Kupas Tuntas Penyebab, Gejala, Hingga Cara Mengatasi Diare Saat Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/02/2020 . 8 menit baca
Bagikan sekarang

Diare rentan terjadi pada ibu hamil. Selain tentunya bisa mengganggu aktivitas si calon ibu, komplikasi diare yang dibiarkan terus dikhawatirkan dapat berdampak buruk pada bayi. Jangan panik, Bu! Pelajari lebih dalam mengenai penyebab, gejala, dan cara tepat mengobati diare saat hamil di artikel ini.

Penyebab diare pada ibu hamil

obat diare untuk ibu hamil

Penyebab dari diare itu sendiri kebanyakan adalah masalah pada sistem pencernaan. Namun, berikut ini adalah berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami diare saat hamil:

1. Perubahan hormon

Hormon adalah senyawa kimia yang mengalir dalam darah untuk mendukung berbagai kerja tubuh. Nah selama kehamilan, kadar hormon akan mengalami banyak perubahan untuk menunjang kerja tubuh sampai saatnya melahirkan.

Beberapa hormon yang fungsinya sangat penting saat kehamilan adalah estrogen, progesteron, oksitosin, HCG, dan prolaktin. Perubahan pada kadar hormon-hormon tersebutlah yang menjadi penyebab diare pada ibu hamil.

Sebagai contoh, kenaikan kadar prostaglandin yang merangsang kontraksi otot rahim juga membuat gerakan usus jadi lebih cepat. Akibatnya, usus tidak bisa maksimal menyerap cairan dari makanan sehingga malah akan banyak terbuang bersama feses.

2. Perubahan pola makan

Pola makan yang berubah drastis saat hamil juga bisa menjadi penyebab diare pada banyak calon ibu.

Perubahan pola makan memang menjadi salah satu gejala klasik yang dialami ibu muda. Sebagian besar mungkin cenderung lebih memperbanyak makan buah dan sayur dengan tujuan juga menyehatkan kandungan. Namun meski memang sehat, terlalu banyak makan serat justru dapat menyebabkan diare.

Pasalnya saat Anda terlalu banyak makan makanan berserat, gerakan usus cenderung menjadi lebih cepat dan berat. Hal ini kemudian membuat usus tidak bisa bekerja efektif menyerap cairan untuk memadatkan feses. Akibatnya, feses yang keluar saat BAB justru lembek atau malah cair.

Di sisi lain, gejala ngidam saat hamil juga mungkin berperan terhadap risiko diare pada kebanyakan calon ibu muda. Beberapa wanita yang tadinya mungkin tidak pernah makan suatu makanan kemudian malah merasakan dorongan tinggi untuk memakannya.

Nah, perubahan nafsu makan yang mengagetkan ini bisa menjadi penyebab diare pada ibu hamil. Umumnya, diare ini terjadi pada ibu hamil selama trimester pertama.

American Pregnancy Association juga menyebutkan bahwa di trimester pertama kehamilan seorang ibu biasanya jadi lebih sensitif dengan aroma atau rasa makanan tertentu. Ketika ia mengonsumsi makanan tersebut, tubuh akan bereaksi negatif dengan menyebabkan perut mulas dan diare.

3. Efek samping vitamin prenatal

Bagi kebanyakan ibu hamil, konsumsi rutin dari vitamin prenatal diperlukan untuk membantu mencukupi asupan nutrisinya. Namun, penggunaan vitamin saat hamil sebaiknya tetap atas persetujuan dokter kandungan Anda terlebih dahulu.

Pasalnya, gangguan pencernaan adalah salah satu efek samping yang paling umum dari konsumsi vitamin prenatal. Sebagai contoh, mengonsumsi suplemen zat besi dengan dosis lebih dari 30 mg sekali minum dapat menyebabkan masalah pada saluran pencernaan, entah itu berupa sembelit atau bisa juga diare.

Untuk menghindari hal ini, Anda dapat mencoba minum vitamin sebelum tidur atau bersamaan dengan makanan lain agar lebih mudah dicerna dan tidak membuat Anda ingin buang-buang air.

4. Infeksi bakteri atau virus

Penyebab diare pada ibu hamil yang perlu diwaspadai adalah infeksi virus maupun bakteri. Pasalnya, bakteri yang menginfeksi organ pencernaan, menyebar, dan berdampak buruk bagi janin.

Kuman penyebab diare saat hamil ini bisa masuk ke tubuh ketika ibu hamil jajan sembarangan atau tidak rajin mencuci tangan sebelum makan dan sesudah pergi ke toilet.

5. Memiliki masalah medis tertentu

Pada beberapa kasus, penyebab diare pada ibu hamil adalah masalah kesehatan, seperti penyakit Celiac, sindrom iritasi usus besar, dan penyakit Crohn.

Bila sebelumnya calon ibu memiliki masalah medis ini, konsultasikan ke dokter mengenai rencana kehamilan agar tidak terganggu oleh diare.

Gejala diare saat hamil

diare-kronis

Diare (mencret) ditandai dengan bolak-balik BAB lebih sering daripada biasanya dengan feses encer atau lembek berair.

Itu kenapa kebanyakan orang mengetahui gejala diare pada ibu hamil hanya buang-buang air. Padahal, gejalanya tidak hanya itu saja. Gejala diare saat hamil dapat berbeda pada setiap calon ibu, tergantung apa penyebabnya.

Gejala diare pada ibu hamil akibat perubahan hormon dan pola makan

  • Buang air besar lebih sering dari biasanya
  • Feses yang dikeluarkan cair
  • Kadang perut terasa mulas

Gejala mencret saat hamil akibat infeksi

  • Buang air lebih sering dengan feses cair atau berlendir
  • Feses bisa saja berdarah
  • Mual dan muntah
  • Mengalami demam menggigil
  • Merasa pusing

Gejala diare pada ibu hamil karena masalah medis tertentu

  • Buang air terus-menerus dengan feses cair
  • Perut mulas atau kram
  • Perut terasa kembung, mual, dan muntah
  • Berat badan menurun dan merasa kelelahan
  • Masalah kulit dan persendian

Gejala diare yang dirasakan ibu hamil tidak selalu sama. Beberapa mungkin merasakan gejala yang tidak disebutkan di atas. Guna memastikan penyebabnya, Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter.

Risiko komplikasi diare pada ibu hamil

perkembangan kehamilan 2 minggu

Diare biasanya bukan penyakit yang berbahaya.  Diare pada ibu hamil yang disebabkan perubahan hormon dan pola makanan umumnya akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Namun, Anda tidak boleh menganggapnya sepele jika diare  disebabkan oleh infeksi dan masalah kesehatan lain. Sebab, pemulihan biasanya berlangsung lebih lama. Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera konsultasi jika diare tidak juga kunjung sembuh saat hamil.

Dokter akan membantu mengatasi gejala dan mencegah terjadinya komplikasi diare, seperti dehidrasi. Dehidrasi pada ibu hamil sangat berbahaya karena bisa memicu kontraksi dini yang membuat rahim mengencang dalam satu atau dua menit.

Dehidrasi yang disebabkan oleh diare saat hamil juga dapat menimbulkan tanda dan gejala lain, seperti:

  • Terus- menerus merasa haus
  • Bibir kulit, dan selaput lendir mengering
  • Anda menjadi lebih mudah marah dan susah konsentrasi
  • Urine yang keluar sedikit berwarna gelap, atau bahkan tidak keluar sama sekali
  • Mata cekung
  • Detak jantung dan pernapasan jadi lebih cepat
  • Tekanan darah rendah

Membiarkan diare tanpa perawatan yang tepat pada ibu hamil, bisa menimbulkan masalah serius. Diare yang terjadi secara terus-menerus dapat membuat volume air ketuban berkurang akibat keluarnya cairan selama diare. Hal ini dapat menyebabkan perkembangan janin menjadi terganggu, bahkan berisiko keguguran.

Cara aman mengatasi diare saat hamil

cara memilih dokter internis terbaik

Mengatasi diare saat hamil tidak boleh sembarangan pakai obat yang dibeli di apotek. Beberapa obat diare yang umum seperti Pepto-Bismol (bismuth subsalicylate) dan obat yang mengandung Lomotil.

Lomotil sudah dilaporkan dapat membahayakan janin pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Sementara itu, Pepto-Bismol diketahui mengandung salisilat yang mungkin bisa meningkatkan perdarahan serta memengaruhi kesehatan jantung janin. Maka dari itu, Anda hanya boleh minum obat diare khusus untuk ibu hamil yang diresepkan dokter.

Di samping mengandalkan obat dari dokter, Anda juga harus tetap menerapkan perawatan di rumah agar diare cepat sembuh. Perawatan ini meliputi penggunaan obat-obatan mencret alami (atas izin dokter), memperbanyak minum air putih dan minum oralit, jus buah atau makan makanan berkuah bening, seperti sup.

Hal ini bertujuan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat dehidrasi saat diare. Air putih dapat membantu mengisi kembali cairan yang hilang selama diare, sedangkan minum jus buah dapat membantu menambah asupan kalium yang penting untuk ibu hamil. Air kaldu bermanfaat untuk mengisi kembali asupan natrium yang dibutuhkan.

Agar diare saat hamil cepat pulih, Anda juga perlu istirahat yang cukup dan hindari makanan yang bisa memperparah gejala, seperti makanan pedas, berminyak, dan berbumbu kuat.

Bila dehidrasi akibat diare saat hamil cukup parah, ibu perlu dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan medis darurat, umumnya dengan pemberian cairan lewat infus.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . 4 menit baca

Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Ada berbagai penyebab diare, termasuk infeksi bakteri. Tidak hanya satu jenis, bakteri penyebab diare pun berbeda-beda. Cari informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Gangguan Pencernaan, Diare, Health Centers 12/04/2020 . 5 menit baca

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10/04/2020 . 6 menit baca

Apa Bedanya Diare Akut dan Diare Kronis?

Diare umumnya dibedakan menjadi akut dan kronis berdasarkan lama waktu sakitnya. Namn ternyata, jenis diare bukan cuma dua itu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . 8 menit baca
diare tanda hamil muda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . 5 menit baca

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . 6 menit baca