Definisi

Apa itu myositis?

Myositis adalah peradangan otot yang digunakan untuk menggerakan tubuh. Cedera, infeksi, atau penyakit autoimun dapat menyebabkan kondisi ini. Dua jenis spesifik dari penyakit ini adalah polymyositis dan dermatomyositis. Polymyositis menyebabkan kelemahan otot, biasanya pada otot yang terdekat dari bagian tubuh. Dermatomyositis menyebabkan kelemahan otot serta ruam kulit.

Seberapa umumkah myositis?

Myositis sangat umum terjadi, dan lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Myositis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala myositis?

Gejala umum dari myositis adalah kelemahan otot. Kelemahan dapat disadari atau terdeteksi dengan pengujian. Kelemahan otot (myalgias) mungkin ditemukan atau tidak.

Kelemahan dari myositis dapat menyebabkan jatuh dan sulit untuk bangun setelah jatuh. Gejala lain yang dapat muncul dengan kondisi peradangan meliputi:

  • Ruam
  • Kelelahan
  • Penebalan kulit tangan
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas

Orang dengan myositis yang disebabkan oleh virus biasanya mengalami gejala dari infeksi virus, seperti hidung beringus, demam, batuk, radang tenggorokan atau mual dan diare. Namun gejala dari infeksi virus dapat hilang beberapa hari atau beberapa minggu sebelum gejala myositis muncul.

Beberapa orang dengan myositis mengalami nyeri otot, namun banyak juga yang tidak. Kebanyakan nyeri otot tidak disebabkan oleh myositis, namun dari cedera akibat keseleo, atau penyakit umum seperti demam dan flu. Kondisi tersebut dan nyeri otot umum lainnya disebut myalgia.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab myositis?

Penyebab dari myositis dapat digolongkan menjadi kategori berikut:

Kondisi peradangan: Kondisi yang menyebabkan peradangan pada tubuh dapat mempengaruhi otot, menyebabkan myositis. Banyak dari penyebab ini merupakan kondisi autoimun, dimana tubuh menyerang jaringannya sendiiri.

Kondisi peradangan yang berpotensi menyebabkan myositis serius meliputi:

  • Dermatomyositis
  • Polymyositis
  • Inclusion body myositis

Kondisi peradangan lain cenderung menyebabkan jenis myositis yang lebih ringan, seperti:

  • Lupus
  • Skleroderma
  • Rheumatoid arthritis

Kondisi peradangan seringkali merupakan penyebab myositis yang paling serius, memerlukan perawatan jangka panjang.

Infeksi: Infeksi virus adalah infeksi paling umum yang menyebabkan myositis. Jarang, bakteri, jamur dan organisme lain juga dapat menyebabkan myositis. Virus atau bakteri dapat langsung menginvasi jaringan otot, atau menghasilkan zat yang merusak jaringan otot. Virus demam dan flu, serta HIV, adalah beberapa virus yang dapat menyebabkan myositis.

Obat-obatan: Banyak obat-obatan yang dapat menyebabkan kerusakan otot sementara. Karena peradangan pada otot seringkali tidak teridentifikasi, masalah otot dapat disebut myopathy daripada myositis. Obat-obatan yang dapat menyebabkan myositis atau myopathy meliputi:

  • Statin
  • Colchicine
  • Plaquenil (hydroxychloroquine)
  • Alpha-interferon
  • Kokain
  • Alkohol

Myopathy dapat terjadi setelah memulai pengobatan, atau setelah beberapa bulan atau tahun setelah pengobatan. Kadang kondisi tersebut disebabkan oleh interaksi 2 obat berbeda. Myositis parah yang disebabkan oleh pengobatan jarang ditemukan.

Cedera: Olahraga berat dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan atau kelemahan otot selama beberapa jam atau hari setelah olahraga. Peradangan berkontribusi terhadap gejala-gejala ini, menyebabkan myositis. Gejala myositis setelah olahraga atau cedera hampir selalu pulih dengan sempurna setelah istirahat dan pemulihan.

Rhamdomyolysis: Rhabdomyolysis muncul saat otot rusak dengan cepat. Nyeri, kelemahan dan pembengkakan otot adalah gejala dari rhabdomyolysis. Urin juga dapat berubah warna menjadi cokelat gelap atau merah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk myositis?

Ada banyak faktor risiko untuk myositis, yaitu:

  • Faktor genetik
  • Faktor lingkungan: paparan terhadap sinar UV

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana myositis didiagnosis?

Dokter dapat menduga myositis berdasarkan gejala dari kelemahan otot atau bukti lain dari myositis. Tes untuk myositis meliputi:

  • Tes darah: Kadar tinggi dari enzim otot, seperti kreatin kinasi, dapat berarti terdapat peradangan otot. Tes darah lainnya melihat antibodi abnormal yang dapat mengidentifikasi kondisi autoimun.
  • Scan MRI: Scanner yang menggunakan magnet berkekuatan tinggi dan komputer yang menghasilkan gambar dari otot. Scan MRI dapat membantu mengidentifikasi area myositis dan perubahan pada otot sepanjang waktu.
  • EMG: Dengan memasukan jarum elektroda pada otot, dokter dapat menguji respon otot terhadap sinyal saraf elektrik. EMG dapat mengidentifikasi otot yang lemah atau rusak akibat myositis.
  • Biopsi otot: Hal ini merupakan tes yang paling akurat untuk mendiagnosis myositis. Dokter mengidentifikasi otot yang lemah, membuat sayatan kecil dan mengangkat sampel kecil dari jaringan otot untuk diuji. Biopsi otot memberikan diagnosis akhir pada kebanyakan orang dengan myositis.

Ada banyak penyebab dari kelemahan dan nyeri otot yang lebih umum dari myositis, serta tes untuk myositis bukanlah proses yang langsung terjadi. Untuk alasan ini, proses untuk diagnosis myositis dapat memakan waktu yang lama.

Apa saja pengobatan untuk myositis?

Perawatan myositis bervariasi tergantung dari penyebabnya.

Kondisi peradangan yang menyebabkan myositis dapat memerlukan perawatan dengan obat untuk menekan sistem imun, seperti:

  • Prednisone
  • Azathioprine (Imuran)
  • Methotrexate

Myositis yang disebabkan infeksi biasanya disebabkan virus dan tidak ada perawatan spesifik yang diperlukan. Myositis yang disebabkan bakteri jarang terjadi dan biasanya memerlukan antibiotik untuk mencegah kondisi yang berbahaya menyebar.

Walau rhabdomyolysis jarang disebabkan dari myositis, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen. Orang dengan rhabdomyolysis memerlukan rawat inap untuk mendapatkan infus dalam jumlah yang banyak.

Myositis yang terkait obat diatasi dengan menghentikan pengobatan. Pada kasus myositis yang disebabkan obat statin, peradangan otot biasanya akan membaik dalam beberapa minggu setelah menghentikan pengobatan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi myositis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi myositis:

Olahraga adalah bagian penting dari perawatan untuk myositis. Penting untuk menjaga otot tetap kuat dan fleksibel. Terapi fisik dapat membantu mencegah atropi otot dan mengembalikan kekuatan dan pergerakan otot. Dokter juga dapat menyarankan suplemen yang membantu mendukung kekuatan otot.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 13, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 13, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan