Jangan Bikin Tato Dulu Sebelum Memahami 7 Hal Penting Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sekarang ini tampaknya hampir semua orang ingin bikin tato. Padahal, dahulu tato hanya identik dengan pelaut, geng motor, bahkan kriminal. Namun, sekarang sepertinya tato telah menjadi riasan tubuh yang populer untuk banyak orang. Bentuknya pun bukan lagi hanya berupa jangkar, tengkorak, dan kapal perang, tetapi tulisan cantik, bunga, desain etnik, hingga simbol yang dibuat sendiri. Ya, orang-orang kini telah menemukan cara untuk megekspresikan dirinya melalui tato.

Berbagai hal yang harus diketahui sebelum Anda bikin tato

Mungkin Anda juga pernah terpikir untuk bikin tato. Namun, sebelum Anda pergi ke studio tato terdekat dan menggulung lengan baju Anda, berikut beberapa hal penting yang harus Anda ketahui.

1. Pahami dulu risiko bikin tato

tato baru terasa gatal

Jika Anda menyuntikkan zat apa pun ke kulit Anda, selalu ada risiko munculnya infeksi. Beberapa risiko yang mungkin terjadi adalah hepatitis, infeksi, atau munculnya kutil. Menggunakan jarum atau tinta yang tidak steril dapat menyebabkan infeksi. Jadi pastikan studio tempat Anda bikin tato memenuhi aturan keamanan untuk menjaga Anda tetap sehat dan bebas infeksi. Risiko infeksi inilah yang membuat para ahli memberikan aturan untuk menunggu paling cepat 1 tahun bagi Anda yang membuat tato untuk dapat mendonorkan darah. Dalam 1 minggu pertama sangatlah penting untuk mengambil semua tindakan yang disarankan untuk mencegah terjadinya infeksi.

Adapun risiko kecil lain adalah jika Anda alergi terhadap pigmen tato. Jika iya, maka hal itu akan menjadi masalah besar karena pigmen tato sangat sulit untuk dihilangkan. Bahkan sangat mungkin terjadi reaksi alergi meski Anda telah memiliki pigmen itu selama bertahun-tahun. Granuloma alias bintil yang mungkin muncul di sekitar material yang dianggap asing oleh tubuh, termasuk juga salah satu risiko. Keloid (luka yang tumbuh melebihi batas normal) dapat juga muncul setiap kali Anda terluka atau membuat kulit Anda trauma.

2. Pastikan keamanan studio tempat Anda bikin tato

bahaya tato

Anda harus memastikan bahwa Anda akan ditato oleh seniman tato profesional yang mengetahui standar prosedur keamanan untuk menato. Studio tato Anda harus memiliki sertifikasi sterilisasi (jangan takut untuk menanyakan apakah Anda boleh melihatnya). Anda juga harus memastikan bahwa seniman tato Anda memakai sarung tangan. Obat salep, tinta, air dan barang lain harus dikembalikan ke tempatnya setelah digunakan untuk menato seseorang.

3. Siap-siap rasa sakit yang ditimbulkan

sakit habis bikin tato
Sumber: The Daily Meal

Tingkat rasa sakit yang Anda rasakan selagi ditato berbeda-beda pada tiap orang. Jika boleh jujur, semua orang pasti merasa sakit saat ditato. Namun, sakit ditato bukanlah jenis rasa sakit yang tak tertahankan. Ditato tidak akan terasa seperti ditikam atau apa pun yang ekstrem.

Lebih seperti rasa sakit yang mengganggu, seperti dicubit-cubit kecil. Rasa sakit juga akan bergantung pada area kulit yang akan ditato. Jika Anda ditato di bagian kulit yang tipis dan sensitif, atau yang dekat dengan tulang atau nadi Anda, maka akan terasa lebih sakit.

4. Pastikan uang Anda cukup

Jika menyangkut tato, jangan pikirkan urusan berhemat. Pastikan Anda melakukan perhitungan sebelumnya, dan berhati-hatilah jika seorang seniman tato memberikan harga yang lebih murah dibandingkan yang lain. Lebih baik membayar lebih demi seniman tato yang resmi dan aman dibanding tukang tato jalanan.

Perlu diingat juga, jangan pernah melakukan tawar menawar dengan seniman tato karena itu artinya Anda tidak menghargai para seniman tato.

5. Perhatikan kondisi kesehatan Anda

kebiasaan hidup sehat

Bukanlah ide terbaik untuk ditato saat Anda sedang sakit. Anda memerlukan sistem imun Anda dalam keadaan 100 persen baik. Sel darah putih Andalah yang menolong Anda menyembuhkan bekas tato. Sementara jika tubuh Anda sibuk memerangi virus dan bakteri, sel tersebut tidak akan bisa bekerja seperti semestinya. Jika Anda telah mem-booking sesi tato tetapi kemudian jatuh sakit, undur jadwal Anda.

Selain itu, pastikan juga Anda tidak memiliki jadwal yang padat untuk beberapa hari ke depan setelah ditato. Terutama untuk kegiatan di luar ruangan. Jadi jika Anda akan berlibur ke pantai dalam waktu dekat, hindari dulu membuat tato, karena sinar matahari, keringat, dan bahkan air klorin dalam kolam renang bisa merusak tato baru Anda.

6. Jangan lupa cukuran sebelum ditato

mencukur rambut kemaluan

Ketika Anda ditato, area yang akan ditato harus dicukur bersih terlebih dahulu, sehingga Anda akan memulai dengan kulit yang polos. Setelah beberapa hari, pangkal rambut/ bulu akan mulai tumbuh dan Anda merasa ingin mencukurnya, tetapi bercukur dapat berakibat fatal untuk tato Anda.

Mengingat luka Anda masih baru, bercukur akan meningkatkan risiko rusaknya tato Anda. Lebih aman jika Anda bercukur ketika tato Anda sudah sampai pada tahap mengelupas, jadi pastikan Anda bertanya pada seniman tato Anda tentang jangka waktu penyembuhannya.

7. Proses penghapusan tato

Banyak sekali orang yang memutuskan untuk bikin tato secara tiba-tiba karena ingin, atau ketika mereka sedang merasa impulsif dan ternyata kemudian menyesalinya. Mau tak mau, tato pun harus dihapus. Proses menghilangkan tato bisa jadi sangat menyakitkan – seperti dijepret karet gelang kemudian diikuti sensasi kulit terbakar.

Biayanya pun tergantung pada ukuran tato. Penghapusan menggunakan laser dapat memakan biaya minimal 3 juta per sesi dan Anda bisa saja memerlukan 1-10 sesi untuk membuat tato Anda hilang secara sempurna. Maka, sebelum bikin tato, pastikan Anda sudah memikirkan semua konsekuensinya dengan matang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Jamur pada Kuku yang Perlu Anda Ketahui

Kuku rapuh dan menghitam merupakan tanda-tanda infeksi jamur pada kuku. Apa penyebab jamur kuku dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Leher Hitam? Atasi dengan Cara Mudah Ini

Jika memiliki kulit leher hitam, ketahui dulu apa penyebabnya. Setelah itu, cari tahu cara menghilangkan hitam di leher. SImak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Kulit 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengatasi infeksi telinga

Cara Mengatasi dan Mencegah Infeksi Akibat Tindik di Telinga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pakai masker wajah setiap hari

Apakah Pakai Masker Wajah Setiap Hari Pasti Bikin Kulit Lebih Mulus?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
skincare anti-aging usia 50 tahun

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tips waxing di rumah

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit