Panduan Tepat Merawat Anak yang Mengidap Diabetes

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Diagnosis diabetes pada anak awalnya mungkin akan membuat Anda panik dan kewalahan. Baik orangtua dan anak, berapa pun usianya, harus belajar bagaimana menggunakan insulin, memerhatikan asupan makanan, dan memantau kadar gula darah agar tetap seimbang. Selain itu, Anda sebagai orangtua juga harus mengendalikan gejala yang bertujuan mencegah komplikasi diabetes yang mungkin terjadi. Ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui saat menghadapi diabetes pada anak. Simak artikel ini untuk informasi lebih lanjut.

Pedoman mengelola gejala diabetes pada anak

1. Pantau kadar gula darah anak agar tetap normal

Pemantauan kadar gula darah secara rutin adalah cara utama mengelola gejala diabetes pada anak. Pemeriksaan ini akan menunjukkan kadar gula darah anak saat itu juga. Anda harus memastikan anak mendapatkan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin. Sebaiknya Anda memang memiliki alat untuk memeriksa kadar gula darah di rumah untuk mempermudah pemeriksaan. 

Pemeriksaan kadar gula darah dapat dilakukan lewat tes darah sederhana dengan tusukan kecil di ujung jari. Tes ini umumnya dianjurkan bagi para pasien diabetes. Anak Anda mungkin perlu melakukannya sebanyak empat kali atau lebih dalam sehari, tergantung dari jenis tes yang digunakan. Dokter juga akan menjelaskan tentang kadar gula darah yang ideal.

Selain itu, ada cara terbaru untuk memantau kadar gula darah, yaitu dengan monitoring glukosa berkelanjutan atau Continuous glucose monitoring (CGM). Cara ini mungkin paling efektif untuk orang-orang yang menunjukkan gejala gula darah turun drastis (hipoglikemia).

CGM ditempelkan pada tubuh dengan menggunakan jarum halus tepat di bawah kulit, yang akan memeriksa kadar gula darah setiap beberapa menit. Namun, CGM dianggap belum seakurat pemantauan gula darah biasa. Jadi CGM bisa menjadi alat tambahan, tapi bukan untuk menggantikan pemantauan gula darah biasa.

2. Pelajari jenis dan cara pakai insulin

Diabetes tipe 1 pada anak adalah kondisi di mana pankreas anak tidak berfungsi lagi untuk memproduksi hormon insulin. Karena itu, anak memerlukan pengganti insulin. Inilah mengapa diabetes pada anak sangat bergantung pada perawatan insulin.

Orangtua harus tahu dosis dan jenis insulin yang bisa digunakan si kecil. Selain  itu, orangtua juga perlu mengetahui bagaimana cara memberikan perawatan insulin untuk anak.

Ada beberapa jenis insulin yang bisa digunakan, diantaranya:

  • Insulin kerja cepat. Terapi insulin seperti lispro (Humalog), aspart (NovoLog) dan glulisine (Apidra) bekerja sangat cepat dalam menurunkan kadar gula darah tubuh. Oleh karena itu, digunakan 15 menit sebelum makan. Namun, efeknya tidak bertahan lama.
  • Insulin kerja singkat. Terapi insulin seperti insulin yang sebenarnya (Humulin R) yang menurunkan kadar gula darah dengan cepat, tapi tak secepat insulin kerja cepat. Biasanya, insulin ini diberikan 30-60 menit sebelum makan.
  • Insulin kerja sedang. Terapi seperti insulin NPH (Humulin N) mulai bekerja dalam waktu sekitar satu jam, puncaknya sekitar enam jam dan terakhir 12 sampai 24 jam.
  • Insulin kerja panjang. Terapi insulin glargine (Lantus) dan detemir (Levemir) bisa bekerja selama seharian. Oleh karena itu insulin ini lebih banyak digunakan ketika malam hari dan hanya satu kali saja per hari. Biasanya, insulin kerja panjang akan dikombinasikan dengan insulin kerja cepat dan insulin kerja singkat.

Tergantung pada usia dan kebutuhan anak, dokter mungkin akan meresepkan campuran jenis insulin untuk digunakan sepanjang siang dan malam.

Cara pemberian insulin yang paling umum adalah lewat suntikan (jarum suntik atau pena). Namun, suntikan insulin dengan pena belum disediakan untuk anak-anak. Dokter biasanya akan membantu Anda memberitahu bagaimana cara menyuntikkan insulin untuk anak. Anda juga akan diajari cara menyimpan insulin serta membuang jarum dengan aman. Jika anak sudah memasuki usia remaja atau dewasa, Anda bisa mengajarkan padanya cara menyuntik insulin secara mandiri.

Selain lewat suntikan, insulin juga dapat diberikan lewat pompa insulin. Pompa ini berupa perangkat elektronik kecil yang ukurannya sebesar ponsel. Pompa ini mudah dibawa, disangkutkan di sabuk, atau disimpan dalam saku celana. Pompa ini akan menyalurkan insulin ke dalam tubuh Anda yang bereaksi secara cepat melalui tabung kecil fleksibel (kateter) di bawah kulit perut Anda dan disimpan di tempatnya.

Pompa insulin menyalurkan insulin sedikit demi sedikit, persis seperti cara kerja pankreas normal. Dengan menggunakan pompa insulin, Anda tidak perlu repot-repot mengukur dosis setiap kali menyuntikkan insulin.

3. Perhatikan asupan makanan si kecil sehari-hari

Memahami apa dan berapa banyak makanan yang harus diberikan pada anak dengan diabetes sangat penting. Namun, jangan menyuruh anak melakukan diet khusus untuk pasien diabetes. Hal ini akan membuat anak mudah stres karena pilihan makanan yang cenderung itu-itu saja dan akan terasa hambar baginya.

Sama seperti anak-anak sehat lainnya, anak yang memiliki diabetes juga masih tetap membutuhkan banyak nutrisi dari menu makanan yang bervariasi. Anak membutuhkan banyak buah-buahan, sayuran, makanan yang tinggi nutrisi, rendah lemak, serta kalori dalam batas wajar.

Usahakan seluruh keluarga Anda makan makanan yang sama dengan si kecil. Jangan membeda-bedakan menu makanannya. Anda dan sekeluarga mungkin hanya harus mengonsumsi lebih sedikit produk hewani dan makanan manis.

Jenis makanan tertentu, seperti makanan dengan kadar gula atau kadar lemak yang tinggi, sebisa mungkin harus dihindari oleh anak dengan diabetes. Makanan tinggi lemak bisa memperlambat pencernaan dan bisa menyebabkan lonjakan gula darah beberapa jam setelah anak makan. Anda bisa meminta bantuan dokter spesialisasi gizi untuk merancang menu harian yang sesuai dengan kebutuhan anak tanpa menghilangkan makanan favoritnya.

4. Ajak anak berolahraga secara teratur

Setiap orang membutuhkan olahraga yang teratur, tidak terkecuali anak-anak dengan diabetes. Ajak anak Anda untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur dan jadikan itu sebagai bagian dari rutinitas harian anak Anda.

Anda bisa mengajak anak bermain kejar-kejaran di halaman rumah, keliling kompleks naik sepeda, jogging sambil ajak anjing peliharaan jalan-jalan, atau berenang dapat menjadi pilihan aktivitas yang seru untuk anak. Anda juga dapat mendaftarkan anak ke dalam tim olahraga lokal atau sanggar tari. Lebih baik lagi jika Anda dan sekeluarga dapat berolahraga bersama anak.

Namun, ingat bahwa aktivitas fisik juga dapat menurunkan gula darah, sehingga akan memengaruhi kadar gula darahnya hingga 12 jam setelah berolahraga. Bila anak Anda memulai aktivitas baru, periksa gula darah anak lebih sering dari biasanya sampai Anda belajar bagaimana tubuhnya bereaksi terhadap aktivitas tersebut.

Anda mungkin perlu menyesuaikan rencana makan anak Anda atau dosis insulin anak Anda untuk mengimbangi reaksi tubuh anak terhadap peningkatan aktivitas anak. Awasi tanda-tanda hipoglikemia yang dapat berbahaya bagi anak.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca