5 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Pengidap Hepatitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Didiagnosis positif hepatitis membuat Anda perlu lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Perbanyak makan makanan bergizi dan hindari mengonsumsi terlalu banyak makan makanan tertentu. Pasalnya, beberapa makanan tertentu dikenal bisa merusak fungsi hati sehingga berisiko memperburuk kondisi Anda. Apa saja pantangan makanan untuk pengidap hepatitis?

Daftar pantangan makanan untuk pengidap hepatitis

1. Alkohol dan minuman keras

Alkohol dan minuman keras berada di peringkat pertama pantangan makanan untuk pengidap hepatitis. Sebisa mungkin hindari minum bir, wine, champagne, serta minuman beralkohol lainnya. Alkohol bersifat racun yang dapat menghambat penyerapan gizi makanan. Mengonsumsi alkohol, bahkan hanya porsi kecil sekalipun, dapat memicu penyakit perlemakan hati alkoholik. Ini kemudian meningkatkan risiko penderita hepatitis terhadap fibrosis dan sirosis parah, serta memburuknya gejala hepatitis seperti perkembangan kerusakan hati tingkat lanjut. Asupan alkohol berlebih akan menyia-nyiakan efek terapi interferon, obat hepatitis yang umum diresepkan dokter untuk mengurangi risiko Anda mengembangkan penyakit hati.

Perlu juga diperhatikan bahwa alkohol di sini bukan hanya dalam bentuk minuman keras. Beberapa obat nyeri yang dijual bebas seperti obat batuk sirup juga mengandung alkohol. 

2. Makanan tinggi garam

Hati yang terlanjur mengalami kerusakan akibat hepatitis tidak dapat memproses garam (natrium) sepenuhnya. Kadar natrium tinggi dalam tubuh dapat meningkatkan tekanan darah, yang kemudian berkontribusi terhadap penyakit perlemakan hati. Makanan kaleng, termasuk sup, daging, atau sayuran kaleng, memiliki kandungan gula dan garam yang tinggi, yang menyebabkan pembengkakan perut dan retensi cairan. Baca label gizi dan kurangi asupan makanan olahan tinggi garam seperti daging, bacon, kornet, dan sosis. Konsultasikan pada dokter mengenai obat-obatan yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah Anda.

3. Makanan tinggi lemak jenuh

Menderita hepatitis bukan berarti harus serta merta menghindari asupan lemak. Hepatitis bisa menyebabkan Anda mengalami penurunan berat badan tanpa disadari. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi lemak demi menjaga berat badan tetap stabil. Selain itu, kerusakan hati bisa menurunkan kemampuan hati untuk menghasilkan cairan empedu. Cairan empedu diperlukan bagi tubuh untuk mencerna dan menyerap lemak.

Namun demikian, jangan mengonsumsi sembarangan lemak. Tubuh Anda membutuhkan lemak yang sehat, misalnya makanan yang tinggi lemak tidak jenuh yaitu minyak zaitun, minyak canola, dan alpukat. Hindari makanan tinggi lemak jenuh atau lemak trans. Contoh makanan tinggi lemak jenuh adalah mentega, susu dan semua produk hewani.

4. Makanan tinggi protein

Kerusakan hati akibat hepatitis bisa menyebabkan penggumpalan ammonia dalam tubuh. Kelebihan racun ammonia dalam tubuh bisa merusak fungsi otak. Banyak ahli gizi dan kesehatan yang menganjurkan bahwa Anda tidak boleh mengonsumsi lebih dari 1 g protein per 1 kg berat badan Anda setiap harinya. Makanan yang tinggi lemak meliputi daging, unggas, ikan, produk susu, kacang polong, kacang dan biji-bijian, dan beberapa sereal.

5. Makanan manis

Makanan manis adalah satu lagi pantangan makanan bagi pengidap hepatitis. Ini karena makanan manis mengandung karbohidrat sederhana yang dapat menyebabkan gula darah melonjak drastis. Gula darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan diabetes, yang bisa meningkatkan risiko penyakit hati atau memperparah kerusakan hati. Boleh saja mengonsumsi makanan manis, tapi batasi beberapa jenis makanan manis seperti kue kering, roti putih, dan makanan yang mengandung gula tambahan. Baiknya, perbanyak makan makanan yang mengandung gula alami dan karbohidrat berserat, seperti stroberi, jeruk, atau apel. Serat makanan memperlambat penyerapan glukosa darah dalam tubuh, yang membantu menyeimbangkan gula darah.

Hati merupakan organ penting yang bekerja tanpa henti menguras racun dari dalam tubuh. Oleh karena itu, memilah-milih makanan yang tepat adalah bagian penting dari proses pengobatan hepatitis dan penyakit hati lainnya. Semakin berhati-hati Anda dalam memilih makanan, semakin sehatlah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit