Beberapa wanita memiliki tingkat kadar gula darah (glukosa) yang tinggi sepanjang masa kehamilannya. Namun apakah ini akan berpengaruh pada bayi yang dilahirkan?

Kadar gula darah yang tinggi pada wanita hamil dapat memengaruhi bayi setelah lahir.

Bayi yang lahir dari ibu dengan penyakit diabetes sering lahir dengan ukuran lebih besar dibandingkan bayi lainnya. Organ dalam seperti liver, kelenjar adrenal, dan jantung cenderung membesar.

Bayi seperti ini biasanya akan mengalami masa di mana kadar gula darah mereka rendah (hipoglikemia) tak lama setelah lahir, karena meningkatnya kadar insulin di dalam darah mereka. Insulin adalah zat yang menggerakkan kadar gula (glukosa) dari darah ke dalam jaringan tubuh. Kadar gula darah si bayi perlu diawasi dalam waktu 12-24 jam pertama setelah kelahiran.

Ibu dengan diabetes yang kurang terkontrol juga lebih mungkin untuk mengalami keguguran atau bayi mereka lahir tapi sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Proses kelahiran biasanya sulit jika ukuran si bayi besar. Hal ini dapat meningkatkan risiko cedera pleksus brakialis dan trauma lainnya selama melahirkan.

Jika si ibu sudah menderita diabetes sebelum masa kehamilannya, maka bayinya memiliki peningkatan risiko cacat saat lahir jika penyakit diabetes si Ibu tidak dikendalikan dengan baik.

Gejala

  • Warna kulit biru atau berbintik-bintik
  • Denyut jantung cepat, nafas cepat (tanda-tanda paru-paru yang belum sempurna atau gagal jantung)
  • Kulit bayi kuning
  • Tidak mau makan atau nafsu makan buruk
  • Lesu, menangis lemah (tanda-tanda gula darah rendah yang parah)
  • Wajah bengkak
  • Kulit tubuh kemerahan
  • Gemetar segera setelah lahir

Pemeriksaan

Sebelum bayi lahir:

  • USG pada ibu dilakukan beberapa bulan terakhir kehamilan untuk menilai perkembangan bayi yang hasilnya akan menunjukkan bahwa bayi cukup besar untuk usia kehamilan.
  • Pengujian kematangan paru-paru dapat dilakukan pada cairan ketuban, jika bayi akan dilahirkan lebih dari 1 minggu sebelum tanggal jatuh tempo.

Setelah bayi lahir:

  • Tes dapat menunjukkan apakah bayi memiliki kadar gula darah rendah dan kalsium darah rendah.
  • Ekokardiogram bisa menunjukkan kondisi pembesaran jantung yang tidak normal, yang dapat dibarengi dengan gagal jantung.

Pengobatan

Semua bayi yang lahir dari ibu yang mengidap diabetes harus diuji mendeteksi gejala gula darah rendah (hipoglikemia), bahkan jika mereka tidak menunjukkan gejala. Jika bayi menunjukkan salah satu gejala gula darah rendah, tes dapat dilakukan selama beberapa hari. Tes akan terus dilanjutkan sampai gula darah bayi bisa kembali stabil sambil tetap diberi ASI secara normal.

Dalam beberapa kasus ringan, pemberian ASI setelah melahirkan dapat berkhasiat untuk mencegah gula darah rendah. Kadar gula darah rendah yang tidak kembali normal dengan cepat dapat ditangani dengan pemberian gula (glukosa) dan air yang diberikan melalui nadi.

Kasus yang jarang terjadi adalah saat bayi mungkin membutuhkan bantuan pernafasan atau obat-obatan untuk mengobati efek diabetes lainnya. Kadar bilirubin yang tinggi ditangani dengan terapi cahaya (fototerapi). Selain itu dalam kasus yang juga jarang terjadi, darah bayi akan diganti dengan darah dari donor (transfusi tukar) untuk menangani masalah ini.

Seringkali, gejala yang terjadi pada bayi akan hilang dalam beberapa minggu. Namun jika kondisi jantung mereka membesar, mungkin akan butuh beberapa bulan bisa sembuh.

Kemungkinan komplikasi

  • Cacat jantung kongenital
  • Gagal jantung
  • Kadar bilirubin tinggi (hiperbilirubinemia) yang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen jika tidak diobati
  • Fungsi paru-paru belum sempurna
  • Neonatal polisitemia (sel darah merah lebih banyak dari biasanya) yang dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah atau hiperbilirubinemia
  • Gula darah rendah akut yang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen
  • Sindrom usus kiri kecil yang dapat menyebabkan gejala penyumbatan usus
  • Meninggal saat lahir

Kapan saatnya menghubungi dokter

Jika Anda sedang hamil dan mendapatkan perawatan kehamilan secara rutin, tes rutin akan menunjukkan bahwa Anda sedang sakit/menunjukan gejala diabetes gestasional.

Jika Anda sedang hamil dan memiliki penyakit diabetes yang tidak terkendali, segera hubungi dokter Anda.

Jika Anda sedang hamil dan tidak mendapatkan perawatan prenatal, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda untuk melakukan diskusi. Anda juga dapat menghubungi Dinas Kesehatan untuk meminta petunjuk tentang cara mendapatkan perawatan prenatal yang dibantu negara.

Pencegahan

Wanita yang mengidap diabetes membutuhkan perawatan khusus selama kehamilan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Mengontrol gula darah dan mendiagnosis diabetes gestational sejak dini dapat mencegah terjadinya berbagai masalah.

Tes kesehatan paru-paru dapat membantu mencegah komplikasi pernafasan yang dapat terjadi jika bayi yang lahir seminggu lebih awal dari tanggal lahir yang diperkirakan dokter.

Berhati-hati dalam memantau bayi di jam pertama setelah kelahiran dapat mencegah terjadinya komplikasi karena gula darah rendah. Pemantauan dan pengobatan dalam beberapa hari pertama dapat mencegah komplikasi akibat tingkat bilirubin yang tinggi.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca