Mengenal Kaki Diabetes, Beragam Komplikasi Kencing Manis Pada Kaki AndaIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Gula darah yang tinggi pada orang dengan diabetes dapat menyebabkan banyak komplikasi. Salah satu komplikasi yang sering dianggap sepele adalah kaki diabetes. Pada penderita diabetes, komplikasi satu ini bisa membuat luka dan bisul di kaki jadi lebih sulit untuk sembuh. Mengapa bisa begitu? Simak semua informasi tentang kaki diabetes dalam artikel ini.

Apa itu kaki diabetes?

Kaki diabetes, atau juga dikenal dengan diabetic foot/ kaki diabetik adalah kondisi yang menggambarkan berbagai komplikasi kerusakan sistem saraf pada kaki akibat penyakit diabetes.

Penyakit diabetes menurunkan kemampuan tubuh dalam melakukan proses penyembuhan luka. Kondisi penyembuhan luka yang lambat ini dapat menyebabkan infeksi yang ada bertambah parah. Seiring berjalannya waktu, orang-orang dengan diabetes dapat mengalami masalah kaki yang tidak dapat disembuhkan dan kondisi ini bisa membuat kaki diamputasi.

Salah satu masalah kaki diabetes yang umum adalah kapalan. Walaupun kapalan mungkin tidak tampak mengkhawatirkan, akan tetapi jika dibiarkan, kondisi ini bisa berubah menjadi borok atau luka yang terbuka. Orang dengan diabetes juga berisiko mengalami Charcot, suatu kondisi di mana sendi yang menopang berat badan mengalami kerusakan secara progresif, sehingga menyebabkan hilangnya kemampuan gerak tulang.

Apa penyebab kaki diabetes?

Kadar gula darah yang tak terkontrol pada orang dengan diabetes dapat menyebabkan saraf-saraf di tubuh mati rasa dan kehilangan sensasi akibat kerusakan saraf. Inilah mengapa orang dengan diabetes neuropati tidak bisa merasakan sakit seperti orang normal lainnya, yang tidak mengalami kerusakan saraf. Jika luka tidak segera diperiksa dan infeksi tiba-tiba jadi sangat serius, pada akhirnya amputasi diperlukan.

Orang dengan diabetes juga dapat mengalami kondisi peredaran darah yang buruk di kaki mereka, yang memperlambat proses penyembuhan saat kakinya terluka. Setiap luka yang lambat disembuhkan dapat meningkatkan risiko infeksi, karena bakteri dapat dengan mudah masuk ke luka terbuka dan luka potong.

Rutin periksa kaki adalah bagian yang sangat penting dari perawatan diabetes. Sayangnya, menurut sebuah artikel yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetic Medicine, sekitar 23-63 persen penderita jarang memeriksa kaki mereka atau bahkan tidak pernah memeriksakan kakinya sama sekali.

Padahal, mengecek kaki adalah bagian penting dari perawatan dan pencegahan komplikasi diabetes.

Bagaimana saya bisa mencegah komplikasi kaki?

Selain makan makanan yang sehat guna mengontrol gula darah, ada beberapa langkah yang penderita diabetes dapat lakukan untuk mencegah komplikasi kaki. Untuk meningkatkan aliran darah ke bagian tubuh bawah, penderita diabetes harus berjalan secara teratur menggunakan sepatu yang pas di kaki, nyaman, dan tertutup. Bila perlu, Anda juga bisa membeli sepatu khusus diabetes yang kini sudah banyak dijual di pasaran. Berolahraga juga mengurangi hipertensi dan membuat berat badan turun sangat penting untuk peredaran darah.

Periksa kaki Anda secara rutin untuk setiap perubahan, termasuk adanya sakit, luka, atau borok kulit. Luka terbuka, luka gores, atau luka pada kaki harus dilaporkan ke dokter segera. Untuk menjaga kaki Anda sehat, ikuti tips berikut ini:

  • Periksa kaki Anda setiap hari, termasuk di antara jari kaki.
  • Kunjungi dokter jika Anda melihat luka potong, luka terbuka, luka dalam, borok, kemerahan, bengkak, area yang panas, atau cacat.
  • Jangan berjalan tanpa alas kaki, bahkan di sekitar rumah. Luka kecil dapat berubah menjadi masalah besar. Berjalan di trotoar panas tanpa sepatu dapat menyebabkan kerusakan yang mungkin tidak terasa.
  • Jangan merokok, karena mempersempit pembuluh darah dan berkontribusi terhadap sirkulasi darah yang buruk.
  • Jaga kaki Anda agar tetap bersih dan kering, Jangan merendam kaki Anda. Keringkan kaki Anda; jangan digosok.
  • Lembapkan setelah dibersihkan, tetapi jangan di antara jari kaki.
  • Hindari air panas; periksa suhu air kolam dengan tangan Anda, bukan kaki Anda.
  • Potong kuku kaki setelah mandi. Dipotong lurus dan kemudian haluskan dengan kikir kuku secara lembut. Periksa tepi tajam dan kutikula yang tidak pernah dipotong.
  • Gunakan batu apung untuk meredakan kapalan. Jangan pernah memotong kapalan sendiri, atau menggunakan obat kimia yang beredar di pasaran.
  • Kunjungi ahli penyakit kaki untuk kuku tambahan dan perawatan halus.
  • Kenakan sepatu dengan benar dan kaus kaki berserat (misalnya, katun atau wol). Jangan memakai sepatu baru selama lebih dari satu jam pada suatu waktu dan periksa kaki Anda dengan hati-hati setelah melepaskan sepatu. Periksa di dalam sepatu Anda untuk daerah yang menonjol atau adanya benda lain sebelum Anda memakainya.
  • Hindari sepatu hak tinggi dan sepatu dengan ujung runcing.
  • Jika kaki Anda dingin, hangatkan dengan kaus kaki.
  • Goyangkan jari-jari kaki dan gerakkan pergelangan kaki Anda saat duduk, terutama dalam waktu lama.
  • Jangan menyilangkan kaki Anda, karena hal tersebut dapat menghambat aliran darah.
  • Jauhkan kedua kaki Anda dan angkat kaki Anda jika Anda memiliki cedera.

Kemungkinan bagi penderita diabetes untuk menghindari komplikasi kaki dapat terjadi jika mereka rajin dan menjaga kadar gula darah yang sehat. Namun, pemeriksaan harian kaki juga penting.

Baca Juga:

Sumber