home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Obat Asam Lambung di Apotek, dengan dan Tanpa Resep Dokter

Obat Asam Lambung di Apotek, dengan dan Tanpa Resep Dokter

Produksi asam lambung berlebih akan menimbulkan gangguan pada pencernaan. Ini dapat disebabkan oleh kebiasaan kurang tepat atau masalah kesehatan tertentu, seperti gastritis atau GERD. Untungnya, asam lambung naik bisa diredakan dengan obat.

Kenali jenis obat untuk asam lambung naik

perut kram setelah berhubungan

Walaupun dibutuhkan, asam lambung juga bisa membawa masalah ketika jumlahnya terlalu banyak. Cairan yang bersifat asam ini bila terus-menerus berlebihan bisa melukai lapisan perut, lambung, bahkan kerongkongan.

Kondisi ini dapat menimbulkan gejala maag, mulai dari perut mulas, kembung, mual, panas di dada (heartburn), hingga mulut terasa pahit.

Banyaknya gejala sekaligus penyebab yang mendasarinya, tentu membuat pilihan obat untuk asam lambung naik jadi sangat beragam. Pemberian pun obat akan disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya dan tingkat keparahan keluhannya.

Secara garis besar, obat terdiri dari dua jenis yaitu over the counter (OTC) atau tanpa resep dan obat yang perlu resep khusus dari dokter.

Pilihan obat asam lambung naik tanpa resep di apotek

mengobati asam lambung apotek

Obat maag biasanya diandalkan untuk mengurangi gejala seperti rasa mulas dan mengobati radang kerongkongan (esofagitis). Obat OTC (over the counter) atau yang dikenal dengan sebutan obat bebas adalah jenis obat-obatan yang dijual tanpa resep dokter.

Jenis obat asam lambung ini biasanya mudah ditemukan di apotek atau bahkan di warung. Ada tiga jenis obat bebas yang dapat digunakan untuk mengobati asam lambung, di antaranya sebagai berikut.

1. Antasida

Antasida adalah salah satu obat bebas yang digunakan untuk menetralisasi asam lambung. Beberapa antasida mengandung simetikon, yaitu suatu bahan yang membantu menyingkirkan gas berlebih dalam tubuh.

Contoh obat antasida adalah Mylanta®, Malox®, Rolaids®, Gaviscon®, Gelusil®, dan Tums®. Akan tetapi, konsumsi obat antasida saja tidak mampu menyembuhkan tenggorokan yang meradang akibat naiknya asam lambung.

Terlalu sering menggunakan obat antasida dapat menimbulkan efek samping seperti sembelit, diare, kram perut, dan terkadang masalah ginjal. Ini sebabnya, pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk konsumsi yang tertera pada label obat.

2. H-2 receptor blockers

Obat histamin-2 (H-2) receptor blockers bekerja secara khusus untuk mengurangi peningkatan produksi asam lambung, yang bisa berujung pada maag. Contoh obat jenis ini adalah cimetidine (Tagamet®), ranitidine (Zantac®), dan famotidine (Pepcid®).

Jika dibandingkan, kinerja obat H-2 receptor blockers tidak secepat antasida. Sisi baiknya, obat H-2 receptor blockers ini bisa bertahan lebih lama di dalam tubuh untuk membantu meredakan keluhan akibat maag.

Penurunan produksi asam lambung di dalam tubuh bisa bertahan hingga sekitar 12 jam setelah minum obat ini. Ada dua jenis dosis obat H-2 receptor blockers, yakni dosis rendah yang bisa dibeli secara bebas dan dosis tinggi perlu resep dokter.

3. Proton pump inhibitors (PPI)

Proton pump inhibitors (PPI) bisa dibeli bebas di apotek dengan dosis yang lebih kuat ketimbang antasida dan H2 receptor blockers. Contoh obat jenis ini adalah omeprazole (Prilosec®, Zegerid®) dan lansoprazole (Prevacid 24 HR®).

Obat PPI bekerja sangat efektif untuk menurunkan kenaikan asam lambung, terutama memulihkan penyakit GERD yang merupakan salah satu penyebab maag. Aturan minumnya obat tersebut bisa Anda tanyakan kepada apoteker.

Hindari minum obat-obatan ini di luar dari anjuran yang diberikan. Selain itu, jika gejala asam lambung tidak kunjung mengalami perubahan setelah dua minggu mengonsumsi obat bebas, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Obat asam lambung resep dokter di apotek

obat untuk asam lambung apotek

Bila penyakit asam lambung Anda tak kunjung sembuh dengan obat bebas, dokter mungkin akan meresepkan obat yang lebih manjur mengobati asam lambung. Obat asam lambung dari dokter biasanya tak jauh berbeda dengan obat yang dijual di apotek.

Hanya saja, dosis yang terkandung dalam obat resep ini biasanya lebih kuat ketimbang obat yang bisa dibeli dengan bebas. Contoh obat asam lambung di apotek yang memerlukan resep dokter, meliputi sebagai berikut.

1. H-2 receptor blockers dengan resep

H-2 receptor blockers yang menggunakan resep umumnya dapat meredakan mulas dan mengobati asam lambung naik. Contohnya adalah famotidine, nizatidine, cimetidine, dan ranitidine.

Kandungan pada obat dapat menekan produksi asam, terutama setelah makan. Oleh karena itu, obat ini sebaiknya diminum 30 menit sebelum makan. Anda juga bisa mengonsumsi obat ini sebelum tidur guna menekan produksi asam di malam hari.

Obat-obatan ini umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun hati-hati, bila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan adanya peningkatan risiko defisiensi vitamin B12.

Efek samping lain dari penggunaan obat ini yaitu dapat menimbulkan sakit kepala, sakit perut, diare, mual, sakit tenggorokan, pilek, dan pusing.

2. Proton pump inhibitors (PPI) dengan resep

Obat PPI yang diperoleh melalui resep dokter ini, biasanya memiliki kandungan dosis yang lebih tinggi ketimbang obat PPI yang dijual bebas. Contohnya adalah esomeprazole, lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, rabeprazole, dan dexlansoprazole.

Jenis obat-obatan PPI bisa membantu memulihkan maag beserta penyakit yang mendasarinya, contohnya tukak lambung maupun GERD.

Obat ini bekerja dengan cara menurunkan kadar asam lambung pada tubuh sekaligus menghalangi bagian sel yang berperan sebagai penghasil cairan asam.

PPI paling baik dikonsumsi satu jam sebelum makan. Walaupun obat-obatan ini umumnya dapat ditoleransi dengan baik, obat ini juga dapat menyebabkan diare, sakit kepala, mual, dan kekurangan vitamin B12.

Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk memerhatikan aturan minum obat ini dulu sebelumnya. Biasanya, obat ini lebih disarankan untuk diminum saat keadaan perut sedang kosong atau sebelum makan.

3. Obat penguat sfingter esofagus bagian bawah

Baclofen termasuk obat antispastik dan peregang otot yang berfungsi memperkuat sfingter esofagus (kerongkongan) bagian bawah. Dengan meminumnya, diharapkan katup kerongkongan bagian bawah bisa lebih jarang kendur.

Katup kerongkongan yang mengendur dapat memudahkan asam lambung untuk naik ke kerongkongan. Pada akhirnya, kondisi tersebut bisa memicu timbulnya sensasi panas di dada disertai nyeri, yang dikenal sebagai heartburn.

Heartburn biasanya identik pada pengidap GERD, yang merupakan satu di antara berbagai penyakit penyebab maag. Akan tetapi, penting untuk diperhatikan bahwa efek samping obat bacoflen ini dapat menyebabkan kelelahan beserta mual.

4. Obat prokinetik

Obat prokinetik biasanya diresepkan dokter guna membantu proses pengosongan sistem pencernaan lebih cepat. Selain itu, obat ini bekerja untuk memperkuat otot pada katup kerongkongan bagian bahwa agar tidak mudah mengendur.

Jenis obat prokinetik yang harus diperoleh melalui resep dokter meliputi bethanechol dan metoclopramide. Meski dipercaya dapat bekerja efektif untuk mengatasi maag karena asam lambung, obat ini tetap memiliki efek samping.

Efek samping tersebut antara lain mual, depresi, kecemasan, kelelahan, lemas, diare, hingga ketidaknormalan pada gerakan fisik tubuh.

Selalu patuhi aturan minum obat ini, dan konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang rutin minum obat-obatan tertentu. Pasalnya, obat prokinetik tidak boleh sembarangan diminum bersama jenis obat-obatan yang lain.

5. Antibiotik (obat asam lambung akibat infeksi bakteri)

Antibiotik tidak boleh diminum sembarangan. Itulah mengapa obat antibiotik bisa didapatkan hanya melalui resep dokter dan tergantung dari penyebab yang mendasari kondisi Anda.

Jika munculnya maag disebabkan adanya bakteri Heliobacter pylori, obat antibiotik baru akan diresepkan. Sama seperti tugas antibiotik pada umumnya, sebagai salah satu obat untuk mengatasi asam lambung, antibiotik berguna untuk membunuh bakteri.

Contoh antibiotik sebagai obat asam lambung meliputi amoxicillin, klaritromisin, metronidazole, tetracycline dan levofloxacin. Jenis, dosis, lama waktu penggunaan antibiotik pun akan dipertimbangkan dengan baik oleh dokter.

Dalam kasus-kasus tertentu, dokter bisa meresepkan obat antibiotik selama dua minggu yang disertai dengan obat tambahan penurun asam lambung lainnya, seperti obat PPI.

6. Obat pelindung lapisan usus dan sistem pencernaan

Dalam beberapa kasus tertentu, dokter mungkin akan meresepkan obat yang berfungsi untuk melindungi lapisan usus dan sistem pencernaan.

Obat ini disebut sebagai agen sitoprotektif, yang tugasnya yakni membantu menjaga jaringan pelindung sistem pencernaan dan usus. Contoh obat ini adalah sucralfate dan misoprostol yang hanya bisa didapatkan atas rekomendasi dokter.

Mana jenis obat asam lambung yang harus dipilih?

Dirithromycin adalah obat

Mungkin kerap kali Anda masih dilanda kebingungan, mengenai jenis obat mana yang baik untuk mengobati asam lambung Anda. Sebenarnya, ini tergantung pada seberapa sering dan parah keluhan maag yang Anda alami.

Jika gejala penyakit asam lambung Anda tidak terlalu sering atau berat, obat tanpa resep mungkin bisa membantu mengurangi gejala asam lambung Anda.

Namun, jika Anda sudah menggunakan obat asam yang dijual bebas lebih dari dua minggu dan tidak mengalami penurunan gejala, segera konsultasikan pada dokter. Sebab, ini justru bisa membuat gejalanya semakin parah bila tidak segera ditangani.

Beberapa orang mungkin menggunakan kombinasi obat bebas dengan obat asam lambung dari dokter. Hanya saja, hal ini tidak selalu baik untuk dilakukan. Menggabungkan jenis obat tersebut dapat menyebabkan efek samping tertentu, seperti diare atau sembelit.

Maka itu, Anda dianjurkan untuk selalu konsultasikan dulu dengan dokter agar mendapatkan obat terbaik guna mengobati penyakit asam lambung Anda.

Penting untuk perhatikan kemungkinan interaksi obat

Jika obat asam lambung untuk memulihkan maag yang Anda minum hanya satu jenis, mungkin tidak masalah. Namun, bila ada beberapa jenis obat yang diminum bersamaan, sebaiknya perhatikan kemungkinan interaksi antar-obat tersebut.

Berikut beberapa alasan mengapa penting untuk selalu mencari tahu risiko interaksi sebelum minum berbagai jenis obat-obatan.

  • Interaksi obat dapat memengaruhi cara kerja, sekaligus mengubah kadar obat tersebut di dalam darah.
  • Interaksi obat dapat memperbesar risiko munculnya efek samping dan keracunan.
  • Interaksi obat dapat semakin memperburuk kondisi kesehatan yang sedang Anda alami, dan bukan menyembuhkan.

Atas dasar itulah, mencari tahu jenis obat apa saja yang bisa diminum bersamaan, dan mana yang tidak boleh dikombinasikan bersama seolah menjadi hal wajib. Sebab dengan begitu, dapat menurunkan risiko Anda untuk mengalami masalah kesehatan yang lebih parah.

Dokter atau apoteker biasanya sudah terlebih dahulu memastikan kombinasi obat pereda maag yang diberikan aman. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk mengecek ulang dan melakukan kebiasaan ini pada jenis obat mana pun yang hendak Anda minum.

Sebaiknya sampaikan juga pada dokter atau apoteker bila Anda sedang rutin minum obat-obatan bebas, meliputi vitamin, suplemen makanan, atau suplemen herbal untuk mengatasi asam lambung. Pastikan vitamin dan suplemen tersebut aman untuk diminum bersamaan dengan obat asam lambung.

Jangan sungkan untuk bertanya lebih lanjut dengan dokter atau apoteker, bila Anda memiliki kesulitan dalam memahami petunjuk penggunaan yang tertera pada label obat.

Di samping itu, interaksi antara beberapa jenis obat juga berisiko menimbulkan efek samping serius, mulai dari masalah kesehatan yang lebih parah, cedera, hingga akibat fatal.

Meski begitu, sebenarnya tidak semua obat yang diminum bersamaan akan selalu mengakibatkan interaksi. Pasalnya, ada beberapa jenis obat yang mungkin dapat bekerja lebih baik di dalam tubuh ketika diminum bersama makanan, minuman, atau jenis obat lainnya.

Cara mencegah efek buruk dari interaksi obat

memilih obat alergi

Berikut tindakan yang sebaiknya dilakukan jika tidak ingin mengalami efek buruk dari interaksi obat.

  • Sampaikan semua daftar obat, vitamin, maupun suplemen apa pun yang sedang rutin dikonsumsi beberapa waktu belakangan ini.
  • Sampaikan pada dokter atau apoteker mengenai perubahan gaya hidup yang Anda jalani. Misalnya olahraga, asupan makanan, pola makan, serta asupan alkohol.
  • Tanyakan kepada dokter atau apoteker mengenai kemungkinan interaksi obat pada kombinasi obat yang akan Anda konsumsi.

Risiko terjadinya interaksi obat bisa semakin meningkat seiring semakin banyaknya jumlah obat yang harus diminum. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker, untuk menghilangkan satu atau lebih obat yang tidak begitu perlu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Which OTC Meds Treat Heartburn? https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/treating-heartburn-over-counter-medicine#1. Accessed 23/3/2018.

Prescription Drugs for Heartburn and Reflux. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/prescription-treatments. Accessed 23/3/2018.

OTC GERD Treatments: A Look at the Options. https://www.healthline.com/health/gerd/over-the-counter. Accessed 23/3/2018.

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/diagnosis-treatment/drc-20361959. Accessed 23/3/2018.

Over-The-Counter (OTC) Heartburn Treatment. https://www.fda.gov/Drugs/ResourcesForYou/Consumers/ucm511944.htm. Accessed 23/3/2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 08/12/2020
x