Mengulik Khasiat Teh Hijau untuk Rematik, Apa Benar Manjur?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sama seperti kopi, teh juga banyak penggemarnya. Minuman ini telah diketahui manfaatnya untuk kesehatan sehingga sering digunakan sebagai pengobatan rumahan. Salah satu teh yang paling dikenal adalah teh hijau. Jenis teh ini dipercaya sangat baik untuk penderita rematik. Sebenarnya apa saja khasiat teh hijau bagi penderita rematik? Agar tidak penasaran, simak ulasannya berikut ini.

Hidup sehat dengan penyakit rematik

Penyakit rematik atau rhematoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan parah pada sendi dan juga memengaruhi organ penting lainnya, seperti jantung. Penyakit ini biasanya kambuhan, nyeri pada sendi dan gejala rematik lainnya bisa datang dan pergi kapan saja.

Hingga saat ini tidak ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit ini. Namun, beberapa obat dapat membantu meringankan dan mencegah keparahan penyakit.

Orang dengan kondisi ini harus memiliki gaya hidup yang sehat serta melakukan pengobatan rumahan supaya gejala tidak muncul kembali. Salah satu pengobatan rumahan untuk rematik adalah rutin minum teh hijau.

Dilansir dari laman Everyday Health, Mahsa Tehrani, MD, seorang ahli penyakit rematik di Wina mengatakan bahwa teh memiliki sifat antiradang yang luar biasa. Jadi secara teori, teh dapat membantu mengurangi peradangan. Ini menunjukkan adanya khasiat teh hijau untuk pasien rematik.

Kata penelitian seputar khasiat teh hijau untuk pengidap rematik

manfaat minum teh hijau

Teh hijau sudah digunakan dalam dunia pengobatan selama berabad-abad. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Michigan menemukan bahwa bahwa salah satu kandungan pada daun teh hijau memiliki manfaat yang baik untuk pasien rematik.

Daun teh yang tidak difermentasi memiliki kandungan polifenol yang tinggi. Polifenol adalah senyawa antioksidan yang mampu melawan radikal bebas yang merusak sel-sel sehat di dalam tubuh.

Di antara senyawa antioksidan lain, polifenol dikenal sebagai antioksidan yang paling kuat. Salah satu jenis polifenol yang ada pada daun teh hijau adalah epigallocatechin 3-gallate (ECGC).

Dari penelitian tersebut, ilmuwan menemukan bukti bahwa ECGC berpotensi membatasi produksi zat yang menimbulkan peradangan. Selain itu penelitian lain juga menunjukkan bahwa ECGC membantu menjaga kesehatan tulang, terutama tulang rawan.

Secara tidak langsung, teh hijau dapat membantu menurunkan risiko pasien rematik terkena penyakit jantung, stroke, dan berbagai jenis kanker. Selain bersifat antiradang, minum teh hijau juga mampu meningkatkan konsentrasi dan suasana hati.

Beberapa hal yang harus diperhatikan pasien rematik sebelum minum teh hijau

manfaat minum teh

Sebelum memutuskan untuk minum teh hijau rutin, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter Anda. Dokter akan membantu Anda untuk menjelaskan manfaat sekaligus kemungkinan risiko supaya Anda jadi lebih berhati-hati minum teh hijau.

Kemudian, tanyakan juga apakah kandungan teh hijau berinteraksi dengan obat yang Anda minum atau tidak. Bila Anda menggunakan obat selain rematik, seperti obat pengencer darah tertentu, antibiotik atau beta-blocker, kemungkinan besar dokter akan melarang Anda untuk minum teh ini.

Teh hijau dapat mengganggu efektivitas obat-obatan tersebut. Sebaliknya, jika tidak bermasalah dengan teh hijau, Anda bisa menikmatinya sebagai rutinitas.

Pastikan memilih teh hijau yang alami, bukan yang instan. Caranya, rebus daun teh hijau dengan air tanpa ditambahkan gula. Namun Anda boleh menggunakan sedikit madu atau perasan lemon supaya teh jadi lebih enak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Mengejutkan Minum Teh Rooibos untuk Tubuh Anda

Jika bosan dengan teh biasa, Anda bisa mencoba teh rooibos. Sama seperti teh lainnya, teh rooibos juga memberikan manfaat bagi tubuh. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 02/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Efek Samping Minum Teh Sage dan Tips untuk Menghindarinya

Tanaman sage dikenal sebagai obat tradisional sehingga sering dibuat teh. Namun, tahukah Anda minum teh sage juga dapat menimbulkan efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 09/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Ke Mana Harus Memeriksakan Diri Saat Badan Pegal Seperti Rematik?

Jika Anda mengalami badan pegal yang mirip dengan rematik, diperlukan pemeriksaan khusus untuk memastikannya. Lalu, ke mana Anda perlu memeriksakan diri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/11/2019 . Waktu baca 4 menit

5 Manfaat Teh Linden, Teh Bunga Unik dengan Manfaat yang Tak Terduga

Teh linden mungkin tidak sepopuler teh herbal lainnya. Padahal, teh linden memiliki beragam kandungan yang membuatnya kaya manfaat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 28/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Minum Teh Konon Dapat Memperpanjang Usia, Begini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . Waktu baca 7 menit
manfaat masker teh hijau

5 Manfaat Masker Teh Hijau untuk Kulit Bersih, Mulus, dan Sehat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20/02/2020 . Waktu baca 5 menit
manfaat teh hijau untuk rambut

3 Manfaat Teh Hijau untuk Rambut yang Lebih Sehat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/02/2020 . Waktu baca 4 menit
teh untuk menghangatkan tubuh

4 Pilihan Teh untuk Menghangatkan Tubuh Saat Berlibur di Daerah Dingin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 01/01/2020 . Waktu baca 4 menit