Obat Batuk Alami untuk Anak, Cara Aman Atasi Batuk pada Si Kecil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Batuk kerap kali menyerang si kecil, entah itu karena infeksi bakteri ataupun virus. Beberapa penyakit tertentu juga bisa menyebabkan anak batuk. Nah, selain memberikan obat-obatan dari dokter, ada beberapa bahan alami yang bisa digunakan sebagai obat batuk untuk anak.  

Kenapa memilih obat batuk alami untuk anak?

Obat batuk non-resep, over-the-counter (OTC), atau yang bisa diperoleh dengan mudah di apotek atau supermarket belum tentu aman untuk si kecil. American Academy of Pediatrics (AAP) tidak menyarankan penggunaan jenis obat batuk ini pada anak-anak di bawah umur 4 tahun. Menurut AAP, sebagian besar obat batuk OTC mengandung beberapa bahan obat yang dapat meningkatkan risiko overdosis pada anak, terutama apabila penggunaannya dikombinasikan dengan obat-obatan lain. 

Selain itu, BMJ juga menelaah setiap temuan mengenai efek yang diberikan oleh obat OTC untuk menyembuhkan gejala batuk akibat flu. Hasilnya, masih sedikit bukti yang diperoleh bahwa obat OTC dapat meredakan sejumlah gejala pada penyakit tersebut. Terlebih lagi, obat OTC cenderung memiliki efek samping jika yang berdampak negatif bagi kesehatan anak dan ibu hamil.

Lantas, apa yang sepatutnya dilakukan ketika si kecil terus-menerus batuk? Untungnya, masih terdapat pengobatan yang lebih aman yaitu dengan memberikan obat batuk alami untuk anak. Untuk membuatnya, Anda cukup memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang tersedia di dapur rumah. 

Meskipun riset terhadap dampak penggunaan obat batuk tradisional masih sedikit dilakukan, sehingga tak bisa sepenuhnya menjamin menyembuhkan gejala batuk dengan tuntas. Obat batuk alami untuk anak dapat dipertimbangkan penggunaannya guna menghindari konsekuensi kesehatan yang lebih serius, seperti pada konsumsi obat batuk OTC.

Pilihan obat batuk alami untuk anak

Banyak bahan alami yang bisa diolah menjadi obat batuk, tapi tidak semua memberikan efek yang sama positifnya pada setiap umur anak. Babycenter telah membagi pilihan obat batuk ala rumahan yang disesuaikan dengan umur dan kemampuan tumbuh kembang anak seperti berikut ini:

1.Madu 

Bahan alami ini tepat dipilih sebagai obat batuk alami untuk anak. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa madu memiliki pengaruh yang sama efektifnya dengan obat nonresep dalam mengatasi gejala batuk pada anak.

Salah satunya adalah riset yang dilakukan oleh University of North Carolina melaporkan 90% persen peserta, yang merupakan anak-anak dengan gejala batuk, memperlihatkan perkembangan kondisi yang membaik setelah mengonsumsi 1,5 sendok teh madu setiap malam sebelum tidur. 

Madu memang memiliki kandungan yang bersifat antibakteri yang dapat membantu melawan infeksi. Selain kandungannya yang memang ampuh menyembuhkan batuk, madu juga lebih disukai oleh anak-anak karena rasanya yang manis. 

Anjuran dosis madu yang diberikan menurut AAP:

  • Umur 1-5 tahun: ½ sendok teh
  • Umur 6-11 tahun: 1 sendok teh
  • Umur 12 dan lebih: 2 sendok teh

Selain memberikannya secara langsung,  Anda juga dapat melarutkan madu ke dalam air hangat agar si kecil lebih mudah menelannya. Namun hindari memberikan madu pada anak yang berusia di bawah satu tahun.

Madu berpotensi menyebabkan botulisme, yaitu kondisi keracunan serius yang dialami oleh bayi, jika diberikan kepada anak berumur di bawah 12 bulan. 

2. Larutan air garam untuk semua umur

Saat mengalami batuk, anak juga kerap mengalami gejala hidung tersumbat akibat produksi lendir yang berlebih. Lendir ini nantinya akan turun ke bagian belakang tenggorokan dan turut memicu terjadinya batuk.

Anda dapat mempersiapkan obat batuk untuk anak ini dengan mencampur ½ sendok teh ke dalam satu gelas air yang telah dipanaskan terlebih dahulu.

Dalam membuat larutan air garam ini, pastikan Anda telah merebus air  yang akan digunakan selama 3 sampai 5 menit. Hal ini dilakukan guna membasmi bakteri yang terdapat di dalam air.

Apabila ikut masuk ke dalam saluran napas, bakteri tersebut justru mampu menyebabkan infeksi yang lebih serius. Bakteri lain juga dapat berkembang di dalam larutan, maka jangan gunakan larutan air garam jika telah dibiarkan selama lebih dari 24 jam.

Anak yang berumur di bawah 2 tahun umumnya masih kesulitan untuk mengeluarkan lendir dari dalam hidung. Meneteskan air garam ke dalam lubang hidungnya dapat membantu menghilangkan lendir sehingga ia dapat bernapas dengan lebih lancar. 

Meskipun terlihat mudah, Anda harus memastikan si kecil tidak tersedak oleh larutan air garam. Ikuti langkah-langkah berikut ketika meneteskan obat batuk alami untuk anak ini ke lubang hidungnya.

  1. Posisikan kepala anak agar menenggak ke arah atas. Gunakan alat bantu seperti bantal, kain, atau handuk untuk menopang kepalanya.
  2. Teteskan dua sampai 3 larutan air garam ke masing-masing lubang hidungnya. 
  3. Pijat dengan lembut permukaan hidungnya dan tunggu selama beberapa menit sampai larutan air garam bereaksi mengencerkan lendir.
  4. Agar lebih aman, Anda dapat menggunakan aspirator sebagai alat bantu. 

 

3. Berkumur dengan air garam

Anak yang berumur 4 tahun ke atas biasanya sudah mengetahui bagaimana cara berkumur dengan benar. Selain diteteskan ke dalam hidung, larutan air garam yang sama juga dapat digunakan sebagai obat kumur yang mampu mencegah penumbuhan bakteri yang menginfeksi tenggorokan. 

Larutkan ½ sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Agar rasanya terasa lebih menyegarkan, Anda dapat menambah perasan lemon. Kemudian berkumurlah menggunakan larutan ini 3 sampai 4 kali dalam sehari.

Untuk menghindari larutan garam tertelan, ajarkan anak untuk menegakkan kepalanya ketika berkumur. Jangan ragu untuk mempraktikkannya terlebih dahulu sehingga si kecil lebih mudah mengikuti. 

Rutin berkumur menggunakan air garam juga dapat membantu menjaga kesehatan tenggorokan, mencegah pembekakan di area mulut, dan menjaga napas tetap segar.

4. Makanan berkuah hangat

Makan makanan berkuah dan hangat dapat melegakan tenggorokan dan mengatasi keluhan kesehatan lainnya seperti kelelahan, sesak napas, dan demam.

Selain makanan, minuman hangat seperti teh herbal atau chamomile juga dapat menjadi obat batuk alami untuk anak. Akan tetapi, alangkah baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter mengenai produk teh herbal yang aman dikonsumsi oleh anak-anak.

Untuk bayi yang masih dalam masa penyesuaian mengonsumsi makanan berkuah, Anda bisa memberikannya sup kaldu tulang. Selain ampuh mengencerkan dahak di saluran pernapasan, kaldu tulang juga dapat meningkatkan sistem kekebalan dan kemampuan detoksifikasi di dalam tubuh. 

Obat batuk alami lainnya

Selain pilihan pengobatan alami di atas, Departemen Farmasi Jazan University juga merangkum bahan-bahan herbal lainnya yang bisa digunakan sebagai obat batuk alami untuk anak. Beberapa di antaranya adalah:

1. Lemon

Buah-buahan juga dapat dijadikan obat batuk alami untuk anak, salah satunya adalah lemon. Lemon dapat meredakan radang yang terjadi di bagian tenggorokan, sekaligus memberi asupan vitamin C yang cukup untuk tubuh.

Ramuan obat batuk alami untuk anak dapat dibuat dengan cara mengombinasikan satu sendok teh jus lemon dengan satu sendok teh madu. Minumlah obat batuk ini beberapa kali dalam sehari. Cara lain mengonsumsi lemon sebagai obat batuk adalah dengan mencampurkan lada dan madu ke dalam air perasan lemon.

2. Kunyit

Kunyit dapat mengurangi gejala yang disebabkan oleh penyakit batuk, terutama batuk kering. Dalam kunyit, terdapat curcumin yang mana merupakan senyawa antiinflamasi yang mampu melawan partikel asing yang mengakibatkan infeksi di saluran pernapasan. Disamping itu, Kunyit dapat memiliki peran yang lebih signifikan, seperti membantu melawan berbagai penyakit kronis.

Cara memanfaatkan kunyit sebagai obat batuk alami untuk anak adalah dengan menghancurkannya menjadi bubuk halus, lalu mencampurkannya ke dalam satu gelas susu panas. Selain itu, Anda bisa mencampur kunyit dengan garam dalam teh yang dilarutkan dalam 4 gelas air untuk meredakan rasa gatal pada tenggorokkan.

Usahakan untuk tak meminum air putih setelah mengonsumsi ramuan kunyit ini. Air putih dapat menghambat kerja dari senyawa anti-inflamasi yang terkandung pada kunyit.

3. Bawang putih

Bawang putih merupakan salah satu obat batuk alami untuk anak yang paling mudah diperoleh. Sifat antimikrobanya ampuh menghentikan infeksi bakteri yang menyebabkan produksi lendir berlebih di saluran pernapasan, sehingga cocok untuk menyembuhkan penyakit batuk berdahak.

Selain dikonsumsi secara langsung,  Anda bisa mencampurkan bawang putih yang telah dihaluskan dengan madu dan teh. Minumlah larutan ini paling tidak dua kali sehari untuk meredakan batuk dan rasa sakit di tenggorokan.

4. Jahe

Meminum campuran bubuk jahe yang telah dilarutkan ke dalam air hangat atau teh dapat membantu meredakan gejala batuk pada anak. Jahe memiliki efek anti-inflamasi dan antibakteri sehingga menjadi obat batuk alami untuk anak yang ampuh melawan infeksi yang disebabkan oleh kuman.

Jahe dapat memberikan sensasi hangat sehingga memberi efek melegakan pada tenggorokan yang terasa kering dan otot-otot leher yang menegang akibat batuk kering. Pada beberapa penelitian, obat tradisional yang mengandung jahe turut membantu mengencerkan lendir di saluran pernafasan sehingga amat cocok dijadikan obat herbal untuk menyembuhkan batuk berdahak.  

Manfaat dari obat batuk alami ini dapat diperoleh secara maksimal dengan mengonsumsinya secara langsung. Jika tak suka dengan rasanya yang pahit, Anda dapat mencoba mencampurnya air perasan lemon, teh, madu, ataupun susu. Konsumsi obat batuk alami ini sebanyak dua kali sehari selama mengalami gejala batuk.

5. Pepermin

daun mint

Daun mint atau pepermin mengandung menthol yang berperan seperti obat batuk dekongestan yang dapat melegakan tenggorokan sekaligus mengencerkan lendir di saluran pernapasan. Cara terbaik untuk mengonsumsi obat batuk alami untuk anak ini adalah dengan melarutkan daun mint ke dalam teh atau menghirup pepermin yang telah dilarutkan ke dalam air panas. 

Perawatan sederhana menyembuhkan batuk pada si kecil

Secara umum batuk ringan yang terjadi pada anak-anak dapat sembuh tanpa melakukan pengobatan sama sekali dalam 10 sampai 25 hari. Namun jika batuk tak kunjung berhenti dan nampak semakin parah dalam beberapa hari, Anda sebaiknya segera memeriksakan si kecil ke dokter. Gejala batuk parah dapat menjadi penanda gangguan kesehatan yang lebih serius.

Selain dengan obat batuk alami untuk anak, tidak ada salahnya untuk melakukan beberapa langkah penanganan secara sederhana seperti di bawah ini demi mempercepat proses penyembuhan. Ketiga cara perawatan ini aman diterapkan untuk setiap anak terlepas berapapun umurnya.

1. Memperbanyak istirahat

Tubuh memerlukan banyak energi agar mampu memerangi infeksi, sehingga bisa menyebabkan anak-anak merasa kelelahan. Ketika beristirahat, lebih banyak energi yang dimaksimalkan untuk melawan bakteri atau virus yang menginfeksi tubuh. 

Kondisi psikologis anak juga memiliki pengaruh terhadap proses penyembuhan penyakit. Keadaan stres atau situasi penuh tekanan yang dialami si kecil dapat menghambat kerja obat batuk alami untuk anak. Oleh karena itu, pastikan si kecil beristirahat di tempat yang nyaman dan menghentikan segala aktivitasnya terlebih dahulu. 

2. Menjaga kadar cairan di dalam tubuh

Saat anak terserang batuk, kadar cairan tubuhnya dapat berkurang. Kondisi ini dapat memungkinkan anak terkena dehidrasi saat mengalami batuk berkepanjangan. Oleh karena itu, pastikan Anda memberikan asupan cairan yang cukup selama proses pengobatan.

Selain mencegah dehidrasi, minum banyak air juga dapat membantu mengencerkan dan membersihkan lendir yang menumpuk di dalam saluran napas. Dengan tercukupinya asupan cairan di dalam tubuh, obat batuk alami untuk anak dapat bekerja dengan lebih optimal.

3. Menjaga kelembapan ruangan

Kualitas udara yang baik amat menentukan kelancaran pernapasan anak. Udara yang kering dapat memperburuk kondisi batuk yang dialami si kecil. Sebaliknya, menghirup udara lembab dapat membantu melarutkan dahak yang menggumpal di sepanjang saluran pernapasan. 

Penggunaan humidifier di dalam ruangan mampu melembabkan udara di sekitar. Alat ini dapat meningkatkan kelembaban ruangan hingga tingkat kelembapan ideal, yang menurut Environmental Protection Agency (EPA) berada di sekitar angka 30 sampai 50 persen.

Uap yang disemprotkan humidifier mampu menjernihkan kembali udara di dalam ruangan yang tercemar oleh debu, polusi, mikroorganisme, dan bakteri. Pasanglah alat ini selama si kecil tidur, bermain, atau beristirahat di dalam kamar

Disamping itu, uap air panas juga bisa menghangatkan tubuh si kecil sehingga membantu turunnya dahak yang menghambat pernapasan. Mandikanlah si kecil menggunakan air hangat selama gejala batuk masih berlangsung. 

Kesimpulan

Tak banyak memang penelitian yang dilakukan untuk memastikan efek pemulihan dari obat batuk alami untuk anak. Hasil penelitian yang telah dilakukan pun masih memiliki kekurangan.

Namun, bukan berarti cara perawatan yang aman seperti ini tidak patut untuk dicoba. Selain murah dan terhindar dari efek samping bahan obat berbahaya, pengobatan alami juga lebih praktis sehingga Anda bisa lebih siaga dan cepat memberikan pertolongan pertama bagi si kecil yang sakit. 

Baca Juga:

Sumber