Apakah Saya Masih Perlu Vaksin HPV Jika Sudah Terkena Kutil Kelamin?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kutil kelamin termasuk salah satu penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. Padahal sebenarnya, penyakit ini bisa dicegah dengan vaksin human papillomavirus (HPV). Namun, banyak orang yang baru menyadari pentingnya vaksin setelah terkena kutil kelamin. Lantas, apakah perlu melakukan vaksin jika sudah pernah terkena kutil kelamin? Berikut ulasannya.

Perlukah vaksin bila kutil kelamin sudah muncul?

bahan alami untuk mengobati kutil kelamin

Pemberian vaksin HPV bertujuan untuk mencegah seseorang terinfeksi penyakit yang diakibatkan oleh virus HPV seperti kanker serviks dan kutil kelamin. Oleh karena tujuannya untuk mencegah, maka vaksin ini biasanya diberikan sebelum penyakit muncul dan menyerang tubuh. Namun, perlukah vaksin jika sudah pernah terkena penyakit seperti kutil kelamin?

Vaksin HPV pada dasarnya dimaksudkan untuk mencegah infeksi. Akan tetapi, dalam beberapa kasus vaksin ini justru bisa berfungsi sebagai pengobatan yang bertujuan untuk membantu membersihkan virus kutil kelamin pada orang yang sudah pernah terinfeksi.

Jadi, melakukan vaksin meski telah terinfeksi menjadi pilihan bijak yang bisa Anda ambil. Pasalnya, ada sekitar 30 hingga 40 jenis virus HPV yang ditularkan secara seksual. Dengan begitu, melakukan vaksin HPV setelah terinfeksi juga bisa membantu melindungi Anda dari jenis HPV lainnya yang mengintai tubuh.

Dikutip dari lama Health Harvard Edu, vaksin HPV dapat memberikan perlindungan yang cukup menjanjikan. Vaksin ini membantu mengurangi luka dan peradangan kutil kelamin sebesar 35 persen. Selain itu, vaksin juga tak hanya mencegah infeksi dari empat jenis HPV yang ditargetkan tetapi juga mengurangi 38 persen risiko lesi prakanker yang disebabkan oleh 10 strain lainnya.

Namun, vaksin tidak selamanya melindungi

obat kutil kelamin

Lagi-lagi perlu diingat bahwa vaksin ini memiliki tujuan utama untuk mencegah infeksi HPV. Namun, Anda juga perlu menyadari bahwa melakukan vaksin saat telah memiliki infeksi bukan berarti secara total menghilangkan infeksi yang Anda miliki.

Selain itu, vaksin juga tidak melindungi Anda dari semua jenis HPV. Para ahli pun tidak mengetahui secara persis berapa lama vaksin HPV dapat berjalan dengan efektif. Namun, berdasarkan penelitian yang banyak dilakukan sejauh ini diketahui bahwa vaksin HPV bisa membantu melindungi Anda dalam jangka waktu sekitar lima tahun.

Oleh karena itu, meski Anda telah melakukan vaksinasi ada baiknya untuk tetap menjalani tes Pap smear dan pemeriksaan panggul secara teratur. Pasalnya, orang yang telah terinfeksi virus HPV seperti kutil kelamin tetap berisiko tertular virus HPV jenis lainnya, termasuk yang menyebabkan kanker serviks.

Tetap gunakan kondom saat melakukan seks

Meski telah melakukan vaksinasi, Anda tetap perlu menggunakan kondom saat sedang berhubungan seks baik oral, anal, dan juga vaginal. Hal ini dilakukan untuk membantu mencegah penyebaran penyakit. Apalagi jika pasangan juga ternyata memiliki kutil kelamin.

Selain mewujudkan seks aman, kondom membantu mencegah penyebaran jenis HPV yang tidak terkandung di dalam vaksin. Selain itu, tentu saja kondom membantu melindungi Anda dan pasangan dari risiko penyakit kelamin lainnya. Selain itu, usahakan untuk tidak berganti-ganti pasangan dan menjaga kebersihan diri setiap habis berhubungan seks.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 30, 2018 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca