faktor risiko Anda. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala melena (feses hitam)?

Melena adalah kondisi yang disebabkan oleh perdarahan dalam usus besar. Pertama-tama, gejala melena adalah adanya darah pada muntah atau pada feses.

Orang yang mengalami kondisi ini kemungkinan juga mengalami gejala kurang darah, seperti:

  • Kelelahan
  • Badan terasa lemah
  • Wajah pucat
  • Sesak napas

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala berikut ini:

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa yang menjadi penyebab melena (feses hitam)?

Melena adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh perdarahan parah di saluran pencernaan atas Anda. Perdarahan bisa disebabkan oleh:

Faktor Risiko

Risiko apa saja yang meningkatkan saya terkena melena (feses hitam)?

Ada beberapa faktor risiko yang membuat Anda rentan terkena penyakit ini. Berikut kondisi yang membuat Anda lebih mempunyai risiko terkena penyakit melena:

  • Penyakit divertikular (divertikulitis)
  • Kanker pada saluran pencernaan
  • Penyakit radang usus (Irritable Bowel Disease, penyakit Crohn, kolitis ulserativa),
  • Diare parah yang menular
  • Angiodysplasia
  • Polip
  • Wasir

Pengobatan

Apa saja pengobatan melena (feses hitam)?

Pengobatan melena tergantung pada hal apa yang menyebabkan feses Anda berwarna hitam. Berikut beberapa pengobatan yang akan diberikan oleh dokter:

Obat-obatan

Dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung Anda. obat-obatan ini dapat membantu apabila kondisi melena Anda disebabkan oleh maag. Anda mungkin juga memerlukan obat untuk mencegah aliran darah ke luka atau sobekan di usus.

Nantinya dokter Anda juga dapat membuat perubahan resep obat lain yang Anda gunakan apabila obat lain tersebut dapat memperparah kondisi melena Anda. Contoh obat resep yang mungkin diubah adalah obat NSAID dan obat pengencer darah.

Endoskopi

Endoskopi dapat digunakan untuk mengobati penyebab perdarahan Anda. Dokter dapat menggunakan panas endoskopi untuk menyatukan jaringan dalam pencernaan yang sobek. Pada kondisi ini, transfusi darah mungkin juga diperlukan jika Anda kehilangan banyak darah.

Operasi

Dokter akan melakukan operasi bedah apabila Anda mengalami perdarahan hebat dan perawatan seperti obat atau endoskopi tidak berhasil. Pembedahan dapat digunakan untuk memperbaiki robekan pada lapisan perut atau usus Anda.

Anda mungkin memerlukan juga operasi bedah untuk menghilangkan obstruksi atau tumor penyebab perdarahan di saluran pencernaan.

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Dikutip dari Mayo Clinic, dokter awalnya akan menggunakan beberapa tes untuk mendiagnosis melena. Selain itu, diagnosis juga dapat mengetahui penyebab yang mendasar.

Dalam kasus yang langka, dokter harus melakukan pembedahan untuk melihat seluruh usus kecil. Berikut adalah pemeriksaan yang mungkin dilakukan untuk mendiagnosis melena:

1. Esophagogastroduodenoscopy (EGD)

Ini adalah metode di mana sebuah tabung kecil yang dilengkapi dengan kamera dan cahaya dimasukkan ke mulut Anda dan perlahan turun ke kerongkongan. Ini akan membantu dokter Anda memeriksa adanya tanda-tanda perdarahan yang lebih tinggi di saluran pencernaan Anda.

2. Tes darah, feses, atau napas

Dokter Anda biasanya akan meminta tes feses, darah, atau napas dengan mengambil sampel feses, darah, atau menjadwalkan tes pernapasan untuk memeriksa tanda-tanda infeksi, termasuk yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori.

Tes darah dapat digunakan untuk memeriksa kadar oksigen dan zat besi di dalam darah Anda. Tes ini nantinya juga dapat menunjukkan seberapa baik proses pembekuan darah Anda.

3. Endoskopi

Endoskopi adalah prosedur yang digunakan untuk memeriksa sistem pencernaan bagian atas Anda. Endoskopi juga dapat mengambil sampel jaringan untuk diuji.

4. X-ray

Metode X-ray dapat menunjukkan di mana sumber perdarahan dalam pencernaan Anda Gambar-gambar hasil X-ray mungkin menunjukkan adanya robekan, obstruksi, atau tumor yang menyebabkan gejala melena.

5. Angiogram

Angiogram adalah metode yang dilakukan untuk mencari dan menghentikan pendarahan dari arteri. Cairan kontras atau obat akan disuntikkan ke dalam arteri dan sampel darah Anda akan diambil. Beri tahu dokter atau teknisi lab jika Anda pernah memiliki reaksi alergi terhadap cairan kontras.

Pengobatan di rumah

Pengobatan dan pencegahan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi melena (feses hitam)?

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah melena:

  • Jangan mengonsumsi obat NSAID atau aspirin. Obat-obatan ini dapat menyebabkan perdarahan gastrointestinal. Konsultasikan dengan dokter tentang obat sakit lain yang aman untuk Anda pakai
  • Jangan merokok, karena nikotin dapat merusak pembuluh darah. Minta bantuan, dokter, perawat atau terapis yang dapat membantu Anda dari kecanduan merokok. Rokok elektronik, atau vape sama dengan rokok karena masih mengandung nikotin.
  • Jangan minum alkohol atau minuman yang berkafein. Alkohol dan kafein dapat mengiritasi lapisan perut Anda. Lapisan perut atau usus Anda juga bisa rusak. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan Anda jika Anda perlu bantuan untuk berhenti minum alkohol
  • Pastikan Anda makan makanan sehat dan bergizi. Anda bisa mengonsumsi termasuk buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, daging tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan seperti lentil. Makanan sehat dapat membantu Anda dalam masa penyembuhan dan meningkatkan energi Anda.
  • Saat mengalami masalah pencernaan, biasanya dokter akan menganjurkan Anda minum minuman khusus yang bisa mempercepat masa penyembuhan. Ikuti saran dan resep dokter dalam hal seberapa banyak cairan yang harus Anda asup sehari-hari.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

20 Gastrointestinal Bleeding Symptoms, Causes, Treatment, Prognosis. (2020). Retrieved 12 May 2020, from https://www.emedicinehealth.com/gastrointestinal_bleeding/article_em.htm

Melena – What You Need to Know. (2020). Retrieved 12 May 2020, from https://www.drugs.com/cg/melena.html

Gastrointestinal Disorders: Types, Symptoms & Treatment. (2020). Retrieved 12 May 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/7040-gastrointestinal-disorders

Digestive Disorders | MedlinePlus. (2020). Retrieved 12 May 2020, from https://medlineplus.gov/digestivediseases.html

Stress Effects on the Body: Gastrointestinal. (2020). Retrieved 12 May 2020, from https://www.apa.org/helpcenter/stress/effects-gastrointestinal

Gastrointestinal bleeding – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 12 May 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gastrointestinal-bleeding/symptoms-causes/syc-20372729

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 07/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x