Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Diare adalah salah satu keluhan kesehatan yang paling umum dirasakan. Diare ditandai dengan buang air besar secara terus menerus, tinja cair, dibarengi dengan rasa mulas pada bagian perut. Selain virus, diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri tertentu. Adapun bakteri penyebab diare ini ada beragam jenisnya. Apa saja bakteri yang menyebabkan diare dan bagaimana bakteri itu bisa sampai ke dalam tubuh? Berikut ulasannya.

Beragam bakteri penyebab diare

Umumnya, diare tidak berlangsung lama. Namun, diare yang berlangsung lama, bahkan hingga berminggu-minggu, bisa menjadi tanda adanya kondisi medis lain pada diri seseorang. Bila tidak ditangani dengan baik, diare yang akut ini bisa berpotensi mengancam jiwa.

Sebenarnya diare bisa disebabkan berbagai hal  seperti penggunaan obat-obatan tertentu, intoleransi terhadap laktosa atau fruktosa, mengonsumsi pemanis buatan, pascaoperasi, atau karena kondisi medis tertentu. Namun, penyebab yang paling sering terjadi selain virus yaitu bakteri.

Apa itu bakteri? Bakteri merupakan organisme kecil yang hidup di sekitar kita. Bakteri bisa hidup di air, tanah, benda, atau bahkan di makanan. Beberapa bakteri pun hidup di dalam tubuh manusia dan tidak menyebabkan masalah.

Namun, ada pula beberapa bakteri yang bisa membuat seseorang sakit ketika masuk ke dalam tubuh, termasuk diare. Umumnya, bakteri penyebab flu perut (gastroenteritis) atau lebih awam dikenal dengan muntaber, bisa menjadi penyebab diare. Berikut beberapa jenis bakteri tersebut:

  • Escherichia coli atau E. coli

Terdapat ratusan jenis bakteri Escherichia coli atau E. coli. Sebagian besar hidup di dalam usus manusia dan hewan serta tidak berbahaya. Namun, ada beberapa jenis E. coli yang bisa membuat infeksi parah pada manusia.

Jenis E. coli yang berbahaya bisa muncul di beberapa makanan, seperti daging sapi giling. Bakteri E. coli yang selama ini hidup di sapi bisa tercampur ke daging giling. Alhasil, daging sapi yang kurang matang saat dimasak bisa mengontaminasi manusia.

Selain itu, bakteri E. coli pun bisa masuk ke tubuh manusia lewat air minum yang terkontaminasi limbah atau dari satu orang ke orang lain bila tidak mencuci tangan dengan baik. Bila bakteri ini sudah mengontaminasi manusia bisa menyebabkan diare.

  • Salmonella

Selain E. coli, bakteri penyebab diare yaitu salmonella. Salmonella adalah bakteri yang menginfeksi usus. Seseorang yang terkena diare akibat bakteri salmonella bisa membaik dalam beberapa hari, tetapi pada beberapa kasus, infeksi bakteri ini bisa sangat parah hingga harus dirawat di rumah sakit.

Tidak hanya diare, infeksi salmonella dapat menyebar dari usus ke alirah darah dan ke organ tubuh lainnya. Hal ini dapat menyebabkan kematian bila tidak segera ditangani.

Salmonella bisa mengontaminasi manusia melalui makanan yang sudah terkontaminasi kotoran hewan, seperti daging sapi, unggas, susu, atau telur. Selain itu, buah dan sayuran yang tidak dicuci dengan baik pun bisa terkontaminasi salmonella.

Hal yang perlu diwaspadai adalah memelihara beberapa jenis hewan, seperti reptil dan kura-kura, pun bisa menyebabkan terinfeksi salmonella hingga menjadi diare. Oleh karena itu, kebersihan sangatlah utama saat akan makan dan memegang hewan.

  • Shigella

Infeksi bakteri shigella disebut juga dengan shigellosis. Saat mengontaminasi manusia, bakteri shigella melepaskan racun yang dapat mengiritasi usus sehingga dapat menyebabkan diare.

Bakteri shigella dapat ditemukan di air atau makanan yang terkontaminasi kotoran. Infeksi bakteri shigella ini pun umumnya menyebabkan diare pada anak atau balita karena pada usia tersebut, anak sering memasukkan tangannya ke dalam mulut. Tangan yang tidak dicuci seusai mengganti popok bayi dan balita pun bisa menjadi salah satu penyebabnya.

  • Campylobacter

Infeksi kelompok bakteri campylobacter disebut juga dengan penyakit campylobacteriosis enterik. Bakteri ini menginfeksi usus kecil manusia dan bisa menyebabkan diare.

Bakteri campylobacter biasa ditemui di burung dan ayam. Saat disembelih, bakteri bisa beralih dari usus burung atau ayam ke otot-ototnya. Otot-otot inilah yang kemudian dimakan oleh manusia. Dengan demikian, bila daging burung atau ayam tidak dimasak dengan matang bisa berisiko menularkan ke manusia.

  • Vibrio cholerae

Infeksi bakteri vibrio cholerae disebut juga dengan penyakit kolera. Kolera adalah penyakit menular yang menyebabkan diare parah, bahkan bisa menimbulkan dehidrasi pada penderitanya. Bila tidak segera ditangani, penyakit ini bisa berujung pada kematian.

Bakteri vibrio cholerae dapat menginfeksi manusia melalui makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Makanan atau minuman tersebut terinfeksi melalui kotoran manusia yang mengidap kolera.

Sumber-sumber yang menjadi penularan bakteri ini biasanya, yaitu pasokan air atau es yang terinfeksi, makanan dan minuman yang dijual tanpa memerhatikan faktor kebersihan, sayuran yang ditanam dengan air yang mengandung kotoran manusia, ikan dan makanan laut mentah atau setengah matang yang ditangkap di perairan tercemar limbah.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sistiserkosis

Sistiserkosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Impetigo

Impetigo adalah penyakit infeksi kulit bagian paling atas yang sangat menular. Apa penyebab dan gejalanya? Bagaimana mengobati kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Kulit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Mengenal Penyebab Hingga Cara Mengatasi Diare pada Anak

Infeksi bisa memengaruhi pencernaan anak sehingga terjadi diare. Apakah ini normal atau bisa berbahaya? Simak penjelasan diare pada anak di artikel ni!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Pencernaan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 31 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Ambeien (Wasir)

Ambeien (wasir) adalah membengkaknya pembuluh vena di anus yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan BAB berdarah. Bagaimana mengobati ambeien?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 30 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
Bakteremia

Mengenal Bakteremia, Ketika Bakteri Hidup di dalam Darah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
keracunan makanan

Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
Infeksi Bakteri E Coli

Infeksi Bakteri E. coli

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit