Pilihan Obat dan Perawatan BAB Berdarah Berdasarkan Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

BAB berdarah merupakan gejala dari perdarahan pada saluran cerna bagian atas dan bawah, seperti wasir, fisura anus, dan radang usus. Simak penjelasan mengenai obat penyebab BAB berdarah berdasarkan bagian saluran cerna di bawah ini. 

Obat BAB berdarah berdasarkan bagian saluran pencernaan

penyebab BAB buang air besar berdarah

Salah satu kelompok masalah pencernaan yang sering memicu BAB berdarah yaitu perdarahan pada saluran pencernan. Perdarahan pada saluran pencernaan ini dapat terjadi di berbagai organ pada sistem pencernaan, termasuk kerongkongan dan anus.

Itu sebabnya, pilihan obat BAB berdarah akan bergantung pada apa penyebab dari kondisi ini. Berikut ini cara mengatasi penyebab BAB berdarah yang dibagi menjadi dua bagian, yaitu saluran pencernaan atas dan bawah. 

Perdarahan saluran pencernaan atas

Berikut ini penyebab perdarahan saluran pencernaan atas yang dapat memicu BAB berdarah serta cara mengobatinya. 

Infeksi bakteri Helicobacter pylori

Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori) merupakan kondisi ketika bakteri H. pylori menyerang perut. Bakteri ini dapat merusak jaringan perut hingga bagian pertama dari usus kecil. 

Bila dibiarkan, infeksi bakteri ini dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti tukak lambung, gastritis, dan kanker perut. Bahkan, bakteri H. pylori juga dapat menghasilkan darah pada feses Anda.

Ada pun beberapa pilihan obat untuk mengatasi infeksi H. pylori sebagai penyebab BAB berdarah, yakni: 

  • antibiotik,
  • pompa penghambat proton (PPI), seperti omeprazole, 
  • penghambat histamin (H2 blockers), seperti cimetidine, dan 
  • bismuth subsalicylate (Pepto-Bismol).

Bagaimana Cara Kerja Obat Antibiotik Melawan Bakteri?

Sindrom Mallory-Weiss

Salah satu gejala yang menandai sindrom Mallory-Weiss yaitu BAB berdarah. Masalah pencernaan ini merupakan kondisi adanya robekan pada lapisan jaringan esofagus (kerongkongan) bernama mukosa. 

Pilihan obat-obatan penyakit yang umumnya disebabkan oleh luka pada perut ini tidak jauh berbeda dengan obat penekan asam lambung, seperti H2 blockers dan PPI. 

Perdarahan saluran pencernaan bawah

Faktanya, BAB berdarah cukup sering terjadi akibat adanya perdarahan pada saluran pencernaan bagian bawah. Hal ini mungkin dikarenakan beberapa organ pencernaan pada saluran bawah adalah jalur terakhir dari proses pencernaan. 

Itu sebabnya, kebanyakan penyebab feses berdarah dipicu oleh perdarahan saluran cerna bagian bawah. Berikut ini sejumlah penyebab perdarahan saluran cerna bawah yang ditandai oleh BAB berdarah. 

Wasir

penyebab wasir ambeien

Wasir (ambeien) merupakan peradangan atau pembengkakan pada pembuluh darah vena di sekitar anus. Kondisi yang juga disebut hemoroid ini dapat terjadi di dalam rektum, yaitu saluran yang menghubungkan usus besar dengan anus, atau di sekitar anus. 

Umumnya, ambeien dapat dikarenakan mengejan terlalu sering dan dalam waktu yang lama saat BAB. Sejumlah obat untuk mengatasi penyebab BAB berdarah ini meliputi: 

  • krim hidrokortison atau lidocaine, 
  • obat pencahar, dan
  • suplemen serat untuk melancarkan BAB. 

Fisura ani 

Saluran pencernaan bagian bawah lainnya yang mengalami perdarahan dan bisa menyebabkan BAB berdarah yaitu fisura ani. Penyakit pencernaan ini muncul akibat robekan atau luka kecil pada jaringan mukosa pada anus. 

Fisura ani biasanya terjadi bila BAB terlalu keras dan besar. Akibatnya, penderitanya mengalami rasa sakit dan perdarahan ketika buang air besar, sehingga darahnya pun terkadang ikut keluar bersama dengan feses. 

Beberapa pilihan obat untuk mengatasi fisura ani antara lain: 

  • nitrogliserin, 
  • krim anestesi topikal, seperti lidocaine dan hydrochloride, serta
  • obat untuk merilekskan otot sfingter, seperti nifedipine dan diltiazem. 

Divertikulitis

Divertikulitis

Divertikulitis merupakan masalah pencernaan akibat kantong pada usus besar mengalami peradangan dan terinfeksi. Bila dibiarkan, peradangan ringan dapat berkembang menjadi infeksi serius dan memicu gejala mengganggu, seperti BAB berdarah. 

Guna mengurangi risiko komplikasi divertikulitis, dokter biasanya akan merekomendasikan antibiotik untuk melawan infeksi. Selain itu, Anda juga diminta untuk makan makanan yang mudah dicerna agar buang air besar tidak terganggu. 

Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Inflammatory bowel disease merupakan kondisi peradangan usus yang dibagi menjadi dua penyakit, yaitu penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Penyakit ini biasanya ditandai dengan peradangan kronis pada saluran pencernaan bagian bawah. 

Baik penyakit Crohn maupun ulseratif kolitis sama-sama menimbulkan gejala berupa BAB berdarah hingga berat badan menurun. Itu sebabnya, dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk menjalani terapi obat, berupa: 

  • obat anti-inflamasi, seperti kortikosteroid, 
  • obat imunosupresi, yakni azathioprine dan methotrexate
  • antibiotik, yaitu ciprofloxacin dan metronidazole, dan
  • obat pereda nyeri, yaitu acetaminophen

Sebenarnya ada beragam kondisi yang dapat memicu BAB berdarah. Itu sebabnya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna mendapatkan penanganan yang tepat sesuai penyebabnya. 

Pengobatan BAB berdarah di rumah

tidak bisa buang air besar seminggu

Selain obat untuk mengatasi BAB berdarah dari dokter, Anda juga perlu menjalani gaya hidup yang sehat guna mempercepat proses penyembuhan sebagai berikut.

  • Memperbanyak konsumsi sayur, buah, serta biji-bijian untuk mencegah sembelit.
  • Membatasi sumber lemak hewani, terutama daging merah.
  • Rutin buang air besar dan tidak menundanya.
  • Memperbanyak makan makanan tinggi asam folat.
  • Lebih sering minum air putih agar BAB lancar.
  • Mengikuti aturan dokter ketika menjalani terapi obat, serta 
  • Menjaga kebersihan tangan dan makanan. 

Bila menjumpai darah pada feses Anda, segera periksakan diri ke dokter untuk mendeteksi apa penyebabnya. Hal ini bertujuan agar Anda bisa mengetahui obat apa yang tepat untuk mengatasi BAB berdarah. 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terasa Lega Setelah BAB, Apakah Buang Air Bisa Menurunkan Berat Badan?

Buang air besar (BAB) dapat mengurangi beberapa ratus gram bobot tubuh Anda. Akan tetapi, benarkah BAB menurunkan berat badan secara efektif?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 8 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Diare

Diare atau mencret adalah penyakit yang sering dialami orang dewasa dan anak-anak. Berikut obat, penyebab, gejala, dan cara mengatasi diare.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Diare, Kesehatan Pencernaan 3 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Infeksi Bakteri Helicobacter pylori

Infeksi Helicobacter pylori adalah penyakit pencernaan yang mengganggu lambung. Kenali penyebab dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 3 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

12 Keluhan yang Paling Sering Dialami Oleh Ibu Hamil

Dari mulai morning sickness hingga keputihan, simak masalah lainnya yang paling sering dialami oleh ibu hamil muda di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kotoran anak berwarna hijau

BAB Anak Tiba-tiba Berwarna Hijau, Apakah Ini Normal?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
tbc tb usus, tb perut adalah

Tuberkulosis (TBC) Usus

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
endometritis

Infeksi Usus (Enterokolitis)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
buang air besar BAB feses berdarah

Buang Air Besar (BAB) Berdarah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit