Mengidap diabetes bukan menjadi halangan bagi Anda menjalani rutinitas harian, begitu pula dengan bersenang-senang untuk menghilangkan stres. Tapi awas! Pesta, nongkrong malam mingguan dengan teman-teman, dan situasi hura-hura lain yang melibatkan minuman keras berpotensi memicu Anda menenggak alkohol terlalu banyak dalam waktu singkat. Alkohol dapat menyebabkan kadar gula darah naik atau turun, tergantung dari seberapa banyak Anda minum. Ini bisa memperburuk gejala diabetes Anda.

Hati Anda turut berperan dalam mengatur kadar gula darah Anda

Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh pankreas. Hormon ini berfungsi dalam mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Tapi bukan hanya pankreas yang punya peran dalam hal ini. Hati pun memiliki dua dua fungsi dalam mengatur kadar gula darah. Pertama, hati melepaskan glukosa dari karbohidrat simpanan (glikogen). Kedua, ketika simpanan itu habis, hati membuat glukosa dari asam amino. Proses ini disebut glukoneogenesis.

Alkohol mengganggu efektivitas obat diabetes

Setelah beberapa menit minum alkohol, dan sampai 12 jam sesudahnya, alkohol dapat menyebabkan kadar glukosa darah Anda turun. Efek penurunan kadar gula darah ini dapat berkembang makin parah jika Anda menggunakan insulin atau obat-obatan diabetes untuk mengontrol kondisi Anda.

Ketika Anda menggunakan insulin untuk mengontrol gula darah, hati jadi makin kesulitan bekerja untuk melepas karbohidrat dari glikogen untuk dijadikan bahan bakar tubuh. Hal ini kemudian dapat menyebabkan kadar gula darah yang sudah rendah makin turun lagi.

Sama halnya dengan beberapa obat diabetes tertentu, misalnya sulfonilurea dan meglitinida. Efek samping dari obat-obatan diabetes ini menurunkan kadar gula darah dengan merangsang pankreas untuk membuat lebih banyak insulin. Minum alkohol dapat menyebabkan gula darah rendah berbahaya karena hati Anda harus bekerja untuk mengeluarkan alkohol dari darah Anda alih-alih pekerjaan utamanya untuk mengatur gula darah Anda.

Kombinasi dari merosotnya gula darah sebagai efek samping obat dan konsumsi alkohol dapat memicu terjadinya hipoglikemia, yang merupakan kondisi darurat medis.

Alkohol menghambat hati dalam produksi gula darah

Minuman keras yang Anda konsumsi akan dipecah dalam hati, yang juga merupakan lokasi utama penyimpanan gula darah. Namun kapasitas kerja hati untuk membilas alkohol sangat terbatas. Oleh karena itu, jika Anda menenggak miras terlalu banyak dalam satu waktu, fungsi normal hati untuk memproduksi glukosa sebagai energi tubuh (glukoneogenesis) bisa terganggu. Ini mengakibatkan kadar gula darah menurun.

Pasalnya, ketika karbohidrat simpanan Anda habis, misalnya dalam keadaan puasa, hati pun harus memenuhi glukosa dengan cara lain, yaitu glukoneogenesis. Namun, hati Anda harus bekerja ekstra keras untuk membilas kelebihan alkohol dari darah Anda alih-alih memproduksi gula darah (glukoneogenesis). Tanpa glukosa dari glikogen dan glukoneogenesis, kondisi kadar gula darah yang menurun terlalu rendah ini disebut sebagai hipoglikemia. Hipoglikemia merupakan komplikasi gejala diabetes yang berbahaya.

Hipoglikemia bisa memicu ketoasidosis

Efek hipoglikemia pada gejala diabetes bisa makin berbahaya jika Anda tidak mengonsumsi makanan apapun selama menenggak alkohol dalam jumlah banyak sekaligus. Kombinasi dari kadar gula darah rendah dan minimnya persediaan glikogen yang didapat dari makanan memaksa tubuh untuk mulai menghemat persediaan gula khusus untuk bagi beberapa organ penting yang membutuhkan, misalnya otak, sel darah merah, dan ginjal.

Untuk mengimbangi keterbatasan asupan gula ini, hati kemudian membuat bahan bakar alternatif dari lemak yang disebut keton. Tingkat keton yang tinggi bisa meracuni tubuh. Bila kadarnya terlalu tinggi, Anda bisa mengalami ketoasidosis, komplikasi gejala diabetes yang sama berbahayanya dengan hipoglikemia.

Ketoasidosis jarang terjadi pada orang-orang dengan diabetes tipe 2, tapi risiko Anda mengalami hal ini bisa meningkat jika Anda tidak mengatur pola makan dan tidak menggunakan insulin dengan benar. Ketoasidosis menyebabkan darah Anda terlalu asam, yang bisa mengubah fungsi normal organ dalam seperti hati dan ginjal. Jika Anda tidak mendapatkan perawatan medis segera, Anda bisa mengalami koma atau bahkan mati.

Tips aman minum alkohol kalau Anda mengidap diabetes

Meski demikian, bukan berarti Anda harus pantang minum miras jika Anda punya diabetes. Kalau Anda menjalani gaya hidup sehat dan pola makan teratur secara disiplin, dokter mungkin membolehkan Anda minum minuman keras. Kuncinya, jangan minum berlebihan.

Batasi sekitar satu setengah cangkir saja sekali minum dan berikan jeda cukup lama jika Anda ingin menambah porsi. Jika berat badan Anda sekitar 70-an kilogram, hati membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk membersihkan residu alkohol dari satu porsi minuman keras. Umumnya wanita dengan diabetes tidak boleh minum lebih dari satu porsi minuman beralkohol sehari, sementara pria seharusnya tidak boleh lebih dari dua.

Jangan minum bir atau minuman beralkohol saat perut kosong. Makanlah makanan berat atau camilan yang mengandung karbohidrat ketika Anda minum alkohol. Makanan membantu memperlambat tingkat penyerapan alkohol ke dalam aliran darah, serta membentuk karbohidrat simpanan (glikogen) yang mudah dilepaskan oleh hati. 

Terakhir, perlu diingat bahwa alkohol merusak kemampuan hati untuk memproduksi glukosa. Jadi, pastikan Anda selalu cek gula darah Anda sebelum, selama, dan sesudah minum alkohol. Cek juga kadar gula darah Anda sesaat sebelum tidur untuk memantau perkembangan gejala diabetes Anda

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca