Definisi

Apa itu palpitasi (takikardi)?

Palpitasi adalah kondisi yang muncul ketika jantung terasa berdebar dan berdetak lebih cepat daripada biasanya. Penyakit ini juga dikenal dengan nama takikardi. Dalam kondisi ini, Anda akan merasakan degup jantung yang lebih cepat dan kuat, sehingga seolah terasa ketika sedang berdetak.

Saking kuat dan cepatnya, detak jantung tidak hanya terasa di bagian dada saja. Area lainnya seperti leher dan tenggorokan juga turut merasakan ketika jantung sedang berdetak. Bukan itu saja, perubahan detak jantung ini juga bisa mengubah irama atau ritme jantung menjadi abnormal selama terjadi palpitasi.

Berbagai hal seperti stres, olahraga, konsumsi obat-obatan, kafein, nikotin, alkohol, maupun kondisi medis tertentu bisa memicu terjadinya palpitasi. Kebanyakan kasus jantung berdebar karena palpitasi ini sebenarnya tidak berbahaya, dan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan khusus.

Namun terkadang, jantung berdebar karena palpitasi ini juga dapat mengarah pada kondisi medis yang lebih serius. Tak jarang, beberapa orang mengeluhkan mengalami jantung berdebar selama beberapa kali dalam sekali, yang terasa seperti memiliki serangan jantung. Padahal sebenarnya belum tentu.

Jika berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, palpitasi bisa menjadi gejala dari gangguan pada organ jantung. Entah itu detak jantung yang tidak teratur (aritmia), atau pun terlalu aktifnya kelenjar tiroid (hipertiroidisme). Aritmia jantung tersebut bisa datang dalam berbagai bentuk yang berbeda.

Mungkin mengakibatkan jantung berdetak sangat cepat (takikardi), atau denyut jantung yang cenderung lambat dan lemah (bradikardia). Itulah mengapa palpitasi jantung kerap juga disebut sebagai takikardi, karena sama-sama membuat irama jantung berdetak lebih cepat dan kuat.

Maka itu, jangan anggap remeh jika Anda mengalami jantung berdebar cepat akibat palpitasi ini. Terlebih ketika palpitasi tersebut disertai sesak napas, pusing, sakit dada, bahkan pingsan. Dokter akan memeriksa riwayat medis dan melakukan tes untuk mengecek kesehatan tubuh Anda.

Jika Anda terbukti mengalami palpitasi dalam kondisi serius, dokter akan melakukan perawatan tertentu sesuai kondisi kesehatan guna mengurangi gejalanya.

Seberapa umumkah palpitasi?

Palpitasi jantung atau takikardi bisa terjadi pada siapa saja, tanpa pandang jenis kelamin dan usia. Baik pria maupun wanita, bahkan di usia berapa pun bisa saja mengalami palpitasi.

Terutama jika Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko palpitasi atau takikardi jantung ini. Misalnya ketika sedang stres, mengalami gangguan kecemasan (anxiety disorder), sedang hamil, atau sedang rutin minum obat tertentu.

Orang dengan masalah pada organ jantung juga berisiko mengalami palpitasi. Namun, jangan khawatir. Anda dapat menghindari kemungkinan terserang penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko yang Anda miliki. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mencari tahu informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala palpitasi?

Gejala yang terasa ketika mengalami palpitasi, yakni:

  • Detak jantung sangat cepat dan kuat
  • Irama dari debar jantung terasa tidak normal
  • Detak jantung tidak hanya terasa di dada, tapi juga tenggorokan dan leher.

Dalam kondisi yang lebih parah, detak jantung yang tidak teratur ini bisa berkembang hingga menimbulkan gejala serius. Hal ini bisa terjadi karena ketika jantung berdetak terlalu kencang, otomatis organ ini menjalankan tugasnya dengan efektif.

Darah yang seharusnya dipompa dari jantung ke seluruh tubuh sulit dialirkan dengan sempurna. Akibatnya, berbagai organ dan jaringan di dalam tubuh bisa kekurangan oksigen, sehingga menghambat kerja normalnya.

Kondisi ini yang membuat detak jantung tidak teratur, akhirnya menimbulkan gejala lain yang lebih serius, seperti takikardi. Sebaiknya segera dapatkan perawatan medis jika Anda mengalami tanda dan gejala debar jantung tidak beraturan karena takikardi, yang meliputi:

  • Sesak napas atau kesulitan untuk bernapas
  • Sakit kepala
  • Tubuh terasa lemah
  • Kebingungan dalam melakukan suatu aktivitas
  • Keringan berlebih
  • Detak jantung sangat cepat dan tidak teratur, sehingga terasa tidak nyaman
  • Timbulnya rasa sakit, sesak, dan tekanan berat di dada
  • Timbulnya rasa sakit pada bagian lengan, leher, dada, rahang, serta punggung bagian atas
  • Denyut nadi saat istirahat lebih dari 100 kali per menit

Kemungkinan ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikan segera dengan dokter Anda.

Meski kerap menimbulkan tanda dan gejala tertentu, tapi beberapa orang yang memiliki takikardi tidak merasakan gejala apa pun. Kondisi tersebut nantinya baru akan ditemukan setelah menjalani pemeriksaan fisik dan tes pengecekan fungsi jantung (elektrokardiogram).

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Ada banyak hal yang bisa mengakibatkan kondisi degup jantung tidak menentu. Detak jantung tidak teratur yang jarang terjadi biasanya hanya akan berlangsung selama beberapa detik saja, dan tidak perlu perawatan khusus. Akan tetapi, apabila Anda memiliki riwayat penyakit jantung dan debar jantung tidak menentu yang sering terjadi, segera konsultasikan dengan dokter.

Dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan jantung guna melihat kondisi jantung secara keseluruhan. Tujuannya untuk menilai apakah jantung yang berdebar tidak teratur ini disebabkan oleh masalah yang lebih serius.

Jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter jika debar jantung tidak menentu disertai dengan berbagai kondisi lainnya. Misalnya nyeri pada dada, susah bernapas, pusing, bahkan sampai pingsan.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab palpitasi?

Ada banyak penyebab yang bisa membuat Anda mengalami detak jantung tidak beraturan (palpitasi). Walaupun menyerang organ jantung, tapi tidak semua penyebabnya berkaitan langsung dengan organ ini. Berikut beberapa penyebab palpitasi jantung:

1. Kondisi organ jantung

Adanya gangguan pada jantung bisa mengakibatkan munculnya palpitasi atau takikardi, seperti:

  • Aritmia
  • Serangan jantung
  • Masalah pada katup jantung
  • Gagal jantung
  • Cacat jantung saat lahir
  • Kardiomiopati hipertrofik (pembesaran dan penebalan dinding otot jantung), maupun jenis kardiomiopati lainnya

2. Kondisi emosional

Jangan salah, kondisi emosional di dalam diri juga bisa mengakibatkan jantung berdebar tidak teratur, seperti:

  • Merasa gelisah
  • Merasa tertekan
  • Merasa panik
  • Merasa gugup
  • Merasa cemas
  • Mengalami stres
  • Ketakutan akan suatu hal

3. Perubahan hormon

Selain dua faktor sebelumnya, perubahan hormon pada tubuh juga turut andil sebagai penyebab palpitasi. Perubahan hormon meliputi:

  • Periode menstruasi
  • Kehamilan
  • Sebelum atau selama menopause

Terkadang, kondisi jantung berdebar tidak menentu yang terjadi selama kehamilan bisa menjadi salah satu tanda anemia (kurang darah).

4. Konsumsi obat-obatan

Perhatikan obat apa saja yang sedang rutin Anda konsumsi. Sebab beberapa obat-obatan tertentu dapat menimbulkan detak jantung tidak menentu, yakni:

  • Obat antiaritmia
  • Obat antihistamin
  • Obat hormon tiroid
  • Antibiotik
  • Inhaler asma
  • Obat antidepresan
  • Terapi antijamur
  • Beberapa jenis obat batuk dan pilek
  • Dekongestan
  • Beberapa suplemen herbal dan gizi
  • Pil diet

5. Kondisi tubuh tertentu

Kondisi tubuh bisa mendasari terjadinya debar jantung tidak beraturan, termasuk:

  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif
  • Anemia
  • Kadar gula darah rendah
  • Kadar kalium rendah
  • Dehidrasi
  • Tubuh demam
  • Kehilangan darah
  • Mengalami syok
  • Rendahnya kadar oksigen atau karbon dioksida dalam darah
  • Kelainan elektrolit

6. Gaya hidup

Kebiasaan gaya hidup tak kalah berperan sebagai penyebab palpitasi jantung, seperti:

  • Terlalu banyak konsumsi kafein (umumnya ada di dalam teh, kopi, dan minuman berenergi)
  • Terlalu banyak minum alkohol
  • Merokok
  • Melakukan olahraga berat
  • Menggunakan obat-obatan terlarang (misalnya ganja, kokain, heroin, ekstasi, dan amfetamin)
  • Terlalu banyak makan makanan pedas

Selain itu, beberapa orang juga mengaku mengalami jantung berdebar setelah makan makanan berat yang banyak mengandung karbohidrat, gula, atau lemak. Bahkan, terlalu banyak makan makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG), nitrat, atau natrium juga dapat mengakibatkan palpitasi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami palpitasi?

Ada banyak faktor risiko yang memungkinkan Anda mengalami palpitasi, yaitu:

  • Penyakit jantung koroner
  • Tekanan darah tinggi
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Konsumsi kafein berlebih
  • Mengalami stres
  • Anemia
  • Penyakit jantung bawaan (PJB)
  • Peradangan pada jantung
  • Penyakit paru-paru kronis
  • Faktor keturunan
  • Usia, orang yang berusia lanjut biasanya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami takikardi
  • Mengalami gangguan kecemasan atau kepanikan yang sering terjadi
  • Sedang hamil
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, terutama yang mengandung stimulan seperti obat pilek dan asma
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)
  • Pernah melakukan operasi jantung sebelumnya

Sebenarnya, denyut jantung yang meningkat selama berolahraga atau sebagai respon terhadap kondisi tubuh merupakan hal yang normal. Akan tetapi, pada perubahan detak jantung takikardia ini, iramanya akan lebih cepat bahkan saat tubuh sedang dalam keadaan istirahat.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis palpitasi?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh guna mengidentifikasi penyebab palpitasi yang Anda alami. Anda akan diberi pertanyaan mengenai beberapa hal, terkait:

  • Aktivitas fisik
  • Tingkat stres
  • Penggunaan obat resep dan obat yang dijual bebas (OTC)
  • Penggunaan suplemen
  • Kondisi kesehatan yang dirasakan

Tak lupa, dokter juga akan mengecek langsung kondisi jantung dengan mendengarkan detaknya melalui stetoskop. Selain itu, dokter biasanya mencari tahu jika Anda memiliki kondisi medis lainnya yang bisa mengakibatkan jantung berbedar.

Supaya lebih memastikan, dokter juga dapat melakukan beberapa tes lainnya yang akan semakin membantu diagnosis, seperti:

1. Tes elektrokardiografi (EKG)

Elektrokardiografi adalah tes yang dilakukan dengan cara merekam sinyal aktivitas listrik pada organ jantung. Proses ini dilakukan selama beberapa waktu tertentu, guna memeriksa dan memastikan seperti apa fungsi jantung saat ini.

EKG dilakukan dengan menempelkan elektroda di atas kulit pada dada, yang memiliki kabel listrik dan sudah tersambung dengan mesin EKG. Detak jantung Anda akan tampak melalui mesin EKG dalam bentuk grafik. Hasil ini kemudian dapat dinilai langsung seberapa baik fungsinya, serta apakah irama detak jantung Anda normal atau tidak.

2. Tes holter monitor

Holter monitor adalah tes yang bertujuan untuk memeriksa fungsi jantung, tapi tanpa harus berada di ruang pemeriksaan. Alat yang bertugas untuk merekan aktivitas irama detak jantung akan dipasang pada tubuh Anda, tepatnya di saku atau ikat pinggang.

Alat tersebut telah terhubung dengan kabel elektroda yang menempel langsung pada dada untuk mengamati kerja organ jantung.

3. Tes ekokardiografi (USG jantung)

Ekokardiografi adalah pemeriksaan untuk mengamati kondisi jantung, meliputi struktur dan fungsinya. Cara kerjanya dengan mengeluarkan gelombang suara elektronik, sehingga menghasilkan sebuah gambar guna menunjukkan kondisi jantung.

Di samping itu, tes untuk mengetahui palpitasi juga bisa meliputi:

  • Tes darah
  • Tes urin
  • Foto rontgen atau x-ray

Bagaimana cara mengobati palpitasi?

Penanganan untuk palpitasi tidak selalu sama, melainkan tergantung dari penyebabnya. Pada beberapa kasus, palpitasi tidak berbahaya sehingga tidak memerlukan perawatan khusus. Namun jika kondisi disebabkan oleh penyebab lainnya, dokter mungkin merekomendasikan beberapa perawatan.

Tujuannya untuk meringankan gejala dan mencegah agar kondisi tidak semakin memburuk. Jika kondisi kesehatan Anda sudah terbilang cukup parah, dokter bisa melakukan beberapa pengobatan seperti:

1. Pemberian obat-obatan

Obat-obatan tertentu dapat membantu memperlambat detak jantung yang cepat. Sebab bukan tidak mungkin, takikardi bisa meningkatkan risiko pembekuan darah. Dokter mungkin akan memberikan obat pengencer darah guna mencegah terjadinya stroke atau serangan jantung.

2. Terapi fisik

Dokter dapat menggunakan alat kejut untuk mengembalikan detak jantung ke ritme yang semestinya.

3. Pakai alat pacu jantung

Cara lainnya bisa dengan menempatkan alat pacu jantung atau defibrillator di bawah kulit. Ini merupakan jenis alat yang berguna untuk memantau dan mengobati detak jantung tidak teratur. Alat ini juga bisa membantu menormalkan detak jantung kembali seperti semula.

4. Implantable cardioverter defibrillator (ICD)

Alat ini diimplan di dalam dada Anda. Tujuannya untuk memonitor detak jantung dan menjaga detak jantung agar tetap normal.

5. Ablasi kateter

Alat ablasi akan dimasukkan ke dalam jantung dengan menggunakan kateter, guna memantau pembuluh darah vena pada paha, leher, dan dada. Alat ini akan menilai bagaimana kerja impuls listrik pada jantung.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi palpitasi?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi detak jantung tidak teratur:

  • Kenali gejala dan faktor risiko agar dapat mencari bantuan medis sesegera mungkin.
  • Kurangi stres dengan terapi relaksasi. Misalnya melakukan yoga, tai chi, atau teknik pernapasan dalam.
  • Kurangi atau bahkan hindari konsumsi alkohol dan kafein.
  • Hindari merokok.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup.
  • Jaga pola makan dengan baik.
  • Jaga tekanan darah dan kolesterol tetap dalam kadar optimal.
  • Jika obat-obatan yang Anda minum mengakibatkan palpitasi, segera beri tahu dokter untuk mendapatkan alternatif obat lainnya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 12, 2019 | Terakhir Diedit: April 12, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan