4 Prinsip Utama Menjaga Kebersihan Diri untuk Mencegah Hepatitis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Hingga 4.000 orang meninggal akibat virus hepatitis setiap harinya di seluruh dunia. Virus hepatitis umumnya menular lewat konsumsi air dan makanan yang terkontaminasi feses. Jenis hepatitis tertentu bisa menular lewat kontak langsung dengan darah terinfeksi yang mungkin tidak akan pernah Anda sadari kapan dan apa yang menjadi penyebabnya.

Sayangnya, masyarakat tampak kurang memiliki kesadaran akan penyakit mematikan yang sebenarnya bisa dicegah sepenuhnya ini. Anda bisa melindungi diri supaya tidak terinfeksi dengan selalu menjaga kebersihan diri setiap saat. Berikut panduannya.

Panduan menjaga kebersihan diri untuk mencegah hepatitis

1. Rajin cuci tangan

Kebersihan tangan dianggap sebagai salah satu cara paling efektif untuk membantu Anda mencegah penularan infeksi, termasuk pula hepatitis. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, atau jika tak tersedia air bersih gunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol untuk membunuh virus. Jika kedua hal ini tak tersedia bisa, siap sedia tisu basah sebagai alternatif.

Perlu dicatat bahwa baik membersihkan tangan dengan gel pembersih maupun tisu basah saja tidak cukup untuk memberikan hasil terbaik. Hand-sanitizer berbahan dasar alkohol cukup efektif, tetapi hanya bekerja baik jika tangan Anda dengan jelas tertutup kotoran. Maka dari itu, Anda harus terlebih dulu membersihkan kotoran dan debu yang tampak kasat mata sebelum menggunakan hand sanitizerdan ini bisa dilakukan dengan menggunakan tisu basah.

Selalu prioritaskan untuk mencuci tangan sebagai bagian dari gaya hidup, terutama jika Anda bepergian ke area-area rentan penularan hepatitis. Hepatitis masih menjadi momok mengerikan di negara-negara berkembang.

2. Bersihkan tumpahan darah secara menyeluruh

Terpapar kontak dengan darah yang terinfeksi virus adalah salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda tertular hepatitis. Risiko ini terutama tinggi bagi pasien cuci darah (hemodialisis) dan tenaga medis profesional di rumah sakit.

Dilansir dari jurnal terbitan NCBI tahun 2014, pasien cuci darah di Yogyakarta berada pada peringat pertama sebagai kelompok risiko tertinggi penularan hepatitis B dengan persentase angka mencapai 11,2 persen. Sementara itu, penularan hepatitis pada tenaga kesehatan di rumah sakit juga bisa terjadi lewat transfusi darah dan produk darah yang terkontaminasi HBV serta dari jarum suntik yang terkontaminasi virus dalam prosedur medis. Menurut data Kemenkes RI, tingkat kejadian diagnosis hepatitis B positif di antara petugas kesehatan di DKI Jakarta mencapai 2,55 persen, dengan rincian Jakarta Pusat (5,33%) dan Jakarta Barat (3,9%) sebagai dua wilayah dengan kasus hepatitis B positif tertinggi pada petugas pelayanan kesehatan.

Meskipun Anda tidak terpapar darah atau cairan tubuh pasien hepatitis, Anda masih bisa terinfeksi virus ini dari darah yang menempel pada permukaan termasuk darah kering karena virus dalam darah kering pun masih bisa menginfeksi. Saat Anda melihat adanya tumpahan atau cipratan darah pada permukaan di sekitar Anda atau di rumah, langsung bersihkan secara menyeluruh untuk menghilangkan sumber penyakit. Ingatlah untuk menggunakan sarung tangan karet saat membersihkan darah. Gunakan larutan pemutih dan air dengan perbandingan 1:10.

3. Cuci bahan makanan dengan menyeluruh

Selalu cuci buah-buahan dan sayuran dengan menyeluruh setelah Anda mencuci tangan karena Anda bisa terkena hepatitis A akibat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Makanan bisa terkontaminasi virus hepatitis dalam beberapa cara, seperti  kerang mentah yang diambil dari air kotor yang terkontaminasi, dan buah-buahan dan sayuran serta makanan lain yang dikonsumsi mentah yang mungkin telah terkontaminasi saat ditangani. Lebih baik jika Anda tidak banyak mengonsumsi makanan mentah jika Anda tidak yakin dari mana sumbernya dan bersihkan bahan makanan dengan seksama untuk mencegah penyakit.

4. Jangan sentuh toilet umum

Duduk di toilet umum yang terkontaminasi ketika memiliki luka terbuka di bokong atau bagian belakang kaki Anda bisa membuat Anda berisiko terinfeksi virus hepatitis. Jika Anda memiliki luka yang bisa mengalami kontak dengan dudukan toilet, jongkoklah di atas dudukan dan/atau alasi permukaan dudukan dengan kain atau tisu toilet untuk memberikan perlindungan lebih.

Terakhir, perlu diingat bahwa infeksi hepatitis bisa menular melalui jalur feses-oral. Sebagai upaya mandiri untuk mencegah hepatitis, selalu prioritaskan menjaga kebersihkan diri yang baik dan hindari kontak langsung dengan darah atau feses orang yang terinfeksi. Jadikan empat poin di atas sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, maka semakin besar pula peluang Anda untuk mencegah diri tertular hepatitis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca