home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Melakukan Seks Aman dengan Penderita Hepatitis

Panduan Melakukan Seks Aman dengan Penderita Hepatitis

Penyakit hepatitis merupakan peradangan pada organ hati yang diakibatkan oleh racun dari bahan kimia atau berasal dari virus. Karena penyakit ini dapat menular lewat kontak seksual, simak panduan bila akan berhubungan seks dengan penderita hepatitis.

Apakah semua tipe hepatitis bisa menular melalui hubungan seks?

seks aman penderita hepatitis, penyakit hepatitis

Terdapat beberapa tipe hepatitis paling umum yaitu hepatitis A, B, dan C. Hepatitis B dan hepatitis C berisiko sebabkan kanker hati atau infeksi kronis lainnya yang dapat memicu kerusakan hati seperti sirosis hati.

Hal tersebut membuat setiap orang harus waspada dengan penyakit hepatitis. Beberapa bentuk penularannya yaitu melalui hubungan seks dan transfusi darah yang berisiko dan perlu diperhatikan.

Jika seorang ibu yang sedang mengandung menderita hepatitis B atau C, kemungkinan anak yang dilahirkan juga akan mengidap hepatitis tersebut. Transfusi darah memang berisiko terhadap penularan hepatitis. Hanya saja, risiko tersebut tidaklah besar.

Pada penyakit hepatitis A, virus menyebar melalui fekal-oral (penularan dari feses ke mulut) yang dapat terjadi jika ada kontak langsung dengan oral dan atau anal. Jari juga bisa menjadi medium penularan saat berkontak dengan anus seseorang yang terinfeksi.

Sedangkan pada penyakit hepatitis B, penularan melalui kegiatan seksual cenderung akan lebih mudah. Virus tersebut dapat ditularkan melalui saliva (air liur), cairan vagina, dan sperma sehingga penularannya pun dapat dilakukan ketika terjadi seks oral atau anal.

Penyakit hepatitis C menular melalui darah termasuk darah menstruasi, bisul, atau luka genital. Terserangnya hepatitis C memiliki peluang lebih besar dibandingkan penyakit pada orang dengan riwayat bergonta-ganti pasangan, seperti penyakit menular seksual.

Meski demikian, perlu digarisbawahi bahwa penularan virus hepatitis tidak akan terjadi dengan berpegangan tangan, berpelukan, atau sekedar kecupan dengan penderita hepatitis.

Risiko tertular ketika melakukan ciuman memang ada, tapi belum diketahui seberapa besar risiko tertular. Jika ciuman tersebut melibatkan pertukaran ludah dalam jumlah besar, risikonya mungkin bertambah.

Selain itu, berhati-hatilah dengan luka pada mulut. Hal tersebut juga menyebabkan meningkatnya risiko tertular saat berciuman.

Bagaimana melakukan seks aman dengan penderita hepatitis?

seks aman dengan penderita hepatitis

Di bawah ini merupakan beberapa penjelasan mengenai seks yang aman untuk dilakukan dengan penderita penyakit hepatitis berdasarkan jenis hepatitisnya.

1. Seks aman untuk hepatitis A

Hindari seks anal dan oral, sebab virus hepatitis A menyebar melalui feses orang yang terinfeksi. Virus tersebut juga dapat masuk melalui oral.

Bahkan ketika Anda menggunakan kondom pun belum tentu terjamin keamanannya. Hal ini disebabkan virus tetap dapat hinggap di tangan yang akhirnya virus tersebut juga berpeluang terbawa ke mulut.

2. Seks aman untuk hepatitis B

Menurut Michael B. Fallon, MD, dosen kedokteran di University of Texas Medical School Houston, yang dikutip situs Everyday Health, dari ketiga tipe hepatitis, yang paling mudah menular melalui kontak seksual yaitu virus hepatitis B.

Ketika Anda memiliki hepatitis B, sebaiknya Anda jujur pada pasangan Anda. Jika pasangan Anda belum kebal terhadap hepatitis B, vaksin bisa diberikan. Vaksin dapat mencegah pasangan Anda terkena infeksi.

Immunoglobulin dapat bekerja sebagai antibodi dan dapat diberikan kepada pasangan yang terkena cairan tubuh Anda dalam jangka waktu dua minggu setelah terekspos. Itu membuat infeksi masih bisa dicegah.

Meski pasangan sudah divaksin hepatitis, kondom pun tetap harus digunakan saat melakukan seks dengan penderita hepatitis.

3. Seks aman untuk hepatitis C

Tidak ada vaksin yang efektif untuk virus hepatitis C sehingga pencegahan menjadi hal yang sangat penting. Menggunakan kondom dan setia pada satu pasangan dapat mengurangi risiko tertularnya hepatitis C.

Masih menurut Fallon, pasien dengan hepatitis C yang stabil menjalin hubungan satu pasangan saja, tingkat penularannya hanya berkisar 2 – 4 persen per tahun. Itu berarti risiko tertular sangat kecil.

Meskipun begitu, Anda tetap harus melakukan seks yang bertanggung jawab dan menghindari seks yang berisiko.

https://wp.hellosehat.com/pencernaan/hati/mencegah-penularan-hepatitis-lewat-seks/

Tips melakukan seks dengan penderita hepatitis

Bila diperlukan, simak baik-baik tips di bawah ini agar hubungan seks dengan penderita hepatitis dapat berjalan intens dan penuh gairah.

  1. Lakukan seaman mungkin. Anda perlu rutin melakukan pengecekan terhadap penyakit hepatitis dan penyakit menular seksual.
  2. Cari informasi bagaimana penyakit menyebar. Kontak langsung dengan darah, cairan vagina, sperma, serta luka terbuka pada bagian vagina, anus, atau mulut dapat meningkatkan risiko terinfeksi. Virus memang tidak terlihat, tapi dapat masuk dengan mudah melalui kulit atau membran kecil yang disebut mukosa.
  3. Gunakan kondom. Penting sekali untuk menggunakan kondom lateks untuk berbagai tipe kegiatan seksual. Gunakan lubrikasi atau pelumas seks yang berbahan dasar air untuk menghindari kerusakan kondom.
  4. Jangan melakukan seks saat terpengaruh alkohol. Mengombinasikan alkohol dan seks akan menjadi tindakan yang kurang bertanggung jawab, Anda mungkin akan sulit berkomunikasi dengan benar dan waras, serta timbulnya risiko penggunaan kondom dengan cara yang salah.

Membicarakan masalah penyakit yang dimiliki seseorang (apalagi yang dicintai) memang sensitif. Anda pun mungkin akan khawatir pasangan akan meninggalkan karena mengangkat bahasan seperti ini.

Meski demikian, ketika sebuah hubungan berarti, Anda dan pasangan pasti memiliki dorongan untuk saling menjaga. Boleh saja jika Anda perlu konsultasi dengan dokter atau membicarakannya dengan teman sebelum akhirnya memberi tahu pasangan.

Anda perlu merencanakan apa saja yang ingin Anda katakan ketika harus mengungkapkan kondisi kesehatan Anda termasuk seuptar penyakit hepatitis dan cara aman berhubungan seks dengan penderita hepatitis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Getting a Blood Transfusion – American Cancer Society. Cancer.org. (2021). Retrieved 17 March 2021, from https://www.cancer.org/treatment/treatments-and-side-effects/treatment-types/blood-transfusion-and-donation/how-blood-transfusions-are-done.html.

Keeping Loved Ones Safe: Sex and Viral Hepatitis – Everyday Health. Everydayhealth.com. (2014). Retrieved 17 March 2021, from https://www.everydayhealth.com/hepatitis/hepatitis-and-your-sex-life.aspx.

Living with Hepatitis – Hepatitis Foundation International. hepatitisfoundation.org. (2021). Retrieved 17 March 2021, from https://hepatitisfoundation.org/living/index.htm.

The ABCs of Hepatitis – CDC. Cdc.gov. (2020). Retrieved 17 March 2021, from https://www.cdc.gov/hepatitis/resources/professionals/pdfs/abctable.pdf.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Rizki Pratiwi
Tanggal diperbarui 17/03/2021
x