10 Penyebab Diare yang Tak Boleh Disepelekan, Plus Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/02/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Rasanya hampir setiap orang di dunia pernah mengalami diare sekali dalam hidupnya. Namun meski termasuk gangguan pencernaan yang umum, bukan berarti Anda boleh menyepelekannya. Apabila dibiarkan diare dapat meningkatkan risiko komplikasi yang merugikan kesehatan. Nah guna mengatasi diare, Anda harus tahu lebih dahulu apa penyebab diare Anda. Masing-masing penyebab mungkin membutuhkan perawatan dan obat diare yang berbeda.

Daftar penyebab diare (mencret)

Diare alias mencret adalah masalah buang-buang air yang lebih sering dari biasanya. Penyakit ini juga menimbulkan gejala lain yang mengganggu, seperti perut mulas, kembung, mual, dan muntah.

Penyebab diare itu sendiri sangat beragam. Diare dapat disebabkan oleh kondisi yang sifatnya ringan dan sementara hingga tanda masalah kesehatan kronis.

1. Infeksi bakteri

kenapa sakit perut setelah makan

Bakteri yang paling umum menginfeksi pencernaan dan menjadi penyebab diare (mencret) adalah Shigella, Salmonella, dan Escherichia coli (E. coli).

Bakteri penyebab diare biasanya masuk ke dalam tubuh lewat makanan dan minuman yang tidak higienis. Bakteri juga dapat masuk ke dalam tubuh jika Anda mengonsumsi makanan yang tidak matang sempurna, entah itu sayuran, daging, atau pun ikan.

Anda juga bisa tertular diare lewat kontak langsung dengan orang yang sedang mencret. Cara penularan ini mungkin saja terjadi jika orang tersebut lupa mencuci tangan setelah BAB kemudian berjabat tangan dengan Anda, atau menyiapkan makanan untuk Anda.

Anak kecil cenderung lebih rentan terinfeksi bakteri penyebab mencret karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa. namun, Risiko Anda tertular diare dapat meningkat jika daya tahan tubuh sedang turun. Bakteri penyebab diare akan lebih mudah menginfeksi jika sistem imun lemah.

2. Infeksi virus

sakit perut dan keputihan

Diare tidak hanya disebabkan oleh bakteri, virus juga bisa. Jenis virus yang menjadi penyebab diare adalah dan muntah adalah rotavirus dan norovirus.

Jalur penularannya kebanyakan sama dengan infeksi bakteri, yaitu lewat konsumsi makanan dan minuman yang tidak higienis atau kontak langsung dengan orang yang sakit diare. Seseorang yang terinfeksi virus penyebab diare dapat mulai menularkan penyakitnya bahkan sebelum merasakan gejala diare.

Tangan sering bersentuhan dengan berbagai benda. Bersalaman dengan orang lain, membuka gagang pintung, atau memencet tombol lampu adalah beberapa contoh aktivitas yang melibatkan sentuhan tangan sehingga bisa memindahkan berbagai kuman penyebab diare.

Pada orang dewasa, infeksi rotavirus tidak selalu menyebabkan diare. Bahkan pada beberapa kasusnya tidak memunculkan gejala apa pun sama sekali. Namun, infeksi rotavirus rentan menjadi penyebab diare yang parah pada anak kecil dan bayi. Diare anak yang disebabkan oleh rotavirus bisa berlangsung hingga 8 hari.

3. Infeksi parasit atau jamur

Selain bakteri dan virus, diare juga dapat disebabkan oleh makan makanan atau minum minuman yang terkontaminasi jamur atau parasit. Giardia duodenalis merupakan parasit yang dapat menjadi penyebab diare pada manusia.

Diare yang disebabkan oleh infeksi parasit umum terjadi terutama di tempat-tempat yang sanitasi airnya buruk, lingkungannya tidak steril, dan orang-orangnya tidak menjaga kebersihan. Bahan makanan atau air dapat terkontaminasi oleh parasit sewaktu masa pengolahan, produksi, persiapan, pengiriman, atau penyimpanan.

Infeksi parasit tidak hanya menjadi penyebab diare, tapi juga memicu kram perut, kembung, mual, dan feses berbau busuk dalamsatu hingga dua minggu setelah terpapar.

4. Berwisata ke tempat tertentu

menjaga kebersihan vagina saat traveling

Bepergian alias traveling adalah salah satu cara untuk melepas stres. Namun jika tidak hati-hati, destinasi favorit Anda bisa jadi penyebab mencret saat liburan.

Dalam dunia kedokteran, diare yang hanya terjadi saat liburan disebut dengan diare wisatawan. Saat liburan, diare dapat disebabkan oleh kecenderungan mencicipi makanan di area wisata yang belum tentu terjamin kebersihannya.

Selain melalui makanan, kuman penyebab diare juga bisa tersebar dalam air minum maupun di perairan atau kolam renang di tempat wisata yang Anda kunjungi. Berdasarkan laporan CDC, berenang di perairan yang terkontaminasi dapat menjadi penyebab diare.

Jenis kuman penyebab mencret yang ada di kolam air antara lain adalah Cryptosporidium dan Giardia. Kuman penyebab mencret ini dapat hidup hingga beberapa menit hingga hari di kolam. Bahkan, beberapa kuman tidak mempan dibasmi dengan klorin.

Kuman penyebab diare dapat berpindah ke tubuh ketika seseorang tidak sengaja menelan air kolam saat berenang. Infeksi kuman ini dapat menyebabkan diare berkepanjangan, yakni selama 2-3 minggu.

5. Efek samping obat tertentu

obat pelancar haid

Bagi beberapa orang, efek samping antibiotik yang diresepkan dokter dapat menjadi penyebab mencret. Kenapa begitu?

Antibiotik adalah obat yang berfungsi untuk membunuh bakteri. Namun, obat ini tidak bisa membedakan mana bakteri jahat penyebab infeksi dan mana bakteri yang baik dan hidup alami dalam tubuh kita.

Maka itu, mengonsumsi antibiotik dapat ikut membunuh bakteri baik yang melindungi usus. Ketidakseimbangan koloni bakteri baik dalam usus akibat konsumsi antibiotik dapat menyebabkan diare.

Selain antibiotik, diare juga dapat disebabkan oleh efek samping obat tekanan darah, obat kanker, dan obat antasida.

Jika Anda menggunakan salah satu dari obat-obatan yang disebutkan di atas dan mengalami diare, segera konsultasi ke dokter.

6. Intoleransi makanan

alergi dan intoleransi makanan

Penyebab Anda diare mungkin karena Anda memiliki intoleransi makanan tertentu.

Seseorang dapat intoleran terhadap makanan tertentu karena tubuh mereka tidak memiliki enzim khusus untuk mengolah makanan. Intoleransi yang umum terjadi yaitu intoleransi laktosa (gula alami pada produk susu) atau intoleransi gluten (protein alami pada gandum dan produk olahannya).

Intoleransi makanan adalah kondisi ketika tubuh Anda tidak bisa mencerna nutrisi atau zat tertentu dalam suatu makanan. Masalah ini kemudian memicu beragam gejala seperti mual, diare, perut kram, dan kembung yang biasanya muncul dalam kurun waktu 30 menit hingga dua jam setelah makan.

7. Kondisi medis tertentu

Membedakan Jenis Sakit Perut Berdasarkan Penyebabnya

Diare kronis yang tak kunjung sembuh dan bersifat kambuhan bisa jadi pertanda dari masalah kesehatan tertentu.

Jika diare yang Anda alami berlangsung lebih dari tiga hari, Anda mungkin mengalami salah satu kondisi di bawah ini:

Irritable Bowel Syndrome (IBS)

IBS menandakan adanya gangguan pada usus besar Anda, yang umumnya dipicu oleh stress. Usus teriritasi tidak dapat bekerja maksimal untuk menyerap nutrisi sekaligus cairan, sehingga memicu gejala diare.

Selain jadi kronis  diare, IBS biasanya disertai dengan gejala lainnya seperti perut kembung, bergas, sembelit, kram perut, dan feses berlendir.

Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan beberapa penyakit gangguan usus kronis seperti Crohn disease dan kolitis ulseratif.

Kedua kondisi ini ditandai dengan adanya peradangan pada saluran pencernaan. Peradangan biasanya menyebar dari saluran pencernaan ke jaringan di sekitarnya dan menyebabkan luka di sepanjang lapisan usus besar. Itu sebabnya, diare yang disebabkan oleh penyakit ini bisa disertai dengan darah.

Penyakit Celiac

Jika Anda memiliki penyakit Celiac, mengonsumsi makanan yang mengandung gluten akan memicu respon sistem imun untuk menyerangan jaringan sehat di usus kecil Anda.

Lama-lama kondisi ini dapat merusak lapisan usus yang pada akhirnya dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi penting di dalam tubuh (malabsorbsi). Akibatnya, Anda pun akan lebih rentan mengalami diare karena kinerja usus bermasalah.

Penyakit lainnya

Beberapa penyakit lain seperti diabetes, hipertiroidisme, penyakit Addison, dan pankreatitis kronis dapat juga menjadi penyebab diare.

Jika Anda mencurigai penyebab diare karena kondisi tersebut, segera konsultasi ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis guna menentukan pengobatan yang terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

8. Minum alkohol

minum alkohol

Harvard Medical School menyebutkan bahwa minum alkohol bisa menjadi penyebab mencret. Anda akan lebih rentan mencret jika minum minuman beralkohol yang dibarengi dengan makanan tinggi serat atau berminyak.

Dalam porsi sedikit, alkohol dapat memicu usus bergerak lebih cepat untuk mencerna makanan. Namun di sisi lain, dua jenis makanan tersebut membuat usus besar tidak maksimal menyerap air. Akibatnya, feses akan mengandung banyak air dan membuat teksturnya encer.

Alkohol juga bisa menjadi penyebab diare jadi semakin memburuk jika Anda sudah punya kondisi ini sebelumnya.

9. Pilihan makanan yang tidak tepat

Mengonsumsi makanan pedas

Seiring bertambahnya usia, sistem pencernaan akan jadi lebih sensitif dengan makanan tertentu. Itu artinya, pilihan makanan yang tidak tepat bisa jadi penyebab terjadinya masalah pencernaan, salah satunya diare. Bahkan, bisa juga memperparah diare yang sudah terjadi.

Berikut ini ada beberapa jenis makanan yang rentan menjadi penyebab diare, antara lain:

  • Makanan pedas yang mengandung capsaicin bisa mengiritasi usus dan mempercepat proses penyerapan sehingga perut jadi mulas dan diare.
  • Makanan bergula merangsang usus untuk mengeluarkan air dan elektrolit dari tubuh sehingga membuat seseorang buang air lebih mudah, bahkan diare.
  • Susu dan keju pada beberapa orang bisa menjadi penyebab diare karena sulit dicerna, bahkan membuat gejalanya jadi lebih parah.
  • Makanan yang digoreng atau berlemak sulit dicerna dengan baik sehingga menyebabkan adanya cairan asam lemak di feses sehingga jadi lebih cair (mencret).
  • Kopi, teh, cokelat, dan soda mengandung kafein yang bisa mempercepat proses penyerapan sehingga dapat memicu diare.

10. Pembedahan pada perut

isoflurane adalah

Jika Anda baru-baru ini menjalani prosedur pembedahan pada organ cerna, terutama usus, ini bisa jadi adalah penyebab diare Anda.

Efek samping pascaoperasi pada organ cerna dapat memengaruhi kinerja usus dalam menyerap nutrisi makanan untuk sementara. Diare akan membaik sejalan dengan proses pemulihan tubuh setelah operasi.

Jika Anda tidak merasa yakin mana yang jadi penyebab diare Anda, konsultasikan ke dokter. Dokter mungkin akan menyarankan Anda menjalani pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab mencret yang tepat plus perawatannya.

Cara menghindari berbagai macam penyebab diare

Cuci tangan untuk mencegah virus penyebab hepatitis A

Diare adalah gangguan pencernaan umum dengan banyak penyebab yang bisa dihindari. Prinsip utama dari pencegahan diare itu sendiri adalah dengan menjaga kebersihan tubuh, terutama tangan, dan kehigienisan makanan.

Rajin mencuci tangan setelah dari toilet, setelah dan sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan, dan setiap kali beraktivitas sangat efektif untuk mencegah penularan infeksi penyebab mencret. Cucilah tangan Anda menggunakan sabun dan air mengalir sampai benar-benar bersih. Jangan lupa jaga pula kebersihan kuku Anda.

Kemudian, sebisa mungkin hindari makanan atau minuman yang cara pengolahannya tidak higienis. Pastikan makanan yang Anda konsumsi terjaga kebersihannya, mulai dari proses pemilihan, mencuci, memasak, hingga menyajikannya.

Pilih daging yang masih segar dan selalu masak hingga matang sempurna. Jika Anda menyukai makanan mentah, seperti lalapan, rujak, salad, atau karedok, pastikan Anda mencuci buah dan sayuran dengan benar.

Hindari pula jenis-jenis makanan tertentu yang sering memicu diare jika memang punya masalah kesehatan tertentu.

Bila berencana berwisata, pastikan kondisi tubuh Anda sedang fit. Sistem imun yang kuat bisa mengalahkan bakteri maupun virus penyebab diare atau mencret di dalam tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020 . 3 mins read

Maag (Dispepsia)

Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . 13 mins read

Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Ada berbagai penyebab diare, termasuk infeksi bakteri. Tidak hanya satu jenis, bakteri penyebab diare pun berbeda-beda. Cari informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Gangguan Pencernaan, Diare, Health Centers 12/04/2020 . 5 mins read

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10/04/2020 . 6 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 mins read

Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . 4 mins read
diare tanda hamil muda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . 5 mins read

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . 6 mins read