home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bolehkah Pengidap Hepatitis Kronis Minum Minuman Keras?

Bolehkah Pengidap Hepatitis Kronis Minum Minuman Keras?

Didiagnosis positif Hepatitis C kronis (HCV) bukan menjadi halangan bagi Anda menjalani rutinitas harian, begitu pula dengan bersenang-senang untuk menghilangkan stres. Tapi awas! Pesta, nongkrong malam mingguan dengan teman-teman, dan situasi hura-hura lain yang melibatkan minuman keras dapat berpotensi menyebabkan Anda terjerumus dalam binge drinking, alias menenggak alkohol terlalu banyak dalam waktu singkat. Kombinasi dari konsumsi alkohol berlebihan dan infeksi HCV aktif dapat memperburuk gejala hepatitis dan menyebabkan kerusakan hati berat.

Apa efek alkohol pada fungsi hati?

Hati memiliki banyak fungsi penting dalam tubuh, termasuk membantu pencernaan, menyaring racun dalam darah, dan membantu melawan infeksi dan penyakit. Hati memecah molekul alkohol yang Anda minum sehingga bisa dikuras bersih dari tubuh. Mengonsumsi terlalu banyak alkohol dapat menghambat kerja hati sehingga lama-kelamaan menyebabkan kerusakan atau membunuh sel-sel hati. Akibatnya, terjadilah penyakit perlemakan hati, hepatitis alkoholik, dan sirosis alkoholik.

Mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar, bahkan hanya untuk beberapa hari saja, dapat memicu penumpukan lemak di hati, yang disebut penyakit perlemakan hati. Penyakit perlemakan hati hampir tidak menimbullkan gejala, tetapi ini merupakan tanda bahwa konsumsi alkohol Anda berada pada tingkat yang berbahaya. Efek buruk dari perlemakan hati dan hepatitis alkoholik stadium awal bisa dibatalkan jika Anda berhenti minum alkohol. Namun, kerusakan dari hepatitis alkoholik dan sirosis yang parah bersifat permanen, dan dapat menyebabkan komplikasi atau bahkan kematian.

Minum minuman keras bisa memperburuk gejala hepatitis

Secara keseluruhan, konsumsi alkohol merupakan risiko besar bagi penderita infeksi HCV. Dokter menyatakan bahwa konsumsi alkohol harian yang lebih dari 50 gram (sekitar 3,5 gelas per hari) meningkatkan risiko penderita hepatitis terhadap fibrosis dan sirosis parah, serta memburuknya gejala hepatitis seperti perkembangan kerusakan hati tingkat lanjut. Namun demikian, asupan alkohol dalam jumlah kecil pun juga bisa meningkatkan risiko Anda terhadap kerusakan hati dan penyakit hati stadium lanjut.

Minum alkohol bisa mengganggu efektivitas pengobatan hepatitis

Interferon adalah pilihan obat hepatitis yang umum diresepkan dokter, bertujuan untuk mengurangi risiko Anda mengembangkan penyakit hati. Namun, asupan alkohol berlebih akan melawan efek terapi interferon. Perlu diketahui bahwa efek samping dari terapi interferon itu sendiri berpotensi membuat gejala hepatitis menjadi sangat sulit untuk diatasi, bahkan pada pasien yang tidak mengonsumsi alkohol sekalipun.

Selain itu, pengobatan yang kompleks sulit diterima oleh tubuh orang yang merupakan peminum berat. Alkohol juga bisa mengurangi manfaat dari obat-obatan untuk melawan HCV. Menghindari alkohol adalah satu langkah yang bisa Anda ambil untuk memperbaiki kesehatan jangka panjang jika Anda menderita hepatitis C.

Timbulnya sirosis sebagai akibat kebanyakan menenggak alkohol meningkatkan risiko kanker hati pada pasien HCV

Asupan alkohol dalam jumlah besar jelas berkaitan dengan sirosis, baik itu hanya konsumsi alkohol atau dalam kombinasinya dengan infeksi HCV. Sirosis adalah kerusakan hati tingkat lanjut yang telah terbukti menjadi faktor risiko utama untuk hepatoma, alias kanker hati. Maka dari itu, alkohol jelas berkaitan dengan HCV dalam menyebabkan sirosis.

Mengingat dampak buruk alkohol terhadap perkembangan gejala hepatitis, sudah seharusnya pengidap infeksi HCV mulai menahan diri untuk minum alkohol.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dangerous Cocktail: Alcohol & Hepatitis C. http://www.healthline.com/health/alcohol-and-hepatitis-c#2. Accessed February 5,
2017.

Hepatitis C and Alcohol. http://www.hepatitis.va.gov/provider/reviews/alcohol.asp. Accessed February 5,
2017.

Alcohol-related liver disease. http://www.nhs.uk/conditions/Liver_disease_%28alcoholic%29/Pages/Introduction.aspx. Accessed February 5,
2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 07/07/2017
x