Kenali Gejala Sembelit Pada Bayi, Anak, dan Orang Dewasa

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/04/2020
Bagikan sekarang

Sembelit adalah gangguan pencernaan yang umum terjadi tidak hanya pada orang dewasa, tapi juga pada anak dan bayi. Penyebab sembelit umumnya adalah gaya hidup buruk yang berkaitan erat dengan pola makan. Lantas, apa saja gejala sembelit yang terjadi pada bayi, anak, hingga orang dewasa? Yuk, pelajari lebih dalam ciri dan gejala sembelit (konstipasi) pada ulasan berikut ini.

Gejala umum sembelit (konstipasi)

Sembelit atau dikenal juga dengan konstipasi adalah masalah pencernaan akibat pergerakan usus yang lebih lambat dari biasanya. Saat konstipasi terjadi, gejala sembelit tidak hanya susah buang air besar (BAB). Beberapa orang juga mengalami gejala sembelit lainnya yang cukup mengganggu.

Namun, tidak semua orang akan mengalami gejala sembelit atau ciri konstipasi yang sama. Respons tubuh setiap orang berbeda-beda, itu sebabnya gejala yang dirasakan juga akan berbeda.

Lebih jelasnya, mari bahas satu per satu gejala sembelit yang mungkin dialami oleh anak kecil dan orang dewasa.

Gejala konstipasi pada bayi dan anak

mengatasi sembelit anak

Menurut National Library of Medicine, bayi dan anak bisa mengalami sembelit karena berbagai hal. Paling sering disebabkan oleh kurangnya asupan serat, kurang minum, dan peralihan ASI ke MPASI. Pada beberapa kasus, bisa juga disebabkan oleh kondisi medis yang memengaruhi usus dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Tidak seperti orang dewasa, ciri sembelit pada bayi mungkin sulit untuk diketahui. Pasalnya, mereka belum bisa berkomunikasi dengan orangtua maupun pengasuhnya mengenai gejala sembelit yang ia rasakan.

Namun, Anda tidak perlu khawatir mengenai hal ini. Cukup amati bagaimana kondisi bayi dan lihat gejala konstipasi berikut ini.

Jarang BAB

Bayi baru lahir yang diberi ASI akan buang air lebih dari 3 kali sehari hingga memasuki usia 6 bulan. Setelah memulai makanan padat, ia akan lebih sering BAB. Namun, seiring waktu frekuensi BAB-nya akan semakin berkurang.

Sementara pada bayi yang minum susu formula, normalnya akan buang air sebanyak 1 hingga 4 kali sehari. Bila sudah mengonsumsi makanan padat, ia akan buang air lebih jarang, yakni 1 atau 2 kali sehari. Jika si kecil buang air besar lebih jarang dari frekuensi normal, ini bisa menandakan gejala sembelit.

Sementara pada anak, tidak ada ketentuan mengenai jumlah buang air besar yang normal, setidaknya paling sedikit 1 kali sehari. Oleh karena itu, cukup bandingkan saja seberapa sering ia buang air besar  saat sembelit dengan biasanya dan lihat gejala lain yang menyertai.

Feses kering dan padat

Bayi yang hanya minum ASI, memiliki feses yang lunak. Bila feses bayi jadi lebih padat, ini bisa menjadi gejala sembelit pada bayi.

Semetara pada bayi dan anak yang sudah mengonsumsi makanan padat, fesesnya memang cenderung padat. Meskipun sama-sama padat, feses yang menandakan gejala sembelit berukuran lebih kecil dari biasanya. Anda juga akan mendapati si kecil menangis dan terlihat berusaha keras untuk buang air besar.

Rewel

Sembelit bisa menimbulkan gejala mulas dan perut terasa penuh. Hal ini umumnya membuat bayi rewel, hingga mengganggu tidurnya. Sementara pada anak, mereka tidak hanya rewel. Bisa jadi mereka mengeluhkan perutnya sakit dan kurang aktif bergerak seperti biasanya.

Gejala konstipasi pada orang dewasa

sembelit konstipasi susah buang air besar

Ketimbang bayi, gejala sembelit pada orang dewasa lebih mudah dikenali. Umumnya, gejala konstipasi yang menyerang orang dewasa, meliputi:

Jarang BAB

Setiap orang punya frekuensi buang air besar yang berbeda-beda. Contohnya, Ali biasa buang air 2 kali sehari sedangkan Ina biasa buang air besar 1 kali sehari.

Bila Ali tidak buang air besar satu hari penuh diikuti gejala mengganggu pada perut, ini bisa menjadi ciri dari gejala sembelit. Gejala konstipasi ini sama halnya terjadi pada bayi dan anak.

Perut tidak nyaman

Setiap makanan yang konsumsi akan menghasilkan limbah yang perlu dibuang dalam bentuk feses. Bila limbah tidak dikeluarkan, perut akan terasa penuh bahkan menimbulkan mulas. Inilah gejala yang umum menyertai orang yang sedang sembelit.

Susah mengeluarkan feses

Buang air besar yang lancar menandakan bahwa feses lunak, mudah melewati usus, dan keluar melalui anus. Anda tetap perlu mengejan, tapi dengan usaha keras.

Saat sembelit, feses melewati usus dengan proses yang lebih lambat. Akibatnya, penyerapan air pada feses jadi lebih banyak membuat feses lebih kering. Feses yang padat dan kering ini tentu sangat sulit untuk keluar melalui anus.

Sekali pun keluar, Anda mungkin mendapati ukurannya yang lebih kecil. Anda akan menghabiskan waktu lebih lama di toilet. Setelah BAB, perut Anda belum sepenuhnya lega karena feses tidak bisa dikeluarkan secara tuntas.

Ciri gejala sembelit yang perlu perawatan dokter

cara mengatasi anak takut ke dokter

Umumnya sembelit akan membaik dalam beberapa hari dengan meningkatkan asupan cairan dan makanan berserat, kembali olahraga secara rutin, dan minum obat pencahar alami maupun obat-obatan medis. Bila gejala sembelit tidak juga membaik setelah menerapkan perawatan di rumah, segera periksa ke dokter.

Pertimbangan periksa ke dokter tidak hanya itu saja. Seperti penyakit lainnya, sembelit juga bisa menimbulkan komplikasi jika tidak diobati dengan tepat. Oleh karena itu, perawatan lebih awal dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi.

Beberapa kondisi berikut ini menjadi tanda bahwa pertolongan dokter dibutuhkan.

  • Gejala sembelit yang muncul membuat Anda sangat terganggu
  • Sembelit terjadi pada bayi usia kurang dari 2 bulan dan Anda khawatir dengan kondisinya
  • Anda atau si kecil punya masalah kesehatan tertentu dan sedang menggunakan obat tertentu
  • Butuh pertimbangan dokter untuk menentukan jenis dan dosis obat, terutama pada bayi dan anak
  • Sembelit terjadi saat hamil atau menyusui dan Anda ingin menggunakan obat pencahar
  • Bayi tidak buang air selama 3 hari atau ada darah pada feses

Pada beberapa kasus, si kecil mungkin saja membutuhkan bantuan psikolog anak. Biasanya, ini terjadi karena si kecil yang tidak mau potty training atau latihan menggunakan toilet.

Latihan buang air di toilet ini kadang bisa menimbulkan kecemasan pada anak, ia jadi enggan latihan dan sengaja menahan diri untuk tidak buang air sehingga sembelit akan kembali kambuh.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020