Awas! Jika Tidak Diobati, Herpes Zoster Dapat Mengakibatkan Stroke

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Penyakit herpes zoster biasa menyerang seseorang yang sudah pernah terkena cacar air sebelumnya. Jika Anda mengalami tanda dan gejala yang mengarah ke herpes zoster, segeralah ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Menurut penelitian terbaru, jika herpes zoster tidak diobati dengan baik, komplikasinya bisa meningkatkan risiko Anda terkena stroke iskemik dan serangan jantung. Berikut penjelasannya.

Sekilas tentang penyakit herpes zoster

Herpes zoster (shingles; cacar ular) adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Gejalanya berupa kemunculan lenting-lenting berisi cairan yang terasa nyeri, berkumpul membentuk suatu area kecil di permukaan kulit — mirip cacar air. Bedanya, kumpulan lenting ciri penyakit herpes zoster hanya terpusat di salah satu sisi wajah atau tubuh.

Herpes zoster terjadi ketika virus yang menyebabkan cacar air menjadi aktif kembali di tubuh Anda. Setelah Anda sembuh dari cacar air, virus tersebut akan tetap berada di dalam tubuh Anda dalam keadaan “tidur” alias tidak aktif. Namun pada beberapa orang, khusunya yang memiliki sistem imun lemah, virus ini bisa aktif kembali. Beberapa obat juga dapat memicu virus untuk aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster.

Kebanyakan orang yang menderita herpes zoster akan sembuh dan tidak akan terkena lagi, namun tetap ada kemungkinan untuk terkena herpes zoster lebih dari satu kali.

Herpes zoster yang tidak diobati dengan baik dapat meningkatkan risiko stroke

Sebuah penelitian di Inggris mencoba mencari tahu kaitan antara komplikasi penyakit herpes zoster dan risiko stroke serta serangan jantung. Peneliti mengumpulkan data dari 42.954 partisipan yang terdiagnosis herpes zoster dan stroke iskemik, serta 24.237 partisipan yang terdiagnosis herpes zoster dan serangan jantung. Setelahnya mereka menghitung besarnya risiko terkena stroke atau serangan jantung dalam waktu 12 bulan setelah terdiagnosis herpes zoster.

Peneliti menemukan bahwa orang yang terdiagnosis dengan herpes zoster memiliki peningkatan risiko sebanyak 2,4 kali lebih tinggi untuk terkena stroke iskemik dan 1,7 kali lebih tinggi untuk terkena serangan jantung dalam waktu satu minggu setelah terkena herpes zoster. Tetapi risiko ini akan berkurang secara bertahap setelah waktu enam bulan dari diagnosis herpes zoster. Angka kejadian stroke iskemik dan serangan jantung tidak berbeda pada individu yang sudah divaksin herpes zoster ataupun belum.

Bagaimana herpes zoster dapat menyebabkan stroke dan serangan jantung?

Di dalam tubuh, virus varicella zoster menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dan saraf. Peradangan pada pembuluh darah dapat menyebabkan penggumpalan darah sehingga mungkin menyebabkan stroke atau serangan jantung. Peradangan pada saraf dapat menyebabkan rasa nyeri yang hebat, yang disebut dengan neuralgia pasca herpetika.

Apa yang harus dilakukan apabila terkena herpes zoster?

Peneliti menemukan bahwa penyakit herpes zoster yang ditangani secepat mungkin dengan obat antiviral oral dapat mengurangi risiko stroke dan serangan jantung secara dramatis. Pasien herpes zoster yang tidak diobati dengan antivirus memiliki hampir dua kali lipat risiko stroke lebih besar dibandingkan dengan pasien yang mendapatkan pengobatan.

Peneliti menyarankan orang-orang yang terkena herpes zoster untuk berkonsultasi dengan dokter mereka tentang pengobatan antiviral. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga merekomendasikan agar setiap orang berusia 60 tahun atau lebih untuk mendapatkan vaksin herpes zoster sehingga risiko stroke atau serangan jantung dapat dicegah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Bersepeda memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tapi sebaiknya lebih berhati-hati karena bersepeda berlebihan bisa berisiko terkena serangan jantung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 24/06/2020 . 4 menit baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 menit baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 menit baca
endokarditis adalah

Endokarditis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 1 menit baca
dampak stroke pada anak

Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 28/06/2020 . 4 menit baca