backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi
Konten

Diabetes Gestasional

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

Diabetes Gestasional

Meski tidak punya riwayat diabetes, ibu hamil memang lebih berisiko mengalaminya. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan diabetes gestasional.

Supaya Anda lebih waspada dengan peningkatan gula darah selama kehamilan, simak informasi berikut.

Apa itu diabetes gestasional?

Diabetes gestasional adalah tipe diabetes yang terjadi selama kehamilan. Kondisi ini biasanya terjadi saat memasuki trimester kedua, tepatnya di antara minggu ke 2428 usia kehamilan.

Kondisi ini tidak selalu menimpa wanita dengan riwayat diabetes. Wanita yang sebelum hamil punya kadar gula darah normal juga bisa mengalaminya karena faktor tertentu, terutama hormon.

Jika dibiarkan, diabetes gestasional memang bisa mengakibatkan komplikasi kehamilan. Bedanya, diabetes yang hanya terjadi selama kehamilan ini bisa sembuh setelah melahirkan.

Meski begitu, Anda harus mengontrol kadar gula darah dengan baik supaya diabetes gestasional tidak berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Seberapa umumkah diabetes pada ibu hamil?

diagnosis diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah salah satu kondisi yang umum terjadi pada ibu hamil. American Pregnancy Association memperkirakan bahwa setidaknya 2–5% wanita hamil mengalami kondisi ini.

Risikonya meningkat menjadi 7-9% pada ibu hamil dengan faktor risiko tertentu, seperti berat badan berlebih atau hamil di atas usia 30 tahun.

Apa ciri-ciri dan gejala diabetes pada ibu hamil?

Sebagian besar wanita tidak sadar sedang terkena diabetes gestasional karena kondisi ini tidak menunjukkan gejala khusus.

Namun, jika telah terjadi hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi), Anda mungkin merasakan berbagai gejala diabetes pada wanita hamil sebagai berikut.

  • Merasa lelah, lemas, dan lesu.
  • Sering kelaparan dan ingin makan terus.
  • Mudah kehausan.
  • Mulut kering.
  • Penglihatan buram.
  • Sering buang air kecil.

Berbagai gejala di atas juga bisa dialami wanita hamil yang tidak memiliki diabetes sehingga sering diabaikan.

Oleh sebab itu, segera periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami kondisi di atas dalam jangka waktu yang cukup lama.

Penyebab diabetes gestasional

Belum diketahui secara pasti apa penyebab diabetes gestasional. Namun, peningkatan beberapa hormon, seperti estrogen, kortisol, dan human placental lactogen (HPL) bisa menghambat kinerja insulin.

Insulin merupakan hormon yang mengatur kadar gula darah. Hormon ini menjaga kadar gula darah tetap normal.

Pada dasarnya, setiap ibu hamil cenderung mengalami resistensi insulin. Resistensi insulin menandakan bahwa tubuh Anda tidak lagi dapat merespons kerja insulin sebagaimana mestinya.

Kendati demikian, ada beberapa wanita yang tidak mengalami diabetes saat hamil karena sel beta pada pankreasnya dapat memproduksi insulin dengan cukup dan tubuhnya bisa merespons insulin tersebut.

Faktor risiko diabetes gestasional

Setiap ibu hamil memiliki berisiko terkena diabetes. Namun, beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan risikonya.

  • Riwayat penyakit diabetes sebelum hamil.
  • Riwayat keluarga.
  • Kelebihan berat badan (indeks massa tubuh 30 atau lebih).
  • Hamil di atas 35 tahun.
  • Pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4,5 kg.
  • Punya sindrom polikistik ovarium (PCOS).
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Punya kolesterol tinggi dan penyakit jantung.
  • Pola hidup tidak sehat.

Pola makan yang tidak sehat dan kebiasaan malas gerak sebelum atau selama kehamilan juga bisa meningkatkan risiko terjadinya diabetes pada ibu hamil.

Komplikasi diabetes gestasional

Jika dibiarkan, diabetes gestasional bisa menimbulkan berbagai komplikasi berikut pada ibu hamil.

  • Preeklampsia (sindrom hipertensi, pembengkakan tungkai, dan tingginya protein pada urine)
  • Melahirkan lewat operasi caesar karena bayi yang dilahirkan cenderung besar.
  • Kelahiran prematur untuk menghindari risiko komplikasi lebih serius.
  • Keguguran.
  • Mengalami diabetes pada kehamilan berikutnya.
  • Mengalami diabetes tipe 2 setelah melahirkan.

Tidak hanya bagi ibu, diabetes gestasional yang tidak ditangani juga bisa menimbulkan berbagai komplikasi berikut pada janin.

  • Bayi lahir dengan berat badan yang sangat besar (makrosomia).
  • Kadar gula darah rendah (hipoglikemia) saat lahir.
  • Lahir prematur.
  • Stillbirth (bayi lahir dalam keadaan meninggal).
  • Gangguan pernapasan sementara.
  • Penyakit kuning (jaundice).
  • Kelainan pernapasan yang menyebabkan perlambatan perkembangan paru-paru bayi.
  • Kekurangan zat besi.
  • Kelainan jantung.

Selain itu, bayi yang dilahirkan dari ibu dengan diabetes juga lebih berisiko mengalami obesitas dan diabetes saat dewasa.

Apakah ibu hamil dengan diabetes gestasional bisa melahirkan normal?

Selama kadar gula darah masih bisa dikontrol dan tidak menimbulkan komplikasi, ibu hamil dengan diabetes gestasional masih bisa melahirkan secara normal.

Diagnosis diabetes gestasional

Tes skrining untuk diabetes gestasional biasanya dimulai saat memasuki usia 24 minggu kehamilan.

Namun, jika Anda memiliki faktor risiko tertentu, dokter mungkin melakukannya sejak pemeriksaan kehamilan pertama. Tes skrining untuk diabetes ibu hamil ini disebut dengan tes toleransi glukosa oral (TTGO).

Melansir dari laman Mayo Clinic, berikut adalah rangkaian tes untuk diagnosis diabetes pada ibu hamil.

1. Tes toleransi glukosa oral (TTGO) awal

Sebelum melakukan tes, dokter akan meminta Anda minum minuman manis. Pemeriksaan kadar glukosa akan dilakukan satu jam setelahnya.

Ibu hamil dinyatakan berisiko mengalami gestational diabetes dan membutuhkan TTGO lanjutan jika kadar gula darahnya lebih dari 140 mg/dL.

2. Tes toleransi glukosa oral (TTGO) lanjutan

diabetes gestasional

TTGO lanjutan pada dasarnya sama dengan TTGO awal. Bedanya, minuman yang diberikan memiliki kadar glukosa lebih tinggi.

Setelah itu, pemeriksaan akan dilakukan setiap 3 jam sekali. Ibu hamil dinyatakan memiliki gestational diabetes jika dua pemeriksaan menunjukkan kadar gula lebih tinggi dari normal.

Apabila ibu hamil didiagnosis dengan diabetes gestasional, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan untuk memastikan kondisi janin dalam kandungan.

Pengobatan diabetes gestasional

Setiap ibu hamil bisa menerima pengobatan diabetes yang berbeda. Dokter akan menentukan pengobatan dengan mempertimbangkan kondisi ibu dan janin.

Secara umum, berikut adalah berbagai pengobatan yang bisa diberikan dokter untuk menurunkan risiko komplikasi diabetes gestasional.

1. Penerapan pola hidup sehat

Sebelum memberikan obat-obatan atau suntik insulin, dokter biasanya terlebih dahulu menyarankan penerapan gaya hidup sehat untuk menjaga kadar gula darah.

Berikut adalah pola hidup sehat yang bisa Anda lakukan.

  • Perbanyak asupan makanan sehat, seperti buah, sayur, dan biji-bijian.
  • Batasi konsumsi makanan manis dan fast food.
  • Olahraga secara rutin. Bicarakan dengan dokter terkait olahraga yang aman dilakukan saat hamil.
  • Kontrol kenaikan berat badan.

2. Minum obat

Jika diet dan olahraga tidak menurunkan kadar gula darah Anda, dokter bisa meresepkan obat atau memberikan insulin untuk disuntikkan di rumah.

Suntik insulin akan menggantikan fungsi insulin di dalam tubuh sehingga kadar gula darah bisa terkendali.

Jenis obat yang biasa diberikan adalah metformin. Obat ini akan bekerja dengan cara menurunkan kadar gula darah secara langsung.

3. Rutin cek gula darah

Ibu hamil dengan diabetes biasanya diminta untuk mengecek gula darah sebanyak 4–5 kali per hari.

Pemeriksaan pertama dilakukan saat bangun tidur. Setelah itu, Anda bisa melakukannya setiap selesai makan. Mintalah petunjuk dari dokter tentang cara pengecekan kadar gula darah sendiri di rumah.

Selama mendapatkan perawatan yang tepat, diabetes gestasional tidak akan membahayakan janin. Kondisi ini juga bisa membaik setelah ibu hamil melahirkan.

Kesimpulan

  • Diabetes gestasional adalah tipe diabetes yang terjadi selama kehamilan, biasanya pada trimester kedua kehamilan.
  • Kondisi ini bisa sembuh setelah melahirkan. Meski begitu, mungkin diperlukan pengobatan dalam bentuk perbaikan gaya hidup, pemberian obat, dan pengecekan gula darah secara rutin untuk mencegah komplikasi.
  • Penyebab utama diabetes gestasional adalah berkurangnya kepekaan sel tubuh terhadap insulin akibat perubahan hormon-hormon selama kehamilan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan