Menurut Journal of Diabetes Spectrum, 20 persen mereka yang berusia 65 tahun ke atas memiliki kondisi medis diabetes melitus dan hampir setengah jumlah ini tidak terdiagnosis dengan baik. Merawat orangtua dengan diabetes memang bukan hal mudah. Para orangtua ini biasanya juga memiliki kondisi medis tertentu yang juga membutuhkan perawatan. Jangan khawatir, jika orangtua tercinta Anda memiliki diabetes, berikut panduan merawat orangtua dengan diabetes.

Menggunakan insulin suntik dengan benar

Insulin adalah hormon yang dibuat secara alami oleh organ pankreas manusia. Hormon ini berfungsi untuk mengontrol kadar gula (glukosa) dalam darah. Dosis suntik insulin untuk setiap pasien berbeda-beda. Biasanya, dosis ditentukan dokter berdasarkan tingkat keparahan penyakit dan respons tubuh tiap pasien.

Dokter biasanya akan memberitahu Anda jenis, dosis, serta bagaimana menyuntikkan insulin. Umumnya, dosis insulin suntik untuk dewasa ditentukan dokter berdasarkan kadar gula darah pasien.

Jika Anda merawat orangtua dengan diabetes, pastikan Anda untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam menggunakan suntik insulin. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa izin dokter. Ikuti petunjuk dokter atau perawat untuk cara menyuntikkan insulin sendiri. Biasanya insulin disuntikkan pada lengan bagian atas, paha, pantat atau perut.

Usahakan untuk menyuntikkan insulin pada bagian tubuh yang berbeda dan jangan menyuntikkan pada otot, luka atau jaringan parut, atau tahi lalat. Sebaiknya tidak mengocok botol insulin, karena gelembung akan muncul yang bisa menyebabkan pengukuran dosis menjadi tidak tepat.

suntik insulin

Dokter akan menentukan kapan waktu yang tepat untuk menyuntikkan dosis insulin yang sesuai. Dosis biasa ditentukan berdasarkan kecepatan kerja jenis insulin yang digunakan dan kadar gula darah pasien. Berbagai jenis insulin diberikan  pada waktu yang berbeda-beda terkait dengan jenis makanan yang dikonsumsi. Dan beberapa jenis dosis insulin perlu digabungkan dengan jenis lainnya.

Jangan memperpanjang atau mengurangi durasi pengobatan tanpa izin dokter. Jika Anda yang merawat orangtua dengan diabetes lupa menyuntikkan insulin, disarankan untuk segera menyuntikkan begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis insulin pada jadwal berikutnya untuk menggantikan dosis yang terlewat. Jika Anda merasa sulit untuk mengingat semuanya, catat hal-hal penting yang dikatakan dokter terkait dengan suntik insulin ini.

Pemantauan kadar gula darah

Hal pertama yang harus Anda perhatikan ketika merawat orangtua dengan diabetes adalah memantau kadar gula darah mereka setiap hari. Risiko hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah) umumnya menyertai orangtua yang memiliki diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin atau tablet tertentu dalam pengendalian kadar gula darah mereka. Gejala hipoglikemia ringan meliputi lemas, gemetaran, dan lapar.

Penanganan awal merawat orang lanjut usia dengan diabetes yang mengalami hipoglikemia adalah dengan mengonsumsi sumber karbohidrat (minuman bergula atau tablet glukosa) yang dapat diserap dengan cepat. Setelah itu, penderita boleh mengonsumsi sumber karbohidrat yang dapat bertahan lebih lama seperti sepotong wafer, sepotong roti isi, atau mengonsumsi buah.

Langkah-langkah di atas umumnya dapat meningkatkan kadar gula darah agar kembali normal. Tetapi proses ini bisa membutuhkan waktu beberapa jam.

Hipoglikemia berat akan mengakibatkan pasien diabetes merasa linglung, mengantuk, bahkan kehilangan kesadaran. Ketika mengalami kondisi ini, pasien diabetes harus segera diberi suntikan gula (glukosa) atau bisa juga hormon glukagon (hormon yang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat) langsung pada otot atau vena.

gejala penyakit Alzheimer

Memulai gaya hidup sehat termasuk Anda

Mengubah gaya hidup pasien diabetes, meskipun kelihatannya sederhana, bisa membantu proses pengobatan dan mencegah komplikasi. Jika Anda merawat orangtua dengan diabetes langkah-langkah sederhana tersebut dapat berupa:

1. Olahraga rutin

Dengan rutin berolahraga, gula darah orangtua Anda bisa tetap stabil. Lakukan olahraga setidaknya 2,5 jam per minggu secara teratur. Penting untuk tetap membuat otot-otot tubuh orangtua bergerak karena peranannya dalam menggunakan dan menyimpan gula sangat besar. Hal tersebut bisa membuat kadar gula darah tetap normal. Namun ingat, jangan berlebihan melakukan aktivitas fisik karena hal tersebut bisa memicu hipoglikemia.

2. Perhatikan asupan makan

Orangtua Anda tetap diperbolehkan untuk mengonsumsi karbohidrat namun batasi porsinya. Karbohidrat yang bisa Anda pilih yaitu ubi, pasta dari biji-bijian utuh, dan nasi merah. Makanan lain yang bagus untuk dikonsumsi yaitu kacang-kacangan seperti almond, ikan salmon, daging dada ayam tanpa kulit, brokoli, bayam, dan kayu manis.

3. Makan tepat waktu

Jangan pernah melewatkan waktu makan orangtua Anda, terutama sarapan. Jika hal ini terjadi, rasa lapar akan meningkat di jam makan berikutnya. Hasilnya orangtua akan makan secara berlebihan, kemudian naiklah gula darahnya. Makan tiga kali sehari ditambah dua camilan bernutrisi di sela-sela jam makan bisa membantu gula darah tetap normal.

4. Hindari stres

Jika orangtua mengalami stres karena bosan atau karena suatu permasalahan segera atasi, karena kondisi ini bisa membuat kadar gula darah meningkat. Ajaklah mereka untuk berjalan-jalan satu atau dua minggu sekali.

5. Menjaga kondisi kaki

Borok pada kaki merupakan komplikasi yang umum dialami oleh pasien diabetes tipe 2. Karena itu, jagalah kondisi kaki Anda dan waspadai luka yang tidak kunjung sembuh.

6. Memeriksakan kondisi mata secara rutin

Frekuensi pemeriksaan mata rutin yang dianjurkan adalah sekali setiap dua tahun. Namun, bila orangtua Anda punya keluhan apa pun terkait mata dan penglihatan, segera cek ke dokter. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca