Alcoholic Fatty Liver: Penyakit Hati Karena Minum Alkohol

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hati merupakan organ terbesar kedua di tubuh manusia, hati juga merupakan salah satu organ terkompleks selain otak. Hati berfungsi untuk memproses apa yang kita makan atau minum, dan menyaring zat racun yang beredar dalam darah, mengatur metabolisme gula, dan membantu melawan infeksi. Proses ini dapat terganggu apabila terlalu banyak lemak dalam hati. Dalam kondisi normal lemak dapat ditemukan dalam hati, namun apabila jumlah lemak dalam hati sudah mencapai 5-10% maka fungsi hati dapat terganggu.

Hati merupakan organ yang bisa memperbaiki dan meregenerasi sel baru apabila terdapat kerusakan, tetapi kebiasaan buruk yang terus menerus dan kronis seperti konsumsi alkohol dapat menyebabkan kemampuan regenerasi hati terganggu sehingga dapat timbul kerusakan hati yang parah. Perlemakan hati alias fatty liver adalah kondisi yang sering ditemukan, namun gejala perlemakan hati ini biasanya baru timbul ketika penyakit mulai memberat.

Bagaimana proses terjadinya fatty liver atau perlemakan hati akibat alkohol?

Setelah dikonsumsi, alkohol akan masuk ke dalam aliran darah, kemudian dicerna di hati agar tidak membahayakan organ lain. Saat mencerna alkohol, ada sebagian sel hati yang rusak dan mati. Kebiasaan minum alkohol yang kronis dapat menyebabkan kerusakan hati, akibatnya hati tidak bisa melakukan fungsinya, salah satunya yaitu mencerna lemak, sehingga lemak menumpuk di hati dan timbullah fatty liver.

Dalam 1 botol bir atau 4 gelas wine, terkandung 12 g alkohol. Ambang batas konsumsi alkohol sebagai faktor risiko fatty liver adalah lebih dari 60-80 g per hari selama sepuluh tahun bagi laki-laki, dan 20-40 g per hari bagi perempuan. Konsumsi hingga 160 g per hari dapat menimbulkan risiko sirosis hati hingga 25 kali lipat.

Apa saja tanda dan gejala alcoholic fatty liver atau perlemakan hati alkoholik?

Pada kebanyakan kasus, perlemakan hati tidak menimbulkan gejala sampai pada tahap yang sudah parah. Gejala yang timbul tergantung dari seberapa parah kerusakan yang terjadi. Berikut tahapan pada kerusakan hati akibat alkohol:

Perlemakan hati alkoholik

Meminum banyak alkohol walaupun hanya beberapa hari dapat menyebabkan penumpukan lemak di hati. Kondisi ini tidak permanen dan umumnya tidak menimbulkan gejala. Lemak yang menumpuk di hati dapat menghilang dengan sendirinya dalam 2 minggu jika konsumsi alkohol dihentikan.

Hepatitis alkoholik

Apabila konsumsi alkohol tidak dihentikan, penderita dapat jatuh ke tahapan selanjutnya, yaitu hepatitis alkoholik. Pada tahapan ini umumnya sudah muncul gejala sehingga pasien bisa menyadari adanya kerusakan hati. Kondisi ini juga bisa membaik dengan menghentikan konsumsi alkohol.

Sirosis

Tahapan terakhir dari perlemakan hati adalah sirosis. Pada sirosis, sel-sel hati sudah rusak dan tidak bisa regenerasi kembali. Menghentikan konsumsi alkohol tidak akan mengembalikan fungsi sel hati yang sudah rusak, tapi hanya berfungsi supaya kerusakan tidak meluas.

Gejala fatty liver atau perlemakan hati yang sudah parah

Pada tahap awal, gejala perlemakan hati biasanya tidak khas, seperti perasaan tidak enak badan, nyeri perut, diare, penurunan nafsu makan, dan lemas. Seiring perjalanan penyakit yang bertambah parah, bisa timbul gejala lain:

  • Tampak kuning pada mata dan kulit
  • Pembengkakan di perut dan kaki
  • Demam, bisa sampai menggigil
  • Penurunan berat badan dan massa otot
  • Gangguan pembekuan darah
  • Muntah darah
  • Koma

Bagaimana cara mengobati alcoholic fatty liver atau perlemakan hati alkoholik?

Tidak ada terapi khusus untuk perlemakan hati alkoholik. Terapi utama yaitu berhenti minum alkohol, nutrisi yang cukup, dan istirahat total di tempat tidur terbukti efektif untuk mengurangi gejala. Transplantasi liver mungkin diperlukan apabila kerusakan hati sudah sampai ke tahap sirosis dan gejala tidak membaik dengan puasa alkohol.

Berhenti meminum alkohol tidaklah mudah, sekitar 70% penderita kerusakan hati karena alkohol merupakan seorang pecandu alkohol. Gejala withdrawal alias sakau biasanya muncul dalam 48 jam pertama setelah berhenti minum alkohol, dan biasanya membaik dalam waktu 3-7 hari. Ketika sudah berhenti minum, kadang dibutuhkan terapi psikologi agar penderita tidak minum alkohol kembali, dan jika dirasa belum efektif, dokter akan meresepkan beberapa obat untuk membantu agar penderita tidak meminum alkohol lagi.

BACA JUGA:

Habis Minum Minuman Beralkohol?

Ukur berapa kadar alkohol dalam darahmu sekarang!

Hitung di Sini!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Mengenakan selimut dan pakaian tebal merupakan salah satu cara menghangatkan tubuh saat kedinginan. Apakah ada cara lainnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Informasi Kesehatan 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Meski bermanfaat bagi kesehatan, beberapa suplemen herbal dapat berisiko komplikasi berbahaya jika diminum menjelang operasi. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit