Benarkah Susu Protein Bisa Bikin Jerawatan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menurut studi yang dimuat dalam Journal of the American Academy of Dermatology, orang-orang yang meminum susu lebih dari 3 gelas perhari mengalami masalah jerawat lebih banyak dibanding yang hanya meminum 1 gelas susu per hari. Lalu, apakah benar susu protein menyebabkan jerawat yang lebih parah?

Kandungan whey protein di dalam susu protein menyebabkan jerawat

Jerawat adalah kondisi peradangan karena sebum atau kelenjar minyak di kulit wajah ‘terjebak’ di dalam pori-pori dan menyumbat pori-pori wajah.

Hal ini memungkinkan bakteri untuk tumbuh di dalam folikel sebasea, folikel rambut yang berhubungan langsung dengan kelenjar sebasea, dan menjadi tempat penampungan sebum/minyak. Folikel sebasea yang meradang akan menjadi penyebab timbulnya jerawat.

Tidak hanya bakteri yang disebabkan oleh tersumbatnya sebum di kulit wajah yang bisa menyebabkan peradangan dan menimbulkan jerawat. Susu protein juga bisa menyebabkan peradangan dan membuat kulit wajah Anda menjadi semakin buruk.

Kandungan whey protein di dalam susu protein disinyalir dapat memicu jerawat. Mengapa? Karena hormon yang membantu mendorong perkembangan otot, juga membantu memproduksi sebum dan membantu pertumbuhan sel kulit secara bersamaan. Hal inilah yang membuat susu protein menyebabkan jerawat.

Bagaimana whey protein dapat menyebabkan jerawat

Whey protein yang ada di dalam kandungan susu protein dapat menyebabkan jerawat. Hal ini berkaitan dengan hormon yang dikenal dengan insulin like growth factor 1 atau IGF-1. IGF-1 adalah hormon pertumbuhan yang dapat mempercepat pertumbuhan otot, namun, hormon ini juga menyebabkan munculnya jerawat.

Penelitian telah menemukan keterkaitan antara hormon IGF-1 dengan produksi sebum. Tingkat IGF-1 yang lebih tinggi dapat menyebabkan produksi sebum yang lebih banyak lagi. Sehingga semakin tinggi tingkat IGF-1, semakin banyak produksi sebum yang dihasilkan. Meminum susu protein dapat meningkatkan hormon IGF-1.

Hormon IGF-1 juga mengurangi faktor turunan FOXO1 di sel-sel kulit. Kulit yang cenderung berjerawat sudah kekurangan FOXO1, yang berkaitan erat dengan faktor penyebab jerawat seperti sensitivitas hormon androgen, produksi sebum, pertumbuhan sel kulit berlebih, dan terlalu banyak keratin. Kebiasaan meminum susu protein yang mengurangi FOXO1 ini dapat memperburuk kondisi kulit.

Tips aman minum susu protein tanpa menyebabkan jerawat

Mengonsumsi susu protein adalah salah satu cara untuk mengatur berat badan. Whey protein yang ada di dalam susu protein merupakan nutrisi yang baik untuk membantu mendapatkan berat badan yang ideal. Penelitian dari Universitas Illinois menunjukkan bahwa kandungan asam amino esensial leusin pada whey protein dapat menjaga otot dan membantu proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Meskipun beberapa penelitian telah membuktikan bahwa susu protein menyebabkan jerawat, namun tidak dapat dipastikan apakah mereka yang tidak memiliki masalah jerawat, akan jadi jerawatan atau tidak setelah minum susu protein, karena penyebab utamanya adalah dari hormon masing-masing orang, yang tentu memiliki reaksi hormon berbeda-beda pada.

Tetapi untuk mencegah munculnya jerawat karena mengonsumsi susu protein, ikuti tips berikut ini.

  • Konsultasikan ke dokter kulit apakah jerawat yang muncul merupakan akibat dari susu protein atau bukan.
  • Bila minum susu protein, minumlah secukupnya. Jangan terlalu sering karena ada yang dapat menyebabkan peradangan.
  • Jika Anda merasa setelah minum susu protein kulit wajah Anda cenderung jadi berjerawat, Anda bisa hentikan atau kurangi porsi minum susu protein Anda, menjadi 1 kali sehari atau 2 hari sekali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mana yang Lebih Sehat, Susu Hangat atau Susu Dingin?

Susu dipenuhi nutrisi yang tentunya memberi banyak manfaat bagi tubuh. Namun, mana yang lebih sehat, susu hangat atau susu dingin?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Ini Alasannya Jerawat Muncul Meski di Rumah Saja

Saat Anda di rumah saja, mungkin Anda bingung mengapa Anda menjadi jerawatan. Hal ini memang bisa terjadi. Lalu mengapa jerawat muncul meski hanya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 29 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Cukup Minum Air Putih Bantu Menghilangkan Jerawat, Lho!

Minum air bermanfaat bagi kesehatan kulit. Namun, apakah minum air saja cukup untuk menghilangkan jerawat yang membandel?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Jerawat, Health Centers 26 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

susu kefir

6 Manfaat Susu Kefir yang Ternyata Menyehatkan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit
diet susu risiko diabetes

Diet Susu Dinilai Dapat Menurunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 7 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
jerawat gara-gara kacamata

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
air garam untuk jerawat

Manfaat Air Garam untuk Atasi Masalah Jerawat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit