home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ternyata, Mendengkur Bisa Dipengaruhi Oleh Faktor Genetik, Ini Dia Alasannya

Ternyata, Mendengkur Bisa Dipengaruhi Oleh Faktor Genetik, Ini Dia Alasannya

Penyakit yang berisiko diturunkan keluarga memang banyak, misalnya saja diabetes. Namun, ada satu kebiasaan yang disebut-sebut juga diturunkan, yakni mendengkur. Apakah mendengkur atau yang dikenal dengan ngorok ini memang termasuk salah satu penyakit keturunan? Simak jawabannya melalui ulasan di bawah ini.

Benarkah ngorok termasuk penyakit keturunan?

Gangguan tidur, seperti mendengkur sebenarnya dapat terjadi karena beberapa hal, seperti obesitas, gaya hidup yang kurang sehat, dan lingkar leher yang tebal. Selain itu, salah satu faktor risiko penyebab orang mendengkur adalah keturunan. Apa iya?

Faktanya, dalam sebuah penelitian dari Chest, para peneliti mengulas tentang frekuensi mendengkur dan faktor risiko pada 700 anak yang masih berusia satu tahun. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa 15% dari anak-anak tersebut mendengkur tiga kali atau lebih setiap setiap minggunya dan terjadi karena beberapa faktor di bawah ini:

  • Memiliki kedua, atau salah satu orangtua yang mendengkur.
  • Memiliki alergi tertentu sehingga berisiko dua kali lebih besar untuk mendengkur.

Selain itu, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih sering mendengkur rentan terhadap masalah perilaku, memengaruhi kemampuan berpikir, dan penyakit jantung.

Faktor yang membuat ngorok termasuk penyakit keturunan

Orang yang berasal dari keluarga pendengkur mungkin bisa terpengaruh oleh kebiasaan tersebut. Akan tetapi, sebenarnya ada beberapa faktor yang mendasari hal tersebut. Apa saja?

1. Saluran pernapasan yang sempit

Mendengkur merupakan salah satu gejala dari OSA (Obstructive Sleep Apnea). Salah satu faktor yang memengaruhi gangguan tidur ini adalah saluran pernapasan yang sempit.

Bagi Anda yang mempunyai tenggorokan yang sempit atau leher yang lebih kecil, biasanya lebih sering mendengkur ketika tidur. Struktur tubuh tersebut tentu ditemukan pada beberapa generasi dalam sebuah keluarga.

Misalnya, ayah dan kakak Anda mendengkur ketika tidur dan berisiko terkena sleep apnea karena tenggorokan mereka yang sempit. Kemungkinan besar, Anda juga akan ngorok karena memiliki struktur otot saluran pernapasan bagian atas yang sama, yaitu relatif sempit karena faktor risiko keturunan.

2. Obesitas

Sebenarnya, gaya hidup sangat berperan penting ketika membicarakan obesitas. Akan tetapi, kelebihan berat badan yang membuat Anda mendengkur dan menyebabkan sleep apnea juga bisa disebabkan oleh keturunan.

Gen di dalam tubuh Anda ternyata dapat membantu menentukan jumlah lemak tubuh yang dimiliki dan bagaimana tubuh Anda mengeluarkan kalori saat berolahraga.

Jika lemak tubuh Anda terdistribusi di pusat tubuh, dan kemampuan tubuh untuk bermetabolisme rendah, Anda berisiko memiliki obesitas.

Obesitas juga bisa disebabkan oleh kontraksi otot yang buruk dan terlalu banyak beban pada daerah leher dan tenggorokan. Akibatnya, hal tersebut menyulitkan Anda mengeluarkan udara ketika tidur sehingga Anda mendengkur.

Walaupun demikian, masih dibutuhkan penelitian yang benar-benar sahih dalam meneliti tentang apakah benar keturunan merupakan salah satu faktor risiko penyebab penyakit mendengkur atau ngorok. Genetik tidak dapat diubah, tetapi setidaknya Anda bisa mengatasi masalah ini dengan mengubah rutinitas tidur dan gaya hidup menjadi lebih baik.

Jika tidur Anda terganggu karena mendengkur atau ngorok, cobalah untuk berkonsultasi kepada dokter. Tanyakan apakah mungkin ada keterlibatan faktor risiko keluarga Anda dengan riwayat mendengkur. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dengan jelas penyebab dari gejala mendengkur dengan lebih jelas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kalra, Maninder et al. “Atopy as a risk factor for habitual snoring at age 1 year.” Chest vol. 129,4 (2006): 942-6. doi:10.1378/chest.129.4.942 accessed Sep 12 2019. 

Is snoring genetic? https://www.sleep.org/articles/is-snoring-genetic/ accessed Sep 12 2019. 

Snoring may run in families https://www.webmd.com/sleep-disorders/news/20060410/snoring-may-run-in-families accessed Sep 12 2019. 

Snoring and sleep apnea: is it all in your genes? https://britishsnoring.co.uk/snoring_genes.php accessed Sep 12 2019. 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 19/10/2019
x