Apakah Buah Kalengan Aman untuk Penderita Diabetes?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Buah-buahan pada dasarnya baik untuk penderita diabetes. Walaupun kaya akan gula alami, tetapi buah banyak mengandung vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Biasanya seseorang tak hanya mengonsumsi buah segar, tetapi bisa juga buah beku, kaleng, kering, dan buah yang telah mengalami proses tertentu.

Lalu, di antara jenis tersebut apakah buah kalengan termasuk aman dikonsumsi oleh penderita diabetes? Berikut ulasannya.

Buah untuk penderita diabetes

Konsumsi buah tak jarang menjadi perdebatan di antara pasien diabetes. Sebagian mengatakan tidak boleh, tetapi sebagian lainnya mengatakan boleh.

Faktanya, American Diabetes Association menyatakan bahwa buah direkomendasikan untuk penderita diabetes karena kandungan nutrisi di dalamnya. Namun, penderita diabetes perlu memerhatikan beberapa hal sebelum mengonsumsi buah.

Buah mengandung karbohidrat, dan nutrisi yang satu ini perlu dikendalikan jumlahnya karena dapat menaikkan kadar gula di dalam darah. Oleh karena itu, penderita diabetes perlu memasukkan jumlah karbohidrat buah ke dalam rencana makan dan mengurangi porsi karbohidrat lainnya.

Selain itu, Anda juga perlu memerhatikan jenis buah yang dikonsumsi. Penderita diabetes baiknya mengonsumsi buah dengan indeks glikemik yang rendah, seperti:

  • Apel
  • Alpukat
  • Pisang
  • Beri-berian
  • Ceri
  • Anggur
  • Kiwi
  • Jeruk
  • Plum

Sedangkan buah dengan indeks glikemik sedang hingga tinggi ada baiknya dikurangi porsinya. Buah-buahan tersebut meliputi:

  • Melon
  • Pepaya
  • Nanas
  • Kurma
  • Semangka

Buah kalengan untuk penderita diabetes

Buah kalengan disebut-sebut tidak baik dikonsumsi oleh penderita diabetes, benarkah begitu? Faktanya, American Diabetes Association memasukkan buah kaleng ke dalam daftar makanan yang sehat dikonsumsi oleh diabetesi.

Tidak seperti jus buah, buah kaleng dan buah segar memiliki banyak serat. Elisa Zied, R.D., penulis Nutrition at Your Fingertips menyatakan bahwa mengonsumsi makanan kaya serat penting bagi penderita diabetes karena dapat memperlambat penyerapan karbohidrat dan membantu mencegah lonjakan gula darah. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa tidak semua buah kalengan aman dikonsumsi oleh diabetesi.

Buah kalengan biasanya dikemas dengan jus dari buah tersebut atau gula tambahan dengan menambahkan sirup yang sangat manis. Jenis inilah yang sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes karena akan dengan cepat meningkatkan kadar gula dalam darah.

Biasanya, sekaleng pir yang ditambahkan jus pir terdiri dari 60 kalori dan 12 gram gula. Akan tetapi, saat dikemas dalam kaleng dengan penambahan sirup gula maka kandungannya menjadi 100 kalori dan 19 gram gula pasir.

American Diabetes Association juga merekomendasikan untuk memakan buah kalengan yang dikemas dalam jus, air, atau sirup dengan kadar gula yang sangat sedikit. Bahkan, jika memungkinkan konsumsilah yang tidak menggunakan gula tambahan sama sekali. Setengah cangkir buah kaleng tanpa gula tambahan mengandung sekitar 15 gram karbohidrat yang sama dengan jumlah karbohidrat dalam sepotong kecil buah segar utuh.

Tips mengonsumsi buah kalengan

Jika Anda membeli buah kaleng, usahakan untuk mengeluarkannya dari cairan yang membungkusnya. Tiriskan buah ke dalam mangkuk dan tambahkan beberapa sendok makan yoghurt rendah lemak untuk menambah kandungan gizinya.

Zied menyarankan untuk mengonsumsi buah kalengan yang mengandung serat tinggi seperti pir, persik, beri, dan apel. Jangan lupa untuk selalu mengecek label kemasan sebelum membeli buah kalengan. Jika label mencantumkan bahan sirup jagung fruktosa tinggi (high- fructose corn syrup), corn syrup solids, sorgum, dan jenis gula lainnya maka urungkan niat Anda untuk membeli jenis tersebut.

Selain itu Anda juga perlu berhati-hati dengan buah kalengan yang kemasannya kembung, penyok, segel cacat, atau bahkan bocor. Jika saat Anda membuka kaleng dan kemudian isinya terlihat seperti berbusa dan berbau maka ada baiknya untuk segera membuangnya tanpa mencicipinya terlebih dahulu.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca