Panduan Merawat Orangtua yang Sakit Diabetes

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berdasarkan laporan Riskesdas 2013 milik Kementerian Kesehatan, kasus diabetes di Indonesia terbanyak dipegang oleh golongan usia lanjut mulai dari 65 tahun ke atas. Penelitian dari Journal of Diabetes Spectrum bahkan menyebutkan bahwa sebanyak 20 persen orang-orang lansia di seluruh dunia memiliki diabetes. Orangtua Anda salah satunya? Merawat orangtua yang sakit diabetes memang tidak mudah, tapi jangan khawatir. Ikuti panduan berikut.

Menggunakan insulin suntik dengan benar

Tubuh orangtua yang sakit diabetes tidak bisa menghasilkan cukup insulin untuk membantu mengontrol gula darahnya. Itu sebabnya beberapa orang membutuhkan suntik insulin untuk menunjang aktivitas tubuh sehari-harinya.

Dokter biasanya akan mengarahkan jenis insulin apa yang dipakai untuk kondisi orangtua Anda, bagaimana cara menyuntikkan insulin, dan seberapa banyak dosisnya.

Biasanya, insulin akan disuntikkan di lengan bagian atas, paha, pantat. atau perut. Perlu diketahui juga bahwa suntikan insulin punya dosis yang berbeda, tergantung seberapa parah penyakitnya.

Menjaga dan mengatur kadar gula darah

Hal lainnya yang harus Anda perhatikan ketika merawat orangtua yang sakit diabetes adalah memantau kadar gula darah mereka setiap hari. Risiko hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah) umumnya menyertai orangtua dengan diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin atau obat tertentu untuk mengendalikan kadar gula darah mereka. Gejala hipoglikemia ringan meliputi lemas, gemetaran, dan lapar.

Coba ajak orangtua yang sakit diabetes untuk memulai gaya hidup sehat

Meski kelihatannya sederhana, mengubah gaya hidup bisa membantu proses pengobatan dan mencegah komplikasi diabetes. Jika Anda merawat orangtua yang sakit diabetes langkah-langkah sederhana tersebut dapat berupa:

1. Olahraga rutin

Salah satu cara penting untuk memulai gaya hidup sehat bisa dimulai dengan olahraga. Olahraga yang rutin bisa membuat kadar gula dalam darah bisa tetap stabil. Bila orangtua memiliki diabetes, ada baiknya Anda mulai mengajak mereka untuk berolahraga. Anda bisa mengajak orangtua berjalan santai di jogging track kurang lebih selama 30 menit tiap sore hari.

Usahakan tetap membuat tubuh orangtua Anda tetap bergerak sehingga tetap sehat, dan  gula darahnya pun stabil. Jangan lakukan olahraga berlebihan, karena ini bisa memicu hipoglikemia.

2. Perhatikan asupan makan

Orang dengan diabetes harus diperhatikan asupan makanannya sehari-hari. Tenang, tetap boleh, kok, mengonsumsi asupan karbohidrat seperti nasi dan roti. Namun, itu ada batasnya. Untuk memaksimalkan asupan karbohidrat pada orangtua yang memiliki diabetes, ada baiknya Anda memilih makanan karbohidrat dengan kandungan serat yang lebih banyak.

Contoh, Anda memilh jenis makanan lain seperti ubi, pasta dari biji-bijian utuh, dan nasi merah. Makanan lain yang bagus untuk dikonsumsi yaitu kacang-kacangan seperti almond, ikan salmon, daging dada ayam tanpa kulit, brokoli, bayam, dan kayu manis. Selain itu makan tersebut memiliki indeks glikemik yang rendah, di mana bisa membuat kadar gula darah tidak melonjak.

3. Makan tepat waktu

Selain menjaga pola makan, penting juga untuk menjaga waktu makan orangtua secara tepat dan sesuai jadwal. Usahakan untuk tidak melewatkan sarapan, pasalnya tubuh orangtua akan jadi cepat lapar di waktu-waktu berikutnya. Alhasil, orangtua nanti akan jadi makan berlebih karena didera rasa lapar karena melewatkan sarapan.

4. Hindari stres

Penting juga untuk menghindari stress pada orangtua yang sakit diabetes. Stres terbukti bisa membuat kadar gula darah naik, sehingga memperburuk kondisinya. Untuk menghindari hal ini, ikuti 3 arahan di atas sebelumnya. Ajak juga orangtua Anda untuk berjalan-jalan, menonton film lucu, dan apapun yang bisa membuat orangtua tertawa senang bahagia untuk menghindari kondisi diabetes yang lebih buruk.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Poliuria membuat Anda sering buang air kecil sehingga bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Ini cara mudah mengatasi sering buang air kecil akibat poliuria.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ada banyak hal yang menjadi penyebab sering buang air kecil, mulai dari kebiasaan minum, konsumsi obat, hingga penyakit. Apakah Anda memiliki salah satunya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Anyang-anyangan alias infeksi saluran kencing membuat Anda sering kebelet dan terasa sakit saat buang air kecil. Apa saja penyebab infeksi saluran kencing?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering kencing pada malam hari. Pelajari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit