Diare Akibat Antibiotik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Definisi

Apa itu diare akibat antibiotik?

Diare adalah penyakit yang ditandai dengan buang air besar yang lembek atau cair hingga mengharuskan Anda bolak-balik ke toilet. Diare bisa terjadi setelah mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi infeksi bakteri (antibiotik). Diare akibat antibiotik ditandai dengan buang air besar 3 kali atau lebih sesaat setelah meminum obat.

Sering kali, diare yang terkait dengan antibiotik tidak memerlukan pengobatan jika masih tergolong ringan. Diare umumnya membaik dalam beberapa hari setelah Anda berhenti mengonsumsi antibiotik. Diare akibat antibiotik yang lebih serius dapat memerlukan penghentian atau penggantian antibiotik.

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Kondisi ini sangat umum dan dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala diare akibat antibiotik?

Gejala-gejala umum dari diare yang terkait antibiotik meliputi:

  • Feses cair
  • Lebih sering buang air besar

Diare yang terkait antibiotik kemungkinan mulai dalam seminggu setelah Anda mulai menggunakan antibiotik. Kadang, diare dan gejala lainnya tidak muncul hingga beberapa hari atau beberapa minggu setelah Anda menghabiskan perawatan dengan antibiotik.

C. difficile adalah bakteri penghasil racun yang menyebabkan kolitis akibat antibiotik. Bakteri ini dapat muncul akibat terapi antibiotik yang mengganggu keseimbangan bakteri baik dan buruk pada saluran usus. Selain feses yang cair, infeksi C. difficile dapat menyebabkan:

  • Nyeri dan kram pada perut bawah
  • Demam rendah
  • Mual
  • Kehilangan nafsu makan

Salah satu komplikasi paling umum dari jenis diare apa pun adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara ekstrem (dehidrasi). Dehidrasi serius dapat membahayakan nyawa. Tanda-tanda dan gejala meliputi mulut sangat kering, rasa haus intens, sedikit atau tidak dihasilkannya urine, dan rasa lemas.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab diare akibat antibiotik?

Penyebab kondisi ini terjadi tidak diketahui secara pasti. Kondisi ini sering dipercaya terjadi ketika pengobatan antibakteri (antibiotik) mengganggu keseimbangan bakteri baik dan jahat pada saluran pencernaan.

Hampir semua antibiotik dapat menyebabkan diare akibat antibiotik. Antibiotik yang paling sering menjadi pemicunya, antara lain:

  • Cephalosporin, seperti cefixime (Suprax) dan cefpodoxime
  • Penicillins, seperti amoxicillin (Amoxil, Larotid, lainnya) dan ampicillin

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya berisiko terkena diare akibat antibiotik?

Ada banyak faktor pemicu yang dapat menyebabkan Anda kena diare akibat antibiotik, yaitu:

  • Pernah mengalami diare akibat antibiotik sebelumnya
  • Menggunakan obat-obatan antibiotik dalam jangka panjang
  • Mengonsumsi lebih dari satu obat antibiotik

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati diare akibat antibiotik?

Pengobatan untuk diare akibat antibiotik tergantung pada tingkat keparahan tanda dan gejala.

  • Pengobatan untuk mengatasi diare ringan akibat antibiotik: jika Anda memiliki diare ringan, gejala Anda kemungkinan akan menghilang dalam beberapa hari setelah perawatan antibiotik berakhir. Pada beberapa kasus dokter dapat menyarankan Anda untuk menghentikan terapi antibiotik hingga diare mereda.
  • Pengobatan untuk melawan bakteri berbahaya pada infeksi C. difficile: jika Anda mengalami infeksi C. difficile, dokter dapat memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri yang menyebabkan diare terkait antibiotik. Untuk orang dengan jenis infeksi ini, gejala diare dapat kembali dan memerlukan perawatan kembali.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatas diare akibat antibiotik:

1. Minum cukup cairan

Untuk mengatasi kehilangan cairan ringan akibat diare, minumlah air yang banyak. Untuk kondisi yang lebih serius, minumlah cairan yang mengandung air, gula dan garam, seperti oralit. Cobalah kuah kaldu atau jus buah. Hindari minuman yang tinggi gula atau mengandung alkohol atau kafein, seperti kopi, teh dan cola, yang dapat memperburuk gejala.

Untuk bayi dan anak-anak dengan diare, tanyakan dokter untuk penggunan larutan rehidrasi oral, seperti oralit, untuk menggantikan cairan dan elektrolit.

2. Pilihlah makanan yang lembut dan mudah dicerna

Pisang dan nasi adalah contoh makanan yang baik dikonsumsi saat diare. Hindari makanan berserat tinggi seperti kacang-kacangan dan sayuran. Begitu gejala membaik, Anda dapat kembali ke pola makan normal.

3. Konsumsi probiotik

Mikroorganisme seperti acidophilus membantu mengembalikan keseimbangan pada saluran usus dengan meningkatkan jumlah bakteri baik. Probiotik tersedia dalam bentuk kapsul atau cairan dan juga ditambahkan pada beberapa makanan, seperti beberapa merek yogurt.

Studi menunjukkan bahwa beberapa probiotik dapat bermanfaat dalam mengatasi diare yang terkait dengan antibiotik. Namun, riset lebih lanjut diperlukan untuk lebih mengerti turunan bakteri apa yang paling bermanfaat dan dosis yang diperlukan.

4. Gunakan obat antidiare

Pada beberapa kasus diare ringan yang terkait antibiotik, dokter dapat merekomendasikan obat antidiare, seperti obat-obatan yang mengandung loperamide. Namun, periksakan dengan dokter sebelum menggunakan obat anti diare karena dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengeluarkan racun dan menyebabkan komplikasi serius.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah diare akibat antibiotik?

Untuk mencegah diare akibat antibiotik, Anda bisa melakukan hal-hal berikut ini:

  • Menggunakan antibiotik hanya saat diperlukan. Jangan menggunakan antibiotik kecuali dokter merasa perlu. Antibiotik dapat mengatasi infeksi bakteri, namun tidak dapat mengatasi infeksi virus, seperti demam dan flu.
  • Minta orang yang merawat Anda untuk mencuci tangan mereka. Jika Anda dirawat inap, minta siapa pun untuk mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol sebelum menyentuh Anda.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami diare akibat antibiotik sebelumnya. Sekali memiliki diare akibat antibiotik meningkatkan kemungkinan antibiotik akan menyebabkan reaksi yang sama kembali. Dokter dapat memilih antibiotik lain untuk Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sistiserkosis

Sistiserkosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Penyebab Hingga Cara Mengatasi Diare pada Anak

Infeksi bisa memengaruhi pencernaan anak sehingga terjadi diare. Apakah ini normal atau bisa berbahaya? Simak penjelasan diare pada anak di artikel ni!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Pencernaan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 31 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Ambeien (Wasir)

Ambeien (wasir) adalah membengkaknya pembuluh vena di anus yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan BAB berdarah. Bagaimana mengobati ambeien?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 30 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Salmonellosis

Salmonellosis adalah penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella yang menyerang usus. Bagaimana mengatasi penyakit ini? Simak selengkapnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat infeksi saluran kencing

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
keracunan makanan

Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
Infeksi Bakteri E Coli

Infeksi Bakteri E. coli

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit