Komplikasi Diabetes Gestasional pada Ibu dan Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/02/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Diabetes gestasional bisa memunculkan komplikasi pada ibu dan janin jika dibiarkan begitu saja. Risiko komplikasi diabetes gestasional akan berkurang jika diabetes yang terjadi pada kehamilan ini bisa didiagnosis dan diatasi dengan tepat. Sebenarnya, apa saja dampak diabetes gestasional yang bisa terjadi? Seberapa berbahaya untuk perkembangan ibu dan janin?

Komplikasi diabetes gestasional pada bayi

diabetes saat hamil

Jika diabetes gestasional tidak diatasi dengan tepat atau tidak terdeteksi, hal ini dapat menyebabkan komplikasi diabetes gestasional yang serius bagi Anda atau bayi. Berikut dampak diabetes gestasional yang bisa dialami oleh bayi, dikutip dari Mayo Clinic:

Ukuran bayi lebih besar (makrosomia)

Komplikasi diabetes gestasional bisa membuat bayi lebih besar, biasanya memiliki berat lebih dari 4 kilogram (makrosomia).

Bayi dalam kandungan menyimpan kelebihan gula yang diterimanya dari aliran darah ibu sebagai lemak sehingga bayi dalam kandungan bisa tumbuh lebih besar.

Namun jika terlampau besar, Anda berisiko mengalami persalinan induksi atau kelahiran dengan operasi caesar. Kondisi makrosomia dapat menyebabkan masalah saat kelahiran seperti distsosia bahu.

Kondisi ini terjadi saat bayi yang keluar melalui vagina pundaknya tersangkut pada tulang pubis (tulang yang menyokong tubuh bawah Anda dan disebut juga tulang pinggul).

Distosia bahu bisa membahayakan karena bayi Anda tidak bisa bernapas saat ia tersangkut. Ini diperkirakan dapat memengaruhi 1 dari 200 kelahiran akibat dari komplikasi diabetes gestasional.

Kelahiran prematur

Bila ibu mengalami komplikasi diabetes gestasional, dampak yang mungkin terjadi yaitu kelahiran prematur (bayi lahir sebelum kehamilan memasuki minggu ke 37). 

Ketika bayi mengalami hal ini, bisa menyebabkan komplikasi diabetes gestasional, seperti sakit kuning atau sindrom gangguan pernapasan.

Keguguran

Komplikasi lain dari diabetes gestasional yaitu kemungkinan mengalami keguguran di usia 23 minggu kehamilan. Oleh karenanya, selalu periksakan diri ke dokter terlebih jika ada gejala tak biasa yang Anda rasakan.

Still birth

Ini adalah kondisi bayi dilahirkan dalam keadaan meninggal. Still birth bisa terjadi karena dampak diabetes gestasional yang dialami oleh ibu hamil.

Hipoglikemia

Dampak diabetes gestasional yang akan dialami janin di kandungan adalah hipoglikemia. Ini merupakan kondisi kadar gula darah terlalu rendah dan perlu ditangani segera dengan pemberian ASI saat setelah dilahirkan.

Jika tidak dapat diberikan ASI, bayi perlu asupan glukosa secara langsung ke dalam aliran darah. Kemudian menjadi komplikasi diabetes gestasional.

Respiratory distress syndrome (RDS)

Komplikasi diabetes gestasional yang dialami ibu bisa berdampak pada janin, RDS salah satunya. Kondisi ini merupakan berbagai gejala yang menyebabkan gangguan bernapas. Respiratory distress sydrome (RDS) dapat ditangani dengan pemberian oksigen atau bantuan napas lainnya.

Kadar kalsium dan magnesium yang rendah

Dampak diabetes gestasional pada bayi bisa membuat kadar kalsium dan magnesium di dalam tubuhnya rendah. Kondisi ini menyebabkan kram otot tangan dan kaki bayi yang dapat menyebabkan rasa nyeri. Suplemen kalsium dan magnesium diperlukan untuk mengatasi gejala komplikasi diabetes gestasional.

Takipnea

Mengutip dari Learn Pediatric, di tahap yang sudah sangat serius, dampak diabetes gestasional bisa menyebabkan bayi mengalami takipnea.

Ini adalah kelainan yang terjadi pada sistem pernapasan yang menyebabkan berbagai gangguan akibat dari perlambatan perkembangan paru-paru pada bayi.

Kondisi sistem saluran pernapasan yang tidak sempurna sering ditandai dengan kekurangan oksigen, gejala pneumonia, dan hipertensi pada paru-paru.

Hal ini juga dapat menyebabkan berbagai gangguan lainnya seperti hipoglikemia, hipotermia, polisitemia, serta gangguan otak yang termasuk dalam komplikasi diabetes gestasional.

Kekurangan zat besi

Dampak diabetes gestasional yang paling umum terjadi adalah bayi kekurangan zat besi. Setidaknya kondisi ini dialami 65 persen bayi yang lahir dari ibu hamil dengan diabetes. Jika tidak ditangani segera, dapat berakibat pada gangguan perkembangan sistem saraf pada bayi dan komplikasi diabetes gestasional yang lebih serius.

Kelainan jantung

Komplikasi diabetes gestasional bisa menyebabkan kelainan jantung. Dampak dari diabetes gestasional yang satu ini membuat otot jantung membesar sehingga bisa menyebabkan berbagai gangguan kerja jantung.

Akibatnya, jantung kesulitan untuk memompa darah (kardiomiopati). Kardiomiopati disebabkan melemahnya fungsi jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Hal ini menjadi komplikasi dari diabetes gestasional yang bisa menyebabkan kegagalan fungsi jantung.

Meskipun kondisi ini sudah ditangani, kelainan jantung saat lahir dapat menyebabkan cacat jantung bawaan yang menyerang ventrikel dan arteri jantung.

Kelainan sistem saraf pusat bawaan

Kondisi ini 16 kali lipat lebih berisiko dialami oleh bayi yang terlahir dari ibu hamil karena komplikasi diabetes gestasional.

Akibat yang ditimbulkan adalah berbagai gangguan pada fungsi otak dan saraf tulang belakang. Kelainan sistem saraf pusat di antaranya:

  • Cacat perkembangan otak dan tulang kranial (anencephaly)
  • Cacat tulang belakang yang ditandai dengan benjolan saraf spinal (spina bifida)
  • Cacat perkembangan tulang ekor (caudal dysplasia)

Kelainan dalam sistem peredaran darah

Dampak diabetes gestasional yang akan dialami oleh bayi di kandungan yaitu kelainan di dalam sistem peredaran darah.

Berbagai kelainan disebabkan kondisi kelebihan sel darah merah (polycythemia) yang dipicu kondisi hipoksia pada bayi.

Akibatnya, darah menjadi lebih kental sehingga berisiko menyebabkan stroke, kejang, kerusakan pada saluran usus, dan trombosis pada pembuluh darah ginjal.

Kondisi ini juga menyebabkan kadar bilirubin yang meningkat di dalam darah (hyperbilirubinemia) dan berakibat pada beban kerja berlebih pada liver. Ini merupakan dampak dari komplikasi diabetes gestasional.

Komplikasi diabetes gestasional pada ibu hamil

Kebanyakan wanita yang mengalami komplikasi diabetes gestasional bisa melahirkan di waktu yang sesuai perkiraan dan menjalani persalinan secara normal. Pada beberapa kasus, komplikasi diabetes gestasional bisa menentukan bagaimana cara bayi dilahirkan.

Jika Anda memiliki komplikasi diabetes gestasional dan janin tumbuh dengan normal, Anda mungkin akan ditawarkan kesempatan untuk memulai persalinan setelah minggu 38 kehamilan.

Kalau bayi Anda terlalu besar (makrosomia), maka dokter atau bidan akan mendiskusikan risiko dan manfaat dari operasi caesar.

Diskusi mengenai pilihan persalinan saat Anda mengalami diabetes gestasional ini biasanya dilakukan di minggu ke 36 kehamilan sampai minggu 38 kehamilan.

Bila Anda menderita komplikasi diabetes gestasional, ada beberapa komplikasi yang mungkin muncul, yaitu:

Preeklampsia

Komplikasi diabetes gestasional menempatkan perempuan pada risiko yang lebih tinggi daripada wanita tanpa kondisi ini untuk terkena preeklampsia dalam kehamilan mereka nantinya.

Preeklampsia adalah suatu kondisi yang berhubungan dengan peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba dan kondisi ini bisa menjadi serius. Preeklampsia termasuk komplikasi diabetes gestasional pada ibu hamil.

Operasi caesar

Ini adalah jenis operasi yang digunakan untuk persalinan bayi, sebagai ganti dari persalinan normal melalui vagina. Ketika Anda berisiko memiliki komplikasi akibat diabetes gestasional, dokter mungkin lebih menyarankan Anda untuk melakukan caesar. Prosedur ini biasanya direkomendasikan demi keselamatan ibu dan bayi.

Mencegah komplikasi diabetes gestasional pascamelahirkan

melahirkan normal dengan mata minus

Ketika ibu hamil mengalami komplikasi diabetes gestasional, ada hal lain yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko buruk terjadi setelah melahirkan, yaitu:

Sering mengontrol kadar gula darah ibu dan bayi

Sekitar 2 jam setelah kelahiran, glukosa darah bayi Anda akan dihitung, biasanya sebelum ia menyusui untuk kedua kalinya.

Jika glukosa darahnya tetap rendah, bayi Anda mungkin perlu diberi makan melalui tube atau infus. Jika kondisi bayi Anda tidak baik atau memerlukan pengawasan ketat, ia mungkin perlu diawasi dalam unit neonatal.

Selain pantauan pada bayi, komplikasi diabetes gestasional meningkatan risiko Anda untuk mengidap diabetes tipe 2 setelah kehamilan.

Diabetes tipe 2 adalah saat di mana tubuh Anda tidak memproduksi insulin yang cukup atau sel tubuh tidak bereaksi terhadap insulin (resistensi insulin).

Oleh karenanya, ibu harus melakukan beberapa pemeriksaan kadar gula darah  lanjutan setelah melahirkan.

Maka dari itu, sangatlah penting untuk Anda mengawasi glukosa darah setelah persalinan untuk memeriksa apakah glukosa darah kembali normal atau tidak.

Bayi Anda mungkin memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami komplikasi diabetes gestasional atau obesitas (memiliki massa indeks tubuh lebih dari 30) nantinya.

Berkonsultasi pada dokter sebelum hamil kembali

Setelah mengalami komplikasi diabetes gestasional, Anda memiliki peningkatan risiko untuk mengalami diabetes gestasional lagi di kehamilan selanjutnya.

Sangatlah penting untuk berdiskusi dengan dokter jika Anda berencana untuk hamil lagi. Dokter mungkin akan menyusun pengawasan terhadap glukosa darah Anda dari tahap awal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Berbagai penyakit kulit ini bisa menjadi salah satu komplikasi yang muncul saat seseorang memiliki keadaan diabetes yang tidak terkontrol.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit
sering buang air kecil

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit