Komplikasi yang Mungkin Terjadi Saat Mengidap Diabetes Gestasional Semasa Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kondisi diabetes pada ibu hamil, atau biasa dikenal dengan diabetes gestasional, umumnya memiliki kehamilan yang normal dengan bayi yang sehat. Risiko komplikasi akan berkurang jika diabetes yang terjadi pada kehamilan ini bisa  didiagnosis dan diatasi dengan tepat. Sebenarnya, apa saja komplikasi diabetes gestasional yang bisa terjadi? Apakah berbahaya?

Apa saja komplikasi diabetes gestasional?

diabetes saat hamil

Jika diabetes gestasional tidak diatasi dengan tepat, atau tidak terdeteksi, hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius bagi Anda atau bayi Anda, termasuk:

  • Bayi menjadi lebih besar, biasanya memiliki berat lebih dari 4 kilogram (makrosomia). Dimana ukuran tubuh bayi yang terlampau besar ini  meningkatkan kebutuhan persalinan induksi atau kelahiran dengan operasi caesar, dan dapat menyebabkan masalah saat kelahiran seperti distosia pundak.
  • Kelahiran prematur (bayi lahir sebelum kehamilan memasuki minggu ke 37) – yang akan menyebabkan komplikasi seperti sakit kuning atau sindrom gangguan pernapasan.
  • Bayi memiliki masalah kesehatan setelah lahir dan akan membutuhkan perawatan rumah sakit , contohnya seperti gula darah rendah.
  • Keguguran yang berisiko terjadi pada 23 minggu pertama kehamilan.
  • Kelahiran mati, yaitu bayi lahir dalam keadaan meninggal.

Hal lain yang harus diperhatikan saat berisiko komplikasi diabetes gestasional

melahirkan normal dengan mata minus

1. Risiko makrosomia yang menyebabkan distosia bahu

Makrosomia atau bayi yang terlalu besar dapat menyebabkan kondisi yang disebut distosia bahu. Ini terjadi saat bayi Anda keluar melalui vagina Anda, tetapi pundak bayi Anda tersangkut pada tulang pubis (tulang yang menyokong tubuh bawah Anda dan disebut juga tulang pinggul).

Distosia bahu bisa membahayakan karena bayi Anda tidak bisa bernapas saat ia tersangkut. Ini diperkirakan dapat memengaruhi 1 dari 200 kelahiran.

Jika ibu memiliki diabetes saat hamil, bayi di dalam kandungan Anda mungkin berisiko memiliki komplikasi diabetes gestasional, seperti berukuran terlalu besar. Karena ini, Anda mungkin harus melakukan pemeriksaan lebih sering menjelang kelahiran sehingga bayi Anda dapat diawasi lebih baik.

Selama pemeriksaan ini, Anda mungkin akan menjalani:

  • USG sekitar minggu ke 18-20 kehamilan, untuk memeriksa jantung bayi dalam kandungan Anda dan melihat tanda-tanda kelainan (jika diabetes gestasional Anda didiagnosis setelah kehamilan berusia cukup lanjut, Anda mungkin tidak perlu menjalani pemindaian ini)
  • USG pada minggu ke 28, 32, 36, dan pemeriksaan rutin dari minggu 38 kehamilan untuk memantau pertumbuhan bayi Anda dan jumlah cairan ketuban (yang mengelilingi mereka di dalam rahim)

2. Risiko saat bersalin

Komplikasi diabetes gestasional juga bisa terjadi saat bersalin. Anda bisa menunggu sampai persalinan dimulai secara alami asalkan gula darah Anda berada dalam level normal, hasil USG bayi normal, dan tidak ada masalah lain dalam kehamilan.

Jika Anda memiliki diabetes gestasional dan bayi Anda tumbuh dengan normal, Anda mungkin akan ditawarkan kesempatan untuk memulai persalinan setelah minggu 38 kehamilan.
Jika bayi Anda terlalu besar (makrosomia), maka dokter atau bidan akan mendiskusikan risiko dan manfaat dari operasi caesar.cDiskusi mengenai pilihan persalinan saat Anda mengalami diabetes gestasional ini biasanya dilakukan di minggu ke 36 sampai 38.

Anda harus melahirkan di sebuah rumah sakit atau klinik di mana tenaga medis tersedia selama 24 jam sehari untuk memberikan perawatan yang tepat untuk bayi Anda.
Selama persalinan dan kelahiran, glukosa darah Anda akan diukur setiap jam dan ditahan pada 4-6 mmol/l. Jika Anda telah diberikan insulin selama kehamilan, Anda akan disarankan untuk diberikan infus insulin serta glukosa selama persalinan, untuk memungkinkan kontrol yang cermat dari kadar gula darah Anda.

3. Merawat bayi Anda setelah lahir

Sekitar 2 jam setelah kelahiran, glukosa darah bayi Anda akan dihitung, biasanya sebelum ia menyusui untuk kedua kalinya. Jika glukosa darahnya tetap rendah, bayi Anda mungkin perlu diberi makan melalui tube atau infus. Jika kondisi bayi Anda tidak baik atau memerlukan pengawasan ketat, ia mungkin perlu diawasi dalam unit neonatal.

Selain pantauan pada bayi, diabetes gestasional meningkatan risiko Anda untuk mengidap diabetes tipe 2 setelah kehamilan.Ibu harus melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan mengenai kadar gula darah setelah melahirkan. Diabetes tipe 2 adalah saat di mana tubuh Anda tidak memproduksi insulin yang cukup, atau sel tubuh tidak bereaksi terhadap insulin (resistensi insulin).

Maka dari itu, sangatlah penting untuk Anda mengawasi glukosa darah Anda setelah persalinan untuk memeriksa apakah glukosa darah Anda kembali normal atau tidak. Bayi Anda mungkin memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami diabetes atau obesitas (memiliki massa indeks tubuh lebih dari 30) nantinya.

4. Waspadai kehamilan selanjutnya

Setelah mengalami diabetes gestasional, Anda memiliki peningkatan risiko untuk mengalami diabetes gestasional lagi di kehamilan selanjutnya. Sangatlah penting untuk berdiskusi dengan dokter jika Anda berencana untuk hamil lagi. Dokter mungkin akan menyusun pengawasan terhadap glukosa darah Anda dari tahap awal.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca