home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Bahaya Akibat Kebanyakan Makan Makanan Manis

7 Bahaya Akibat Kebanyakan Makan Makanan Manis

Berbagai macam makanan manis seperti permen, es krim, hingga cokelat menjadi favorit yang sering diincar kala suntuk. Namun, konsumsi gula banyak menimbulkan masalah kesehatan. Simak apa saja bahaya di balik makanan manis di sini.

Bahaya konsumsi makanan manis berlebihan

berat badan berlebihan obesitas berisiko varises

Tidak ada yang salah dengan mengonsumsi makanan manis. Meski tidak seburuk lemak jenuh, garam, atau kalori, Anda tetap perlu membatasi asupan gula.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan rekomendasi asupan gula per hari yakni 10% dari total energi (200 kkal). Angka ini setara dengan 4 sendok makan per hari (50 gram/orang/hari).

Pembatasan tersebut dilakukan karena ada bahaya yang tidak boleh Anda anggap sepele di balik manisnya rasa gula. Berikut ini beberapa bahaya dari konsumsi makanan manis yang berlebihan.

1. Obesitas

Salah satu alasan mengapa konsumsi makanan manis perlu dibatasi yakni dapat meningkatkan risiko kondisi obesitas.

Begini, kadar gula yang berlebihan dalam tubuh dapat meningkatkan risiko resistensi leptin. Leptin merupakan protein yang dibuat dalam sel lemak, beredar di aliran darah, dan diedarkan ke otak.

Protein ini juga hormon penanda bahwa Anda sedang lapar atau kenyang. Sedangkan, resistensi leptin membuat Anda tidak berhenti makan karena otak tidak merasa kenyang meski sudah banyak makan.

Akibatnya, Anda akan terus makan yang berkontribusi terhadap penambahan berat badan hingga risiko obesitas. Namun, para ahli masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana gula memengaruhi obesitas.

2. Diabetes tipe 2

Selain obesitas, bahaya lain yang mengintai para penggemar makanan manis yaitu diabetes, khususnya penyakit diabetes tipe 2.

Gula memang tidak secara menyebabkan diabetes tipe 2, tetapi penyakit ini lebih mungkin dialami ketika Anda memiliki berat badan berlebih.

Umumnya, berat badan akan bertambah ketika tubuh mendapatkan lebih banyak kalori ketimbang yang dibutuhkan. Sementara itu, mengandung banyak kalori.

Artinya, terlalu banyak gula bisa menambah berat badan yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Namun, makanan manis tidak mungkin menjadi satu-satunya faktor yang dapat mengembangkan penyakit ini.

3. Penyakit jantung

Menurut penelitian yang dimuat dalam JAMA Internal Medicine, orang yang mengonsumsi gula 17 – 21% dari total kalori dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Temuan ini dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi gula 8% dari total kalori. Ada dua kemungkinan yang menyebabkan kondisi ini.

Pertama, minum minuman manis dapat meningkatkan tekanan darah dan diet tinggi gula juga bisa merangsang hati membuang lebih banyak lemak ke aliran darah. Kedua faktor ini diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Meski begitu, alasan utama mengapa gula bisa menyebabkan penyakit jantung masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

4. Perut kembung

Tahukah Anda bahwa perut kembung bisa disebabkan oleh makanan manis, alias gula?

Melansir International Foundation for Gastrointestinal Disorders, kebanyakan makanan dengan karbohidrat tinggi bisa menyebabkan timbulnya gas di dalam perut. Lalu, gula merupakan salah satu jenis karbohidrat.

Selain itu, ada beberapa jenis gula tertentu yang dapat menghasilkan gas dibandingkan lainnya, yakni:

  • fruktosa,
  • laktosa,
  • raffinose, dan
  • sorbitol.

Keempat gula di atas cenderung memproduksi gas, bahkan pada sistem pencernaan yang sehat. Terlebih ketika Anda mengalami penyakit tertentu yang membuat makanan sulit dicerna, sehingga bisa memicu perut kembung.

5. Masalah jerawat

Sejumlah makanan dapat meningkatkan peradangan tubuh dan sangat mungkin memicu kemunculan jerawat hingga memperparah kondisi yang ada.

Sebagai contoh, susu dan makanan manis bisa meningkatkan kadar insulin. Hal ini bisa mengubah hormon lain yang dapat memengaruhi kondisi kulit.

Sayangnya, penelitian lanjut masih dibutuhkan. Pasalnya, ada kemungkinan orang yang mengalami masalah jerawat dan menggemari makanan manis tinggal di lingkungan yang kotor.

Artinya, ada banyak faktor pendukung yang mungkin menyebabkan jerawat muncul selain bahaya dari makanan manis.

6. Kerusakan gigi

Sudah bukan rahasia umum lagi bila konsumsi terlalu banyak gula bisa mengakibatkan kerusakan gigi.

Bagaimana tidak, gula pada makanan dan minuman menjadi penyebab utama perkembangan karies gigi (gigi berlubang).

Hal ini dikarenakan bakteri dalam plak memanfaatkan gula sebagai energi dan melepaskan asam sebagai produk limbah. Kondisi ini dapat melarutkan email gigi secara bertahap yang dapat menyebabkan karies gigi.

7. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu bahaya makanan manis yang merupakan hasil dari penyakit lainnya.

Sebagai contoh, obesitas akibat konsumsi gula berlebihan melonjakkan kadar glukosa dalam darah. Seiring waktu, hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner.

Kondisi ini pun bisa mengembangkan tekanan darah tinggi yang menjadi faktor risiko utama dari serangan jantung dan stroke.

Meski mekanisme gula terhadap tekanan darah tinggi belum diketahui, tidak ada salahnya membatasi makanan manis agar terhindar dari berbagai penyakit.

Tips mengurangi makanan manis

Bahaya dari makanan manis memang tidak terasa langsung. Namun, membiarkan makanan tinggi gula merusak tubuh Anda tentu tidak baik bagi tubuh.

Itu sebabnya, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi makanan manis, seperti:

  • selalu baca label informasi gizi produk yang dibeli,
  • pilih buah yang segar atau beku sebagai camilan,
  • ganti gula dengan rempah lainnya, seperti jahe, kayu manis, atau pala,
  • hentikan konsumsi minuman soda dan ganti dengan air biasa, dan
  • batasi penggunaan gula putih, coklat, sirup, atau madu sebagai pemanis.

Bila Anda mempunyai pertanyaan lebih la

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Berapa anjuran konsumsi Gula, Garam, dan Lemak per harinya?. (n.d). P2PTM Kemenkes RI. Retrieved 22 April 2021, from http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/15/berapa-anjuran-konsumsi-gula-garam-dan-lemak-per-harinya 

Tips for Cutting Down on Sugar. (2018). American Heart Association. Retrieved 22 April 2021, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/sugar/tips-for-cutting-down-on-sugar 

Ndumele, C.E. (n.d). Obesity, Sugar and Heart Health. John Hopkins. Retrieved 22 April 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/obesity-sugar-and-heart-health

Sugar and diabetes. (n.d). Diabetes UK. Retrieved 22 April 2021, from https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/enjoy-food/eating-with-diabetes/food-groups/sugar-and-diabetes 

Corliss, J. (2014). Eating too much added sugar increases the risk of dying with heart disease. Harvard Health. Retrieved 22 April 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/eating-too-much-added-sugar-increases-the-risk-of-dying-with-heart-disease-201402067021 

Yang, Q., Zhang, Z., Gregg, E., Flanders, W., Merritt, R., & Hu, F. (2014). Added Sugar Intake and Cardiovascular Diseases Mortality Among US Adults. JAMA Internal Medicine, 174(4), 516. doi: 10.1001/jamainternmed.2013.13563. Retrieved 22 April 2021. 

Foods that May Cause Gas. (n.d). International Foundation for Functional Gastrointestinal Disorders. Retrieved 22 April 2021, from https://iffgd.org/gi-disorders/symptoms-causes/intestinal-gas/foods-that-may-cause-gas/ 

Shmerling, R.H. (2020). Does diet really matter when it comes to adult acne? Harvard Health. Retrieved 22 April 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/does-diet-really-matter-when-it-comes-to-adult-acne-2020081920726 

Can cutting sugar lower blood pressure in 10 days?. (n.d). British Heart Foundation. Retrieved 22 April 2021, from https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/news/behind-the-headlines/sugar-and-blood-pressure

Foto Penulis
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati pada 2 minggu lalu
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x