Berbahayakah Jika BAB Anda Berlendir?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Lendir merupakan zat yang diproduksi tubuh yang dapat memengaruhi kerja tubuh. Namun, sebagian orang mungkin bertanya-tanya bagaimana jika BAB berlendir? Apakah hal tersebut normal terjadi? Berikut ulasannya.

Apa fungsi lendir di dalam tubuh?

Lendir adalah cairan yang diproduksi oleh jaringan untuk melapisi dan melindungi organ tertentu seperti mulut, hidung, sinus, tenggorokan, paru-paru, dan usus.

Lendir berfungsi untuk mengurangi kerusakan organ tubuh tertentu yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Teksturnya yang licin dan lengket bisa menjadi perangkap bagi partikel asing yang tidak sengaja masuk ke dalam tubuh.

Di dalam usus, lendir berfungsi untuk melindungi lapisan dalam usus dan melicinkan permukaannya. Selain itu, lendir dapat melindungi usus dari asam lambung atau cairan lainnya yang bisa mengiritasi.

Lendir yang sehat berwarna bening dan tipis. Kadang juga berwarna putih dan kekuningan. Namun, beberapa faktor seperti penyakit, diet, dan juga faktor lingkungan bisa memengaruhi tekstur, jumlah, serta warna lendir.

Kapan lendir pada feses dianggap tidak normal?

fakta buang air besar wanita

Buang air besar atau BAB berlendir pada dasarnya normal. Namun, lendir yang terlihat di feses dalam jumlah banyak bisa menjadi pertanda adanya masalah.

Memang, BAB yang mengandung lendir belum tentu menandai adanya masalah kesehatan yang serius. Namun jika keberadaannya meningkat dan terjadi terus-menerus, Anda harus mulai waspada dan memeriksakan diri ke dokter.

Lendir yang menandakan masalah kesehatan serius juga biasanya disertai dengan gejala lainnya seperti:

  • adanya darah atau nanah pada feses,
  • sakit perut,
  • kram perut, dan
  • lebih sering atau lebih jarang buang air besar.

Oleh karena itu, walaupun terkesan menjijikkan, Anda perlu sedikit lebih peka terhadap sinyal yang diberikan tubuh melalui keberadaan lendir di feses.

Penyebab BAB berlendir

Menurut World Journal of Gastroenterology, peradangan pada sistem pencernaan biasanya akan membuat produksi lendir dalam feses berlebih.

Selain itu, beberapa masalah kesehatan lain juga bisa menjadi penyebab BAB berlendir. Berikut di antaranya.

1. Kolitis ulseratif

Kolitis ulseratif menandakan adanya peradangan kronis pada selaput lendir di usus besar dan rektum. Biasanya dinding usus besar akan terluka, berlendir, berdarah, hingga bernanah.

Jika lendir yang dihasilkan terlalu banyak, maka kemungkinan besar lendir akan ikut bersama dengan feses saat dikeluarkan.

2. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable bowel syndrome (IBS) merupakan penyakit pencernaan umum yang memengaruhi kerja usus besar. Pada IBS, kontraksi otot yang terjadi saat makanan melewati usus besar terbilang tak normal.

Kadang, terlalu banyak kontraksi bisa menyebabkan diare, tetapi jika terlalu sedikit justru menyebabkan sembelit. Kontraksi otot yang tidak teratur atau berselang ini biasanya menyebabkan rasa sakit.

Pada penderita IBS, lendir seringkali diproduksi berlebihan oleh usus besar dan dikeluarkan melalui feses.

Studi menunjukkan bahwa pria dengan IBS cenderung memiliki lendir di feses lebih banyak dibandingkan dengan wanita yang mengalami IBS. Lendir juga akan terlihat lebih banyak saat Anda mengalami diare akibat IBS.

3. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn merupakan penyakit radang usus kronis. Peradangan dapat memengaruhi setiap bagian dari sistem pencernaan, dari mulut ke bagian belakang, tapi paling sering terjadi di bagian terakhir yaitu pada usus kecil (ileum) atau usus besar (kolon).

Biasanya, orang dengan penyakit ini akan mengalami sakit perut yang menyakitkan dan BAB berlendir atau berdarah.

4. Fistula ani

Fistula ani merupakan penyakit karena infeksi pada kelenjar anal yang menyebabkan terbentuknya nanah di sekitar anus.

Kondisi ini sering terjadi pada orang dengan penyakit Crohn, terutama di daerah perineum (pada pria terletak di antara skrotum dan anus, pada wanita terletak di antara anus dan vagina).

Sedangkan fistula anal adalah saluran kecil yang menghubungkan abses di dalam anus dengan kulit di sekitar anus. Kondisi ini disebabkan oleh kumpulan nanah yang terjebak di lubang anus. Kedua penyakit ini bisa membuat BAB berlendir.

5. Alergi makanan

Jika Anda memiliki alergi makanan tertentu seperti kacang-kacangan, laktosa, gluten, dan makanan lainnya, maka hal ini bisa menjadi kemungkinan terjadinya BAB yang berlendir.

Sebab, beberapa makanan tertentu dapat menimbulkan ketidaknyaman pada sistem pencernaan yang akan mengakibatkan kembung, diare, ruam, dan sembelit. Akibatnya, kontraksi otot di usus tidak dapat dihindarkan.

6. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri biasanya disebakan oleh bakteri seperti Campylobacter, Salmonella, Shigella, dan Yersinia. Bakteri-bakteri tersebut sering menjadi penyebab keracunan makanan dan infeksi lainnya.

Gejala-gejalanya adalah diare, kram, muntah, mual, hingga demam. Karena kontraksi inilah maka lendir yang ada di dalam usus bisa ikut keluar saat Anda BAB.

7. Cystic fibrosis

Cystic fibrosis merupakan kelainan genetik yang dapat menyebabkan produksi lendir berlebih di dalam tubuh. Kondisi yang mengancam jiwa ini paling sering menyerang paru-paru.

Namun, beberapa kasus menunjukkan penyakit ini juga bisa menyerang saluran pencernaan. Dalam kasus ini, lendir bisa menghalangi lubang atau saluran dalam pankreas Anda.

Penyumbatan ini mencegah enzim mencapai usus Anda. Akibatnya, usus Anda tidak bisa sepenuhnya menyerap lemak dan protein. Hal ini bisa menyebabkan diare berkepanjangan, berbau busuk, berlendir, dan berminyak.

Bagaimana dokter mendiagnosis BAB berlendir?

Untuk mendiagnosis kelebihan lendir pada feses, dokter biasanya akan memulai dengan pemeriksaan fisik dan tes darah. Hasil tes ini akan menjadi acuan untuk melihat masalah utama yang menyebabkan BAB berlendir.

Jika hasil pemeriksaan fisik tidak dan darah tidak cukup kuat, dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes pendukung seperti:

  • tes kultur feses (mengambil sampel feses),
  • tes urine,
  • kolonoskopi,
  • endoskopi,
  • sinar X, MRI panggul, atau CT scan, serta
  • uji elektrolit keringat.

Perawatan dan pengobatan untuk BAB berlendir

Karena kejadiannya bisa didasari oleh berbagai macam penyakit pencernaan lain, hasil pemeriksaan yang telah dilakukan akan dijadikan acuan dalam memberikan pengobatan yang tepat.

Jika Anda positif mengidap penyakit tertentu, dokter akan melakukan perawatan yang sesuai dengan penyakit penyebab BAB berlendir.

Selain menjalani perawatan medis, Anda juga perlu melakukan perubahan pada kebiasaan sehari-hari guna membantu pemulihan kondisi Anda. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan.

  • Meningkatkan asupan cairan dengan minum air lebih banyak.
  • Mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung probiotik seperti yogurt, tempe, dan kimchi.
  • Menghindari konsumsi makanan yang asam dan pedas.
  • Mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya serat.

Selama menjalani langkah-langkah di atas, Anda baiknya turut waspada dan lebih peka terhadap berbagai perubahan yang Anda rasakan pada tubuh, terutama bila gejala mulai memengaruhi kebiasaan buang air besar.

Bila ada keluhan yang mengganggu, jangan ragu untuk segera berkonsultasi kepada dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Waspadai 3 Ciri Tipes yang Sudah Parah Agar Tidak Berakibat Fatal

Tipes yang parah bisa berakibat fatal jika tidak cepat-cepat ditangani. Satu dari 5 orang bisa meninggal karena tipes. Seperti apa ciri tipes yang parah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 4 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Beberapa orang ada yang memiliki hidung kurang sensitif sehingga sulit mencium bau yang ada di sekitarnya. Kenapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
obat alami dan tradisional sakit gigi berlubang

7 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Gigi Berlubang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit