Apakah Saya Masih Perlu Vaksin HPV Jika Sudah Terkena Kutil Kelamin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kutil kelamin termasuk salah satu penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. Padahal sebenarnya, penyakit ini bisa dicegah dengan vaksin human papillomavirus (HPV). Namun, banyak orang yang baru menyadari pentingnya vaksin setelah terkena kutil kelamin. Lantas, apakah perlu melakukan vaksin jika sudah pernah terkena kutil kelamin? Berikut ulasannya.

Perlukah vaksin bila kutil kelamin sudah muncul?

bahan alami untuk mengobati kutil kelamin

Pemberian vaksin HPV bertujuan untuk mencegah seseorang terinfeksi penyakit yang diakibatkan oleh virus HPV seperti kanker serviks dan kutil kelamin. Oleh karena tujuannya untuk mencegah, maka vaksin ini biasanya diberikan sebelum penyakit muncul dan menyerang tubuh. Namun, perlukah vaksin jika sudah pernah terkena penyakit seperti kutil kelamin?

Vaksin HPV pada dasarnya dimaksudkan untuk mencegah infeksi. Akan tetapi, dalam beberapa kasus vaksin ini justru bisa berfungsi sebagai pengobatan yang bertujuan untuk membantu membersihkan virus kutil kelamin pada orang yang sudah pernah terinfeksi.

Jadi, melakukan vaksin meski telah terinfeksi menjadi pilihan bijak yang bisa Anda ambil. Pasalnya, ada sekitar 30 hingga 40 jenis virus HPV yang ditularkan secara seksual. Dengan begitu, melakukan vaksin HPV setelah terinfeksi juga bisa membantu melindungi Anda dari jenis HPV lainnya yang mengintai tubuh.

Dikutip dari lama Health Harvard Edu, vaksin HPV dapat memberikan perlindungan yang cukup menjanjikan. Vaksin ini membantu mengurangi luka dan peradangan kutil kelamin sebesar 35 persen. Selain itu, vaksin juga tak hanya mencegah infeksi dari empat jenis HPV yang ditargetkan tetapi juga mengurangi 38 persen risiko lesi prakanker yang disebabkan oleh 10 strain lainnya.

Namun, vaksin tidak selamanya melindungi

obat kutil kelamin

Lagi-lagi perlu diingat bahwa vaksin ini memiliki tujuan utama untuk mencegah infeksi HPV. Namun, Anda juga perlu menyadari bahwa melakukan vaksin saat telah memiliki infeksi bukan berarti secara total menghilangkan infeksi yang Anda miliki.

Selain itu, vaksin juga tidak melindungi Anda dari semua jenis HPV. Para ahli pun tidak mengetahui secara persis berapa lama vaksin HPV dapat berjalan dengan efektif. Namun, berdasarkan penelitian yang banyak dilakukan sejauh ini diketahui bahwa vaksin HPV bisa membantu melindungi Anda dalam jangka waktu sekitar lima tahun.

Oleh karena itu, meski Anda telah melakukan vaksinasi ada baiknya untuk tetap menjalani tes Pap smear dan pemeriksaan panggul secara teratur. Pasalnya, orang yang telah terinfeksi virus HPV seperti kutil kelamin tetap berisiko tertular virus HPV jenis lainnya, termasuk yang menyebabkan kanker serviks.

Tetap gunakan kondom saat melakukan seks

Meski telah melakukan vaksinasi, Anda tetap perlu menggunakan kondom saat sedang berhubungan seks baik oral, anal, dan juga vaginal. Hal ini dilakukan untuk membantu mencegah penyebaran penyakit. Apalagi jika pasangan juga ternyata memiliki kutil kelamin.

Selain mewujudkan seks aman, kondom membantu mencegah penyebaran jenis HPV yang tidak terkandung di dalam vaksin. Selain itu, tentu saja kondom membantu melindungi Anda dan pasangan dari risiko penyakit kelamin lainnya. Selain itu, usahakan untuk tidak berganti-ganti pasangan dan menjaga kebersihan diri setiap habis berhubungan seks.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Vaksin HPV Masih Terkena Kutil Kelamin, Apa Vaksin Tidak Ampuh?

Vaksin HPV melindungi Anda dari infeksi HPV, termasuk kutil kelamin. Namun, ada beberapa orang yang sudah vaksin tetap bisa terkena kutil kelamin.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Penyakit Kulit, Health Centers 17/11/2018 . Waktu baca 3 menit

Mungkinkah Kutil Kelamin Bisa Sembuh Dengan Sendirinya?

Kutil tumbuh di area kemaluan membuat Anda cemas dan takut. Sebenarnya, kulit kelamin bisa sembuh sendiri atau tidak, ya? Apakah harus pakai obat khusus?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Penyakit Kulit, Health Centers 26/10/2018 . Waktu baca 5 menit

Kapan Gejala HPV Akan Muncul Setelah Berhubungan Seks?

Infeksi HPV rentan menular lewat hubungan seks tanpa kondom. Lantas, berapa lama gejala HPV bisa mulai muncul setelah berhubungan seks?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13/10/2018 . Waktu baca 4 menit

Terapkan 7 Cara Ampuh Ini untuk Mencegah Penyakit Kanker

Cara mencegah penyakit kanker adalah dengan menurunkan faktor risikonya. Apa saja? Yuk lihat ulasan lengkapnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker 20/08/2018 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pemeriksaan tes hpv dna

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 07/03/2020 . Waktu baca 6 menit
virus hpv bisa hilang

Benarkah HPV Bisa Hilang dengan Sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 07/11/2019 . Waktu baca 4 menit
isoprinosine adalah obat

Isoprinosine

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27/11/2018 . Waktu baca 8 menit
vaksin untuk penyakit kelamin

3 Vaksin yang Direkomendasikan untuk Mencegah Penyakit Kelamin

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23/11/2018 . Waktu baca 3 menit