Mengenal Jenis-jenis Obat Maag Berdasarkan Fungsinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Maag adalah sekumpulan gejala yang menimbulkan masalah pencernaan, seperti mual dan muntah, kembung, nyeri perut, bahkan menimbulkan sensasi terbakar di tenggorokan (heartburn). Gejala maag ini bisa datang kapan saja; baik ringan maupun parah. Cara cepat untuk mengatasinya adalah dengan minum obat. Namun, apa saja obat yang menjadi pilihan untuk mengobati sakit maag? Lihat rekomendasi obatnya berikut ini.

Pilihan obat untuk mengatasi gejala maag

Maag sangat umum terjadi dan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti infeksi bakteri H.pylori, efek samping penggunaan obat NSAID, atau masalah kesehatan tertentu. Kondisi ini bisa diatasi dengan cara memperhatikan pilihan makanan, menghentikan penggunaan obat pemicu, atau minum obat.

Akan tetapi, ada berbagai obat dan merek yang dipasarkan dan setiap jenisnya memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam meredakan gejala maag. Supaya Anda tidak salah pilih, mari bahas satu per satu pilihan obat sakit maag, seperti yang dikutip dari laman The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.

1. Antasida

pantoprazole obat sakit perut asam lambung maag

Antacid atau antasida adalah obat yang digunakan untuk menetralkan asam lambung atau mengikat cairan asam lambung.  Dipakai untuk mengobati penyakit pada saluran pencernaan yang diakibatkan oleh asam lambung, seperti tukak pada esofagus, lambung, atau usus dengan gejala seperti nyeri lambung, mual, dan muntah.

Obat sakit maag ini biasanya diproduksi berbentuk cairan, atau tablet yang dapat larut dalam air minum. Golongan obat antasida yang bisa Anda gunakan antara lain kalsium karbonat atau natrium bikarbonat.

Antasida baiknya diminum setelah Anda makan karena efeknya akan bertahan lebih lama. Obat maag ini bisa mempengaruhi kinerja obat lain. Oleh karena itu, beri jeda selama 2 hingga 4 jam jika Anda ingin minum obat lain.

Meski jarang, risiko terjadinya efek samping tetap ada seperti sembelit, diare, perut kembung, kram perut, dan mual.

Perlu diingatkan bahwa tidak semua orang bisa minum antasida, beberapa di antaranya perlu persetujuan dokter, contohnya ibu hamil atau menyusui, anak di bawah usia 12 tahun, atau memiliki penyakit jantung dan masalah hati.

2. Antibiotik

obat arv retroviral untuk hiv aids

Salah satu penyebab munculnya gejala maag adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) pada lapisan lambung. Bakteri yang memang hidup di saluran pencernaan ini sebenarnya tidak berbahaya. Namun, ketika jumlahnya tidak terkendali, bakteri bisa menyebabkan infeksi.

Nah, maag yang muncul akibat bakteri ini bisa diobati dengan antibiotik. Obat maag ini bekerja dengan cara membunuh bakteri sehingga infeksi tidak bertambah parah.

Beberapa antibiotik yang biasanya diresepkan untuk mengatasi maag, antara lain amoxicillin (Amoxil), clarithromycin (Biaxin), metronidazole (Flagyl), tetracycline (Sumycin), atau tinidazole (Tindamax).

Penggunaan obat ini harus diawasi oleh dokter, karena bisa menyebabkan resistensi antibiotik jika sembarang diminum.

Resistensi antibiotik menandakan bahwa bakteri menjadi kebal terhadap obat, sehingga obat tidak lagi ampuh. Selain resistensi, penggunaan antibiotik juga bisa menimbulkan efek samping, seperti mual dan muntah.

3. H2 blocker

obat-obatan saat haji

Obat sakit maag selanjutnya yang bisa Anda jadikan sebagai pilihan adalah H2 blocker. Obat ni bekerja dengan menghambat naiknya efek histamin di dalam tubuh. Contoh obat yang mengandung penghambat receptor H2 adalah raniditine, famotidine, cimetidine, dan nizatidine. 

Obat yang sempat ditarik peredarannya oleh BPOM ini peredarannya, kembali boleh digunakan karena tetap aman. Namun, risiko efek samping tetap ada, seperti sembelit, diare, sakit kepala, dan mulut kering. Anda bisa minum obat ini sebelum atau sesudah makanan dengan dosis minum satu kali atau dua kali sehari.

Tidak semua orang bisa minum obat sakit maag ini, terutama pada orang yang memiliki gangguan ginjal atau menjalani diet rendah kalsium maupun garam.

4. Obat PPI

Perut Anda menghasilkan asam lambung untuk membantu mencerna makanan sekaligus membunuh kuman. Sayangnya, produksi asam oleh sel-sel selaput lambung berlebihan sehingga bisa menyebabkan gejala maag.

Untuk menghambat sel yang memproduksi asam lambung, Anda bisa minum obat maag jenis PPI (proton pump inhibitors).

Disebut dengan PPI karena obat sakit maag ini bekerja menghambat sistem kimia yang disebut sistem enzim hidrogen-kalium adenosin trifosfatase (atau dikenal sebagai ‘pompa proton’).

Sistem kimia ini ditemukan dalam sel-sel di lapisan perut yang memproduksi asam lambung. Dengan obat ini, produksi asam lambung akan menurun dan gejalanya mereda. Beberapa contoh obat golongan PPI adalah esomeprazole, pantoprazole, rabeprazole, lansoprazole,dan omeprazole.

Obat sakit maag ini tidak dianjurkan untuk diminum oleh orang yang memiliki masalah hati. Bagi ibu hamil dan ibu menyusui, hanya omeprazole yang boleh diminum dengan syarat digunakan di bawah pengawasan dokter. Konsultasi lebih dahulu ke dokter, jika Anda menggunakan obat pengencer darah atau obat epilepsi.

Efek samping yang mungkin terjadi dari obat PPI ini antara lain sembelit, diare, sakit kepala, mual, dan muntah.

Pilih obat maag sesuai penyebabnya

Jenis dan fungsi obat maag yang tersedia di apotek sangat beragam. Namun, Anda tidak boleh memilihnya secara asal. Anda perlu tahu lebih dahulu apa penyebab yang mendasari munculnya gejala maag.

Sebagai contoh, jika Anda mengalami gejala maag akibat adanya peradangan lapisan lambung akibat infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik. Meski bisa mengatasi sakit maag, Anda tidak bisa minum obat ini jika penyebabnya bukan infeksi bakteri.

Agar obat yang Anda pilih sesuai, konsultasi ke dokter dibutuhkan. Segera pergi ke dokter jika Anda mengalami gejala maag, seperti perut mual, nyeri, kembung, terus sendawa, dan menimbulkan sensasi panas di tenggorokan.

Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan tes kesehatan, seperti tes pencitraan, tes darah, maupun tes pendeteksi bakteri H. pylori melalui feses atau napas, untuk mengetahui gejala pastinya.

Selain minum obat maag, lakukan perawatan ini

Minum obat mamang cara cepat untuk meredakan sakit maag. Ini akan efektif jika Anda menggunakan obat sesuai dengan saran dan petunjuk dari dokter. Jadi, gunakan obat dengan hati-hati. Asal menggunakan obat maag, bisa jadi malah memperburuk kondisi Anda.

Namun, ini tidak menjadi satu-satunya cara. Pasalnya, maag bisa kembali kambuh dan mengganggu aktivitas Anda. Oleh karena itulah, kombinasi perawatan dan pencegahan perlu dilakukan, seperti:

  • Menghindari makanan yang bisa memicu gejala, seperti makanan pedas, asam, mengandung banyak gas, dan tinggi lemak.
  • Hindari makanan dengan porsi besar sekali makan. Lebih baik makan dengan porsi kecil, tapi lebih sering.
  • Tidak makan di waktu malam (menjelang tidur) atau beri jeda 2 atau 3 jam setelah makan jika Anda ingin tidur.
  • Hentikan kebiasaan merokok, kurangi alkohol dan membatasi konsumsi makanan atau minuman mengandung kafein.
  • Belajar untuk meredakan stres, kecemasan, dan rasa takut dengan melakukan hobi atau hal yang disukai.
  • Hentikan penggunaan obat antinyeri, seperti ibuprofen, aspirin, maupun naproxen.
  • Selalu menjaga kebersihan untuk mencegah infeksi bakteri kembali terulang.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 3, 2017 | Terakhir Diedit: Maret 13, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca