Osteoporosis Ternyata Bisa Meningkatkan Risiko Demensia, Mengapa?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Memasuki fase usia lanjut, biasanya kemampuan berkomunikasi, berpikir, serta mengingat mulai melemah. Serangkaian gejala ini normal terjadi dan memang merupakan bagian dari proses penuaan, dikenal dengan sebutan demensia. Adanya kerusakan pada sel-sel otak sering dianggap sebagai alasan utama demensia. Menariknya, fakta baru berhasil membuktikan bahwa osteoporosis adalah salah satu faktor risiko yang berperan sebagai penyebab demensia. Bagaimana bisa?

Osteoporosis bisa jadi salah satu penyebab demensia

Sebuah penelitian yang dilakukan dalam skala besar oleh tim epidemiologi IQVIA, sebuah perusahaan ilmu pengetahuan terkait kesehatan di Jerman, melibatkan kurang lebih 60 ribu peserta dan dilakukan selama kurang lebih 20 tahun.

Prof. Karel Kostev, Dr MS, selaku tim peneliti, mengungkapkan bahwa ini merupakan studi pertama yang didasari atas adanya kemungkinan penyakit osteoporosis bisa jadi penyebab demensia.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer’s Disease ini menunjukkan bahwa sebanyak 20,5 persen wanita yang mengalami osteoporosis dan 16,4 persen yang tidak, telah didiagnosis mengidap demensia. Sementara pada pria, demensia dialami oleh sekitar 22 persen yang mengalami osteoporosis dan 14,9 persen yang normal.

Jika dilihat dari hasil penelitian tersebut, orang yang mengalami demensia lebih banyak terjadi pada kelompok yang memiliki riwayat osteoporosis sebelumnya.

faktor risko penyebab demensia adalah

Mengapa osteoporosis bisa menimbulkan demensia?

Osteoporosis adalah kondisi rapuhnya tulang yang memang biasa terjadi pada lansia. Nah, sekarang mungkin Anda bertanya-tanya apa kaitannya penyakit yang menyerang fungsi tulang ini dengan demensia, yang menyerang fungsi otak.

Ada beberapa teori yang mungkin dapat menjelaskan hal ini, menurut Louis Jacob, MD, salah seorang peneliti, bahwa kemungkinan pertama adalah karena osteoporosis dan demensia punya faktor risiko yang serupa — yakni ApoE4 dari apolipoprotein E.

Tidak hanya itu saja, sekumpulan faktor yang dimiliki kedua kondisi medis yang sangat berbeda ini juga meliputi rendahnya kadar vitamin K, vitamin D, hormon androgen, dan hormon estrogen. Semua hal serupa ini yang kemudian meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis dan demensia.

Sayangnya, para ilmuwan mengakui masih ada kekurangan dalam penelitian besar ini. Keterbatasan utamanya yakni belum melibatkan pengamatan mengenai faktor risiko gaya hidup harian, terhadap penurunan kepadatan mineral tulang terkait osteoporosis.

Padahal tidak menutup kemungkinan bahwa kebiasaan harian seperti minum alkohol, aktivitas fisik, serta merokok punya andil lain terhadap kejadian osteoporosis dan demensia.

Adakah yang bisa dilakukan untuk mencegahnya?

olahraga jogging

Menurut penelitian, osteoporosis bisa jadi salah satu faktor penyebab demensia. Maka itu, jika Anda tidak ingin mengalami masalah saraf ini, sebaiknya cegah juga penyakit osteoporosis.

Kebiasaan baik yang paling terkenal dalam mencegah osteoporosis yaitu rutin berolahraga. Pasalnya, kerja tulang akan semakin baik bila Anda rutin melatihnya dengan gerakan-gerakan olahraga. Sebaliknya, tulang bisa melemah bahkan kehilangan fungsinya apabila tidak rajin dilatih.

Anda bisa mulai dengan olahraga apapun, entah itu joging santai, senam, berenang, yoga, tai chi, hingga angkat beban. Yang terpenting, lakukan semampu kapasitas tubuh Anda. Tak lupa, usahakan untuk senantiasa mendapatkan asupan berbagai nutrisi, khususnya vitamin D dan kalsium, yang bisa membantu memperkuat fungsi tulang.

Sebisa mungkin kurangi atau bahkan hindari konsumsi alkohol, rokok, serta minuman bersoda yang digadang-gadang juga bisa memicu pengeroposan tulang, dilansir dari laman Web MD.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Tips Manjur Agar Pengidap Demensia Selalu Ingat Jadwal Minum Obat

Rutin minum obat merupakan salah satu kunci penting dalam pengobatan demensia. Demi memudahkan Anda, jajal beberapa cara ini supaya tidak lupa minum obat!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Tahap Penyakit Alzheimer, dari Stadium Awal Hingga Lanjut

Alzheimer adalah penyakit yang akan bertambah semakin parah seiring berjalannya waktu. Maka itu, ayo kenali apa saja tahap penyakit Alzheimer dan tandanya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti

Tak Cuma Pikun, Ini 10 Tanda Penyakit Alzheimer yang Perlu Anda Cermati

Penyakit Alzheimer membuat seseorang jadi mudah lupa. Namun, selain itu masih banyak ciri-ciri Alzheimer yang juga harus diwaspadai. Cari tahu di sini, ya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti

Pentingnya Asupan Vitamin B-12 Bagi Kesehatan Lansia

Di antara semua jenis vitamin yang ada, lansia perlu lebih memerhatikan kebutuhan vitamin B12 hariannya. Memang apa manfaat vitamin B12 untuk lansia?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Nutrisi, Hidup Sehat 07/11/2018

Direkomendasikan untuk Anda

perbedaan demensia dengan delirium dan depresi

Kenali Perbedaan Demensia dengan Delirium dan Depresi

Ditulis oleh: dr. Alfonsa Angwarmase
Dipublikasikan tanggal: 09/03/2020
main game mendeteksi demensia

Faktanya, Main Game di Ponsel Bisa Bantu Mendeteksi Demensia Lho!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/11/2019
detak jantung tidak teratur

Waspada, Detak Jantung Tidak Teratur Dapat Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2019
menolak minum obat

5 Solusi Saat Orang dengan Demensia Menolak Minum Obat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 20/01/2019