7 Makanan yang Paling Umum Jadi Penyebab Nyeri Sendi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/03/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Banyak kondisi berbeda yang dapat membuat sendi nyeri. Penyebab nyeri sendi yang selama ini Anda ketahui mungkin adalah faktor usia tua, aktivitas fisik yang berlebihan, hingga penyakit. Namun, tahukah Anda bahwa makanan tertentu juga bisa jadi penyebab nyeri sendi?

Daftar makanan penyebab nyeri sendi

Penyebab nyeri sendi yang paling umum adalah kerusakan pada persendian akibat cedera/trauma fisik yang memengaruhi ligamen, bursa, atau tendon yang mengelilinginya. Sebagai contoh, keseleo akibat cedera saat olahraga, trauma akibat jatuh atau terpeleset, hingga cedera benturan akibat kecelakaan bermotor.

Nyeri juga dapat terjadi ketika persendian rusak karena mengalami peradangan, seperti akibat rematik (rheumatoid arthritis) atau osteoarthritis. Bagaimana dengan makanan?

Makanan bukanlah salah satu penyebab utama dari kemunculan nyeri sendi. Sampai saat ini juga belum ada penelitian sahih yang membuktikan bahwa makanan tertentu dapat meningkatkan risiko nyeri sendi.

Namun, orang yang menderita nyeri sendi cenderung mengalami gangguan pencernaan yang berkaitan dengan peradangan pada lambung dan usus.

Maka itu dikutip dari Livestrong, pengidap nyeri sendi sangat dianjurkan untuk menghindari sejumlah makanan di bawah ini yang dapat menjadi penyebab nyeri mudah kambuh sewaktu-waktu:

1. Tomat

Tomat adalah buah yang kaya akan zat antioksidan untuk melawan peradangan dalam tubuh. Namun, penderita nyeri sendi akibat asam urat tinggi perlu membatasi atau menghindari makan tomat.

Buah tomat merupakan salah satu makanan yang harus dihindari penderita asam urat yang dapat menjadi penyebab kambuhnya nyeri sendi.

Sebuah penelitian dari University of Otago terbitan jurnal BMC Musculoskeletal Disorders tahun 2015 melaporkan bahwa konsumsi tomat sangat berkaitan dengan kenaikan kadar serum asam urat dalam darah, yang merupakan penyebab utama asam urat.

Berdasarkan data dari sekitar 12 ribu partisipan yang diamati, peneliti bahkan menobatkan tomat sebagai makanan pemicu nyeri asam urat terbanyak keempat setelah seafood, alkohol, dan daging merah.

2. Minyak

Kebanyakan varian minyak, seperti minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak kedelai, dan minyak biji kapas mengandung lebih tinggi asam lemak omega-6 dibandingkan kadar asam lemak omega-3. Sebagian besar dari minyak tersebut sering diolah dalam berbagai jenis makanan sehari-hari.

Asam lemak omega-6 pada dasarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk struktur dan menjalankan fungsi sel, mengatur aktivitas gen di dalam sel, serta membantu perkembangan otak pada janin dan anak-anak.

Meski demikian, penelitian menunjukkan asupan asam lemak omega-6 yang berlebihan dapat memicu peradangan kronis dan memengaruhi kesehatan persendian. Itulah sebabnya peneliti menyarankan orang-orang yang memiliki rematik untuk sangat membatasi asupan makanan yang tinggi omega-6.

Selain dalam minyak, asam lemak omega-6 juga dapat ditemukan pada makanan ringan, makanan cepat saji, junk food, kue-kue manis, margarin, kuning telur, serta daging berlemak. Bahkan, makanan kemasan yang suka Anda beli di swalayan dapat mengandung omega-6 hingga 25 kali lebih tinggi ketimbang kadar omega 3-nya.

3. Makanan cepat saji dan makanan yang digoreng

Makanan cepat saji dan yang serba digoreng diolah dengan banyak minyak, sebut saja ayam goreng tepung, kentang goreng, dan gorengan pinggir jalan, dapat menjadi penyebab nyeri sendi mudah kambuh.

Minyak atau mentega yang dipakai untuk menggoreng akan berubah menjadi lemak trans begitu terpapar oleh suhu tinggi dalam waktu lama. Asupan lemak trans yang berlebihan itu sendiri sudah sejak lama diketahui dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh.

Selain itu, beragam jenis makanan ini juga dibuat dengan menambahkan banyak garam dan mungkin juga pengawet dalam beberapa kasus. Mengonsumsi garam berlebih juga dapat memicu peradangan yang menyebabkan nyeri pada persendian.

4. Daging hewani

Alan Goldhamer, seorang dokter spesialis osteopati di California, mengatakan bahwa protein hewani dan lemak hewani adalah makanan yang dapat menjadi penyebab meningkatnya risiko nyeri sendi, termasuk kambuhnya serangan rematik.

Jika Anda berlebihan makan daging merah, sistem kekebalan tubuh akan menganggap protein sebagai antigen dan memproduksi antibodi untuk melawannya. Reaksi ini kemudian menyebabkan pembentukan antigen kompleks.

Sistem imun biasanya menyingkirkan antigen kompleks dari tubuh. Namun pada orang yang sensitif terhadap protein hewani, antigen kompleks ini tidak dapat hilang sepenuhnya dan justru disimpan di dalam berbagai jaringan tubuh, termasuk persendian, sehingga menyebabkan peradangan.

5. Minuman bersoda

Minuman bersoda juga bisa meningkatkan risiko nyeri sendi jika Anda meminumnya bersama dengan makanan penyebab di atas.

Pasalnya, minuman bersoda dibuat dengan banyak tambahan gula dan pengawet. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, selain akan meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung, konsumsi gula berlebihan juga dapat memicu pelepasan zat pemicu peradangan yang disebut sitokin.

Ketika peneliti menyimpulkan data dari dua penelitian besar berbeda dengan rentang uji selama 30 tahun, mereka menemukan adanya hubungan antara konsumsi soda dan risiko nyeri sendi seperti arthritis.

Wanita yang minum satu kaleng soda atau lebih dalam sehari berisiko 63% lebih tinggi untuk mengalami arthritis dibandingkan dengan yang tidak minum soda sama sekali.

6. Makanan olahan atau kemasan

Makanan yang diolah dengan cara dipanaskan pada suhu tinggi, misalnya dipanggang, dibakar, digoreng (deep fry), atau dipasteurisasi menghasilkan sebuah lemak yang bernama Advanced Glycation End Products (AGEs).

Lemak AGEs juga dapat ditemukan dalam produk makanan kemasan, makanan olahan dari tepung terigu putih (roti tawar putih, pasta terigu), dan segala bentuk gula, mentah atau halus.

terbentuk akibat reaksi yang terjadi antara gula dengan dengan protein atau lemak. Kebanyakan lemak dapat berkontribusi terhadap peradangan. AGEs dapat merusak protein tertentu di tubuh Anda sehingga menyebabkan nyeri sendi atau bentuk peradangan lainnya.

Penelitian pun menunjukkan untuk mengurangi porsi makanan yang dimasak pada suhu tinggi sebagai penyebab nyeri sendi.

7. Produk olahan susu

Penggemar produk olahan susu? Apabila Anda pernah mengalami nyeri sendi, sebaiknya lebih berhati-hati karena jenis protein di dalam makanan olahan produk susu dapat menjadi penyebab nyeri sendi dan peradangan lainnya.

Bagi sebagian orang, protein susu dapat mengiritasi area sekitar sendi. Apabila Anda mempunyai alergi terhadap protein hewani, coba untuk mengganti sumber protein lainnya seperti sayur bayam, tahu, kacang-kacangan, dan lain-lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

Diet eliminasi akan membantu Anda untuk menemukan beberapa jenis makanan yang memperburuk kondisi tubuh Anda. Seperti apa dietnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Alergi, Health Centers 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
makan tidak teratur

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 4 menit
lemak paha sulit dihilangkan

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit
makanan sehat untuk orang sibuk

13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22/07/2020 . Waktu baca 12 menit