Diabetes tipe 2 adalah penyakit serius. Penyakit ini menunjukkan bahwa kadar gula dalam darah terlalu tinggi. Jika kadar gula darah terlalu tinggi dalam jangka waktu yang cukup lama, hal ini bisa mengakibatkan kerusakan pada hati, mata, ginjal, saraf, bahkan gigi dan gusi. Sebelumnya, diabetes tipe 2 ini hanya ditemukan di kalangan orang dewasa saja. Namun saat ini, beberapa anak serta remaja juga mengidap penyakit yang sama.

Apa yang membuat seorang anak lebih rentan terhadap diabetes tipe 2 dibandingkan dengan anak lainnya?

  • Memiliki ibu, ayah, kakak, adik, atau anggota keluarga lain yang menderita diabetes.
  • Kelebihan berat badan.
  • Kurang aktif secara fisik.
  • Berat badan 4 kg atau lebih ketika dilahirkan.
  • Lahir dari seorang ibu yang menderita diabetes selama masa kehamilan.
  • Berasal dari atau keturunan bangsa suku asli Amerika, asli Alaska, Afrika, Asia, Hispanik/Latin, atau Kepulauan Pasifik.

Lalu, apa yang dapat Anda lakukan?

  • Bantulah anak Anda untuk tetap aktif setiap hari.
  • Buatkan makanan yang sehat dan enak.
  • Ajak anak Anda untuk ikut berbelanja. Ajarkan cara membaca label makanan untuk membantu memilih makanan yang sehat.
  • Batasi porsi makan dengan kandungan lemak, gula, serta garam yang tinggi.
  • Batasi waktu bermain anak Anda saat berada di depan komputer, tablet, ponsel, juga televisi selama 2 jam per hari.
  • Tanyakan pada dokter apakah anak Anda memiliki berat badan yang sehat serta potensi terkena diabetes tipe 2.
  • Jadilan teladan bagi anak Anda dengan ikut makan makanan yang sehat serta aktif berolahraga bersamanya.

Bagaimana agar anak tetap aktif?

Tanyakan pada anak mengenai kegiatan yang senang mereka lakukan supaya tetap aktif. Apa yang menyenangkan bagi mereka? Jika mereka tidak tahu, Anda mungkin bisa menyarankan hal berikut.

  • Bersepeda
  • Menari
  • Main basket atau sepakbola
  • Bermain skateboard
  • Lompat tali
  • Berenang
  • Berjalan-jalan atau berlari bersama orangtua atau anggota keluarga lainnya

Berapa banyak kegiatan yang harus anak Anda lakukan?

Anak-anak butuh waktu sekitar 60 menit untuk beraktivitas dalam satu hari. Mereka tidak perlu mengerjakan semuanya sekaligus. Bisa dibagi menjadi beberapa waktu, misalnya untuk 20 menit pertama lalu jeda, kemudian dilanjutkan dengan 20 menit kedua dan ketiga.

Biarkan anak Anda memulai tugasnya secara perlahan. Dukung dia. Biarkan dia tahu bahwa yang penting ialah menjaga supaya tubuhnya tetap bergerak! Anak Anda bisa meningkatkan kegiatannya setiap minggu.

Tubuh yang aktif dapat membantu anak-anak Anda:

  • Membangun otot serta membakar lemak.
  • Membantu pertumbuhan tulang yang kuat dan tetap fleksibel.
  • Tubuh terasa lebih baik serta mendapatkan tidur yang berkualitas.
  • Menjaga berat badan tetap dalam rentang yang sehat.

Bagaimana caranya agar anak Anda mengonsumsi makanan yang sehat?

Bicarakan dengan anak Anda tentang apa yang mereka pikirkan mengenai pola makan yang sehat. Buatlah daftar bersama-sama. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan.

  • Makan makanan yang kaya akan serat seperti roti gandum dan sereal, beras merah, lentil, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran.
  • Pilihlah makanan yang rendah lemak, baik itu lemak jenuh dan trans, misalnya daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, susu non-lemak atau susu rendah lemak, yogurt, serta keju.
  • Pilihlah makanan yang dibakar, dikukus, atau yang dipanggang dan bukan yang digoreng.
  • Pilih makanan yang rendah garam seperti buah-buahan, sayuran, serta biji-bijian. Jangan menambahkan garam ke dalam makanan.
  • Makanlah banyak sayuran. Misalnya, salad dengan sayuran hijau, wortel, tomat, serta paprika. Gunakan saus salad rendah lemak sebanyak 2 sendok makan atau kurang.
  • Hindari minuman manis seperti soda, minuman isotonik, dan jus buah.

Apa saja makanan ringan yang sehat?

Berikut adalah beberapa camilan yang mudah serta sehat, antara lain:

  • Buah-buahan seperti apel atau pisang.
  • Roti panggang dengan 1 sendok makan selai kacang.
  • Secangkir yogurt rendah lemak atau non-lemak.
  • Sayuran mentah seperti wortel atau seledri dengan salsa.

Apa saja kebiasaan makan sehat yang dapat keluarga saya terapkan?

Anda bisa:

  • Makan sarapan, makan siang, dan makan malam secara rutin setiap hari.
  • Batasi porsi ketika makan. Isilah setengah piring dengan buah-buahan dan sayuran, seperempat dengan protein, seperti ayam atau kalkun tanpa kulit, atau kacang, seperempat lagi dengan gandum, seperti beras merah atau pasta gandum. Minumlah secangkir susu rendah lemak atau non-lemak.
  • Batasi asupan makanan penutup seperti kue dan es krim cukup hanya 1 atau 2 kali seminggu.
  • Matikan televisi atau perangkat lainnya selama makan. Nikmati makanan dan berinteraksi dengan anggota keluarga.
Yang juga perlu Anda baca