Ada dua jenis diabetes yang dapat terjadi pada anak-anak, yakni diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2. Perbedaannya, pada diabetes tipe 1 faktor penyebab utamanya adalah faktor genetik. Sementara itu diabetes tipe 2 biasanya dipicu oleh faktor gaya hidup. Pola makan untuk anak dengan diabetes melitus harus diperhatikan untuk menunjang kesehatannya.

Apakah ada makanan tertentu yang dilarang untuk anak dengan diabetes melitus?

Punya diabetes bukan berarti anak Anda harus benar-benar meninggalkan makanan tertentu. Pilih makanan yang menjaga kadar gula darah (glukosa) lebih stabil. Makanan anak juga harus menyediakan cukup kalori untuk menjaga berat badan dalam masa pertumbuhannya.

Berat badan dan pola pertumbuhan bisa menunjukan apakah anak dengan diabetes sudah mendapatkan gizi yang cukup. Perubahan pada kebiasaan makan dan aktivitas fisik dapat meningkatkan kontrol gula darah.

Bolehkah anak makan kue dan makanan manis lainnya?

Anak Anda menghadiri pesta ulang tahun temannya dan ingin makan kue ulang tahun, lalu bagaimana ya?

Anak boleh saja makan kue dan makanan manis dalam jumlah terbatas, dan diperlukan perencanaan tambahan jika sudah mengonsumsi kue. Setelah anak Anda makan makanan bergula seperti kue ulang tahun, harus diseimbangkan dengan cara mengurangi konsumsi karbohidrat lain seperti kentang, pasta atau nasi. Hal ini bertujuan untuk menjaga kadar gula darah.

Berapa kebutuhan karbohidrat anak dengan diabetes?

Makanan sumber karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa untuk diserap dalam sel-sel tubuh sebagai energi. Karbohidrat harus dikonsumsi pada waktu yang teratur dalam sehari dengan jumlah karbohidrat yang sama agar dosis insulinnya bisa seimbang dari satu hari ke hari lainnya.

Jika ingin mengonsumsi jenis karbohidrat yang berbeda setiap harinya sangat diperbolehkan, namun pastikan porsinya selalu pas. Dibutuhkan 45-60 persen kalori yang berasal dari karbohirat sebagai sumber energi utama dalam tubuh.

Jenis karbohidrat ada tiga, yaitu:

  • Pati yang ditemukan di roti, sereal, pasta, nasi dan beberapa sayuran seperti kentang dan jagung.
  • Gula yang ditemukan dalam sirup, makanan yang diproses, dan gula pasir. Mengonsumsi porsi kecil dari sumber karbohidrat jenis gula ini adalah cara terbaik untuk menjaga kadar gula darah.
  • Karbohidrat berserat. Serat ditemukan dalam buah, sayuran, dan kacang-kacangan. 

Anak usia 5-10 tahun membutuhkan setidaknya 200-275 gram karbohidrat dalam sehari. Ini dapat diperoleh dari 50-70 gram karbohidrat dari makanan utama, 15-20 gram dari camilan.

Anak dengan usia 11-15 tahun, dalam sehari membutuhkan 275-400 gram karbohidrat untuk laki-laki, sedangkan perempuan membutuhkan 275-300 gram karbohidrat dalam sehari. Jumlah tersebut bisa didapatkan dari makanan utama 70-90 gram, dan camilan 30-45 gram.

Untuk anak usia 15-18 tahun laki-laki membutuhkan 300-475 gram karbohidrat dalam sehari, sedangkan wanita membutuhkan 250-300 gram karbohidrat dengan rincian makanan karbohidrat saat makan utama 75-100 gram, dan saat ngemil memerlukan karbohidrat sebanyak 30-50 gram.

Untuk memperkirakan takarannya dalam wujud makanan sehari-hari dapat dilihat pada Pedoman Gizi Seimbang 2014 oleh Direktorat Bina Gizi, Kementerian Kesehatan, pada lampiran 1-5.

Contoh, anak Anda membutuhkan 200 gram karbohidrat dalam satu hari. Anda sekarang akan merencanakan makan pagi. Anda memberikan 100 gram nasi (satu centong), dengan telur ceplok sebutir, dengan tumis kacang panjang sebanyak 50 gram (½ gelas belimbing) dan sepotong tahu goreng (50 gram). Anda dapat melihat pada lampiran tersebut berapa jumlah zat gizi yang terkandung. Hasilnya adalah:

  • 100 gram nasi mengandung 40 gram karbohidrat
  • sebutir telur tidak mengandung karbohidrat  
  • 50 gram kacang panjang mengandung 2,5 gram karbohidrat
  • sepotong tahu mengandung 4 gram karbohidrat

Sehingga jumlah karbohidrat yang akan dikonsumsi anak Anda pada pagi hari adalah 46,5 gram karbohidrat. Anda sudah memenuhi 46,5 gram karbohidrat yang dibutuhkan anak Anda di pagi hari, sisanya bisa Anda berikan pada waktu makan yang lainnya.

Untuk lebih jelasnya mengenai perencanaan ini, Anda bisa minta Daftar Bahan Makanan Penukar (DBMP) dan dijelaskan penggunaannya lebih detail oleh ahli gizi di rumah sakit atau Puskesmas saat anak melakukan kontrol atau check-up.

nafsu makan tb pada anak

Anak dengan diabetes sebaiknya makan berapa kali dalam sehari?

Anak dengan diabetes sebaiknya mengonsumsi makanan 5-6 kali setiap hari. Ini termasuk 3 kali makan utama dan 2-3 kali ngemil. Lebih baik berikan makanan dalam porsi sedikit-sedikit, tapi sering daripada hanya makan besar dua kali sehari tapi dalam jumlah yang sangat besar.

Bagaimana dengan asupan protein dan lemaknya?

Protein

Sebanyak 10-20 persen kalori yang dikonsumsi berasal dari protein. Jika kebutuhan kalori anak Anda sebesar 1.500, maka Anda membutuhkan sebanyak 300 kalori dari asupan protein. Perlu diingat, 1 gram protein mengandung 4 kalori, sehingga 300 kalori sama dengan 75 gram protein yang dibutuhkan anak.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, Anda bisa memberikan daging sapi, daging unggas, telur, susu, dan kacang-kacangan bagi anak. Akan tetapi, jangan sampai kebanyakan protein. Ini karena asupan protein yang masuk ke dalam tubuh, sebanyak 50 persennya akan menjadi gula darah. 

Lemak

Kurang dari 30 persen total kalori yang masuk ke dalam tubuh berasal dari lemak. Sekitar 10 persen lemak yang diasup akan berubah menjadi gula darah. Lemak memberikan rasa dalam makanan dan biasanya masuk dalam campuran makanan. Sumber lemak dapat berasal dari margarin, mentega, mayonnaise, minyak, dan kacang-kacangan.

Anak dengan diabetes berisiko mengalami hipoglikemia

Anak-anak cenderung tidak menyadari gejala dari gula darah rendah atau hipoglikemia. Gula darah bisa menjadi sangat rendah ketika anak dengan diabetes menggunakan terlalu banyak insulin, menunda makan, melakukan aktivitas fisik ekstra tanpa didampingi makanan, atau insulin menjadi menurun drastis.

Gejala hipoglikemia pada anak yang biasa terjadi yakni berkeringat, pucat, terjadi perubahan mood, pusing, lemah, badan gemetar, tidak bisa fokus, linglung, dan merasa sangat mengantuk. Maka, cek kadar gula darah anak secara berkala.

  • Anak usia 0-6 tahun, gula darah sebelum makan 100-180, gula darah saat istirahat 110-200
  • Anak usia sekolah 6-12 tahun, gula darah sebelum makan 90-189, gula darah saat istirahat 100-180 mg/dl
  • Remaja usia 13-19 tahun, gula darah sebelum makan 90-130 mg/dl, gula darah saat istirahat 90-150 mg/dl

Apa yang harus dilakukan ketika anak mengalami hipoglikemia?

Berikan makanan dengan gula yang cepat diserap

Misalnya jus ½ gelas, segelas susu, 3-4 tablet glukosa, 1 kotak kecil kismis, dan lain-lain. Jika masih bayi, Anda bisa memberikan larutan gula. 

Tunggu 15 menit

Biarkan makanan yang diberikan bereaksi meningkatkan gula darah.

Ukur ulang

Jika masih kurang dari 70 mg/dl, berikan makanannya lagi dan cek ulang kadar gula darah setelah anak mengonsumsi makanan.

Ketika gula darah sudah kembali normal

Ketika gula darah sudah lebih dari 70 mg/dl Anda bisa berikan biskuit. Anak boleh kembali lagi beraktivitas jika gula darah sudah diatas 70 mg/dl dan tidak menunjukan gejala dan tanda hipoglikemia.

Konsultasikan lebih lanjut soal pola makan anak dengan diabetes pada ahlinya

Pengaturan makan bagi anak dengan diabetes berbeda-beda. Ini bisa tergantung pada jumlah makannya, berat badan, atau seberapa sering berolahraga. Konsultasikan lebih lanjut dengan ahli gizi teregistrasi di rumah sakit dalam merangcang makan untuk mempertahankan kadar gula darah namun tetap menjaga berat badan. Makanan yang dikonsumsi Anak anda akan meningkatkan glukosa dalam darah, suntik insulin akan menurunkan gula darah. Dengan menyeimbangkan makanan dan insulin bersama, Anda bisa menjaga gula darah dalam kisaran normal.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca